
Ariell yang menyadari senyuman genit dibibir Putri memandang Edward. Putri tiba-tiba saja melepas kan rangkulannya dari Irwan seperti bukan dia orangnya yang menempel bagaikan lintah tadi pada Irwan.
" Edward kan??? aku ngefans banget sama kamu, kenalin aku Putri saudaranya Ariell Kata putri menjulurkan tangannya dan tersenyum genit kearah Edward. namun Ariell sudah lebih dulu menghalangi Putri agar dia tidak punya kesempatan untuk berbicara dengan Edward.
" sayang masa kamu beli nya yang kayak gitu sih, gimana kita beli couple nya seragam ikut celana dan juga sepatunya gitu kek, pasti lebih lucu" kata Ariell mencubit kedua pipi Edward, awalnya Edward bingung namun dia mengerti dengan kode yang diberikan kakak iparnya itu lewat mata.
" owh betul juga tuh my baby,,, baby ku memang benar-benar menarik membuat ku semakin cinta pada mu setiap hari" kata Edward mencubit kedua pipi Ariell juga, tanpa mereka sadari seseorang memotret mereka berdua dari kejauhan.
" Ariell.... sudah ini kemejanya buat kamu saja" kata Putri pura-pura mengalah dan ingin mengambil simpati Edward terhadap nya.
" sayang awalnya aku ingin membelikan kemeja itu untuk mu, tapi kemeja itu sudah lebih dulu di sentuh oleh nya sebelum aku menyentuh nya, apakah kamu ingin aku membelinya lagi untuk mu" kata Ariell mengedipkan sebelah matanya Kepada Edward
Edward tersenyum melihat sandiwara kakak iparnya itu.
" baby kan tau sendiri, bahwa aku tidak penah menginginkan sesuatu jika itu sudah di sentuh orang yang tidak aku kenal, bisa saja kan tangannya tidak higienis, entah kurapan tentu ada virus nya gitu?? terus pacarmu yang tampan ini akan terkena penyakit. Baby mau itu terjadi padaku?" tanya Edward yang sedang menahan ketawa
" owh tentu saja tidak dong sayang, mari kita pergi ketempat yang lain saja, tempat ini sangat membosankan" kata Ariell
" kalau begitu kita pergi my baby" kata Edward tangan sebelah kirinya mendorong troli dan sebelah tangannya merangkul pinggang Ariell.
__ADS_1
Putri sangat emosi melihat begitu hangat nya Edward memperlakukan Ariell, dia mengepalkan tangan nya dan menggigit giginya kemudian menghentakkan kakinya.
" sialan kamu Ariell, lihat saja aku akan merebut Edward dari tangan mu. apapun itu aku akan lakukan, pokoknya aku harus mendapatkan nya" batin putri
setelah mereka jauh dari jangkauan Putri dan Irwan.
" hahahaha,,, kak Rickhard bisa salah paham ini nanti kakak ipar" kata Edward melepaskan tangannya.
" kamu tenang saja, hubungan ku dengan kakak mu tidak sedekat itu" kata Ariell
" hahahaha tapi ku akui kak, kakak ipar memang sangat pandai dalam berakting, harusnya kakak ipar harus mengambil jurusan perfilman saat kuliah dulu bukan jadi Arsitek. apa ini,,, Arsitek tidak ada apa-apa nya di banding Artis" kata Edward
" lalu apa bedanya dengan mu, kamu pun juga seharusnya melamar jadi asisten artis bukan nya jadi anggota militer, sangat bertolak belakang tau nggak" kata Ariell
" iya.... aku sangat setuju dengan pendapat mu itu, lihatlah manusia kutub itu tidak ada yang di banggakan dari dirinya. gaya belahan rambutnya, gaya berpakaian nya, apa-apaan itu. manusia mana yang hanya memakai satu warna saja pakaian. apa para karyawan mu tidak pernah berpikir bahwa bos mereka tidak pernah berganti pakaian?, masa hanya menggunakan warna abu rokok saja jikapun ada yang lain cuman putih doang, apa-apaan itu benar-benar seleranya norak" kata Ariell
" hahahaha sepertinya kakak ipar sangat membenci kak Rickhard, jika begitu coba kakak belikan pakaian yang warnanya berbeda. siapa tahu aja karena kakak yang membelinya dia mau memakainya" kata Edward
" aku tadi ingin membeli kemeja itu, tapi lihatlah si rubah licik itu, berani-beraninya merebutnya dariku" kata Ariell
__ADS_1
" kalau begitu bagaimana kita cari di toko yang lain saja" kata Edward
" aku sudah tidak mood lagi, bagaimana jika beli sepatu atau dasi saja, kayak nya cocok juga" kata Ariell
" oke let's go" kata Edward
*****
sementara ditempat lain,
" lihatlah sayang, begitu sombongnya dia. dasar wanita murahan setelah dia tiduri dengan pria lain dan dengan beraninya dia merayu pria kaya dan juga terhormat seperti Edward, lihat saja apa yang akan terjadi padanya setelah Edward tau siapa dia sebenarnya. benar-benar wanita tidak tahu malu" kata Putri
" itu kehidupan pribadi Ariell, kita tidak punya hak untuk ikut campur soal kehidupannya. terlepas dari itu lagian kita bukan siapa-siapanya Ariell" kata Irwan namun dalam hatinya dia juga merasa bahwa bagaimana mungkin Ariell bisa berubah menjadi seburuk itu.
Ariell yang dulu dia kenal, yang dulu pada saat bersamanya adalah seorang wanita polos, baik hati, dan tidak mengerti apapun. tetapi kenapa setelah lima tahun lebih tidak berjumpa Irwan harus bertemu dengan Ariell yang seperti ini. bukan yang seperti ini yang di inginkan Irwan, dia ingin Ariell yang dulu, Ariell yang polos dan yang selalu mengalah.
" sudah mari kita pergi, aku tidak inginkan kemeja ini lagi" kata Putri melemparkan kemeja itu dengan sembarangan.
" Putri ambil saja lah, bukan nya kamu menginginkan itu juga tadi" kata Irwan Karena dia pun juga menyukai kemeja itu, karena itu adalah pilihan Ariell.
__ADS_1
" aku tidak menginginkan nya lagi" kata Putri
" yah sudah terserah kamu saja" kata Irwan menuruti dan mengikuti Putri dibelakang