
selama perjalanan didalam mobil karena memang kebetulan hanya mereka berdua tidak ada pembicaraan antara mereka berdua, sementara Ricky ikut bersama dengan Edward.
setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, kini mereka sampai di rumah Rickhard.
" Edward antarkan Ariell kedalam kamarnya" kata Rickhard menaiki tangga untuk menuju kamarnya juga.
" mari kakak ipar aku antar" kata Edward
kamar Ariell letaknya bersebelahan dengan kamar Rickhard juga karena itu kamar yang digunakan Ricky dulu, setelah Ricky kecelakaan dan keadaan nya masih keadaan lumpuh untuk sementara kamar Ricky dan juga Edward berada dilantai dibawah sementara Ariell dan Rickhard berada di lantai dua.
" kakak ipar ini kamar kakak, untuk sementara waktu kakak ipar gunakan kamar Ricky dulu, karena kamar yang dibawa sedang kami pake" kata Edward
" terimakasih banyak Edward" kata Ariell
" kalau begitu aku pergi dulu kak" kata Edward
" baiklah" kata Ariell
Ariell melihat-lihat lukisan yang terpajang disana mungkin itu karya Ricky sendiri karena itu lukisan anak-anak.
Ariell duduk di ranjang dan melihat cincin yang tersemat di jari manisnya itu.
" bukan pernikahan seperti ini yang ku inginkan" kata Ariell
" setiap orang mempunyai keinginan untuk menikah, dan tentunya pernikahan yang sangat bahagia"
" tapi apa ini?? "
" tapi sudahlah ini tidak lama kok, kalau Ricky sudah sembuh nanti aku bisa mengakhiri nya" kata Ariell
kemudian Ariell ingin mengganti baju nya, namun dia menyadari tidak membawa baju ganti, akhirnya Ariell membeli pakaian nya lewat online.
tidak menunggu begitu lama, akhirnya paket Ariell sudah sampai dan satpam yang sedang berjaga mengantarkan paket Ariell kerumahnya Rickhard.
Rickhard yang kebetulan baru saja keluar dari dalam kamarnya melihat Ariell membawa sesuatu.
" apa yang kamu bawa?" kata Rickhard penasaran
" ini hanya baju ganti ku saja " kata Ariell dan kembali masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
Rickhard pergi meninggalkan rumah mungkin dia ada urusan, sementara Edward membawa Ricky untuk menemui dokternya, karena memang hari ini jadwal Ricky untuk periksa setelah keluar dari rumah sakit.
setelah tiga jam berlalu, Rickhard kembali kerumahnya dia melihat Ariell yang duduk disofa nya. Rickhard menyerngitkan kedua alisnya Karena Ariell masih mengenakan gaun pengantinnya.
dan pada saat itu Edward dan Ricky baru juga sampai.
" syukurlah kamu sudah datang sayang" kata Ariell mengambil alih kursi roda Ricky
" mamah kenapa?? apa papah memarahi mamah?" kata Ricky
" tidak kok sayang, mamah hanya butuh bantuan kamu bisa sayang" kata Ariell
" bisa mah, memang mau ngapain mah??" kata Ricky
kemudian Ariell sejenak berpikir,
" tunggu sebentar sayang" kata Ariell berlari pergi menuju kamarnya. Rickhard dan Edward Hanya diam dan penasaran melihat apa yang sebenarnya di inginkan Ariell.
tidak lama kemudian Ariell datang membawa pakaian nya.
" sayang boleh mamah pinjam kamar kamu juga?" kata Ariell
" tentu boleh dong mamah" kata Ricky
" apa yang sedang ingin kamu lakukan?" kata Rickhard
" aku hanya ingin Ricky membantu ku, hanya itu saja" kata Ariell
" kamu ingin merusak mental Ricky??" kata Rickhard
" merusak? apa maksudmu?" kata Ariell
" kamu ingin menunjukkan tubuhmu Kepada Ricky?" kata Rickhard
" bukan begitu maksud ku, aku tidak bisa melepaskan nya jika sendiri" kata Ariell
" Ricky masih kecil, dan dia sebelumnya tidak pernah melihat tubuh seorang wanita jadi kamu jangan pernah untuk melakukan itu lagi" kata Rickhard
" terus aku harus bagaimana, tidak ada seorang pun wanita disini kecuali aku, dan ngk mungkin kan meminta bantuan kepada Edward" kata Ariell
__ADS_1
" aku suamimu dan kamu istriku" kata Rickhard menarik tangan Ariell untuk menuju kamarnya.
Ariell yang masih syok tidak tau harus berbuat apa dia hanya pasrah badan nya di tarik Rickhard.
Rickhard membawa Ariell masuk kedalam kamarnya setelah itu mengunci pintunya.
" apa yang akan kamu lakukan" kata Ariell
namun Rickhard langsung membalikkan badan Ariell dan membuka kancing baju Ariell, Ariell Hanya menunduk dan menutup mata nya. sementara Rickhard semakin kancing itu terbuka semakin tinggi rasa penasaran nya.
dia semakin ingin melihat lebih jauh lagi, rasa gemetar dan rasa penasaran Rickhard membuka baju kancing baju Ariel, ntah sudah berapa kali Rickhard berhasil menelan slivanya sendiri.
Rickhard yang merasakan ada sesuatu didalam dirinya seakan ingin melihat lebih jauh lagi dan bukan cuman itu saja tanpa sadar Rickhard ingin menikmati pemandangan yang menurutnya sangat menarik itu.
semakin lama Rickhard mendekatkan bibirnya ke tubuh Ariell, namun Ariell yang tiba-tiba merasakan hembusan nafas hangat Rickhard langsung tersadar dan membalikkan badannya.
" apa yang ingin kamu lakukan?" kata Ariell dan pada saat itu Rickhard tersadar dan malu tentu saja wajah nya sudah sangat merah.
" jangan kamu berpikir aku tertarik dengan tubuh jelek mu itu, buang jauh-jauh perasaan mu itu." kata Rickhard dengan rasa malu pergi meninggalkan Ariell,
Rickhard merasa dirinya begitu malu wajah nya begitu merah, dia berlari menuruni tangga menuju dapur.
sesampainya disana Rickhard langsung mengambil Air mineral dari dalam kulkas dan langsung meminum nya dalam sekejap air mineral tersebut habis.
setelah itu dia mencuci wajah nya di wastafel yang ada di dapur.
Edward tersenyum melihat tingkah aneh kakak nya itu, dia penasaran apa sebenarnya terjadi dengan kakaknya.
Edward menghampiri Rickhard dia duduk di bangku makan dan sambil memainkan ponselnya.
" kakak kenapa?? kenapa wajah kakak merah begitu?" kata Edward menggoda kakaknya
" a...a..pa??" jawab Rickhard gugup tingkah nya seperti anak kecil yang tertangkap basah mencuri.
" hahahaha.... kenapa kakak gugup seperti itu, sebenarnya apa yang terjadi pada kakak?" kata Edward tertawa
" aku hanya kepanasan saja" kata Rickhard menghindar
" rumah kita ini dipenuhi dengan AC, lalu kenapa kakak bisa kepanasan" kata Edward
__ADS_1
" sudah diam lah" kata Rickhard yang sudah mulai kesal dengan godaan Edward
" hahahaha baiklah kak, jika airnya tidak mampu mendinginkan badan kakak, itu masih ada kulkas" kata Edward tertawa dan pergi meninggalkan Rickhard, dia takut singa itu mengamuk.