
Ayah Ariell langsung pergi meninggalkan kan Ariell untuk meredakan emosinya.
kini Ariell berbaring di kamar nya, dia sekarang sudah tinggal di kamar pembantu. dia membawa barang-barangnya dan juga membawa semua barang-barang ibunya.
di dalam kamar yang sempit ini Ariell menangis memandangi Poto ibunya.
" ibu...... mengapa engkau begitu cepat pergi???"
" aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi..."
" aku sendiri ibu... aku benar-benar sendiri..."
" apa yang kuharap kan untuk hidup?"
" untuk melawan mereka aku tidak berdaya... aku tidak punya kekuatan untuk itu ibu..."
" jika aku pergi.... kemana aku harus pergi.... dan ini adalah rumah ibu,, rumah kita... tidak mungkin aku meninggal kan nya"
" ibu........ aku merindukan mu.... ibu .."
" mulut mu bisa diam ngk?, mengganggu istirahat orang saja" kata pembantu yang disebelah kamar Ariell dan sambil memukul pintu kamar Ariell.
__ADS_1
tidak ada yang berada di pihak Ariell, para pembantu yang lama sudah di pecat semua oleh Ratna.
pagi ini Ariell cepat bangun untuk berangkat ke sekolah, sebelum berangkat dia serapan dulu, seminggu ini dia serapan sangat lah cepat karena untuk menghindari makan bersama dengan ketiga orang itu.
kini Ariell sudah sampai di meja makan. dia melihat disana daging sapi yang di gule, dan ini adalah ikan yang semalam. Ariell mencium daging tersebut, ternyata dagingnya sudah basi.
Ariell membuang daging yang basi itu ke tong sampah yang sudah disediakan di halaman dapur mereka. lalu dia menghampiri pembantu yang sedang memasak di dapur.
"Bi..... mana lauk kita yang baru dimasak?" kata Ariell
" tadi sudah saya buat di meja makan... makan lah yang di meja makan itu" kata pembantu
" sombong sekali kamu untuk membuang makanan, makan saja... itu yang ada tersisa,,, ini semua yang baru dimasak, kamu tidak diperbolehkan untuk makan yang baru dimasak. kamu hanya diperbolehkan untuk makan makanan sisa saja" kata pembantu itu
Ariell langsung mengambil semua makanan yang baru dimasak dan membuangnya ke tempat sampah. dan dia kembali mengambil daging yang sudah basi itu dari tempat sampah.
" kamu saja coba yang makan ini" kata Ariel memasukkan daging basi itu ke mulut pembantunya dengan secara paksa.
" apa yang kamu lakukan.... begitu sombongnya kamu... setelah kamu tidak mempunyai apa-apa" kata pembantu itu kepada Ariell.
" begitu tidak tahu dirinya kamu seorang pembantu bersikap seperti itu kepadaku" kata Ariell
__ADS_1
" lalu apa bedanya aku dengan dirimu, aku masih digaji sedangkan kamu tidak punya apapun" kata pembantu itu
" lihat saja,,, setelah aku mempunyai waktu untuk membalas kalian semua.... kamulah orang yang pertama yang saya hancurkan" kata Ariel pergi meninggalkan pembantu itu.
" sombong sekali kau.... hanya omongan saja yang ada di mulut mu itu" kata pembantu itu
hari ini Ariell duduk di halte bus menangis sambil menunggu mobil bus..... Ariell berusaha untuk menahan nya namun tidak bisa, disana orang lumayan banyak untuk menunggu bus.
namun air mata Ariell terus saja turun, akhirnya Ariell meluapkan nangis nya disana tanpa memperdulikan orang-orang disekitarnya.
ada sebagian merasa kasihan melihat Ariell dan ada sebagian merasa Aneh melihat Ariell.
tiba-tiba seseorang memberikan sapu tangan kepada Ariell, Ariell mendongakkan kepalanya nya ternyata Irwan yang memberikan sapu tangan nya.
" masuk lah kedalam mobil ku, disana kamu bisa memuaskan tangis mu, kalau kamu menangis disini orang-orang akan melihat mu Aneh" kata Irwan
Ariell hanya mengangguk kan kepada nya menuruti apa kata Irwan.
kini mereka sudah sampai di dalam mobil.
Irwan masih terdiam disamping Ariell, dan Ariell masih menangis, tidak ada kata apapun yang di ucapkan Irwan pada Ariell, dia hanya menunggu keadaan Ariell membaik.
__ADS_1