
suasana hati Ariell pada hari ini sangat tidak enak, untuk meninggalkan tempat ini tidak mungkin baginya karena dia pun sebenarnya masih sangat kangen Kepada kedua sahabatnya itu, sementara perasaan terhadap Irwan kini mulai hilang akibat kehadiran Rickhard didalam kehidupan nya.
Ariell tidak tahu sejak kapan perasaan itu berubah, namun bukan Ariell orangnya kalau tidak bisa memendam nya sendiri.
Erwin dan Hans memiliki sifat berbeda, Erwin kepribadian nya dominan dengan sifat hangat dan garing sementara Hans memiliki sifat yang dingin.
jika mereka bersama Erwin yang sering menjadi kan candaan, tetapi jika saatnya Erwin berbicara serius atau marah dia tidak perduli berhadapan dengan siapa. sementara Hans selalu berbicara dengan intinya saja, tidak perlu berbasa-basi dan jika berbicara dia tidak pernah memikirkan perasaan hati lawan bicaranya sakit atau tidak, begitulah sifat kedua sahabatnya Ariell.
"apa kamu tidak ingin mengundurkan diri dari pekerjaan mu" kata Erwin pada Hans
" kenapa harus mundur?" kata Hans
" coba deh kamu bayangkan, jadi pilot itu mengerikan. kita tidak tau pesawat jatuh pada saat kapan dan tidak ada kemungkinan bisa selamat jika terjadi kecelakaan. belum lagi itu, kamu tidak memiliki waktu luang jangankan untuk bertemu dengan pacar bertemu keluarga pun susah. bisa-bisa nanti kamu jadi perjaka tua karena pekerjaan mu itu, wanita pun akan berpikir seribu kali untuk menikah dengan mu karena pekerjaan mu" kata Erwin
"memang nya pekerjaan apa yang tidak ada resikonya? kalau masalah jodoh aku belum memikirkan itu" kata Hans
" terus Rill, apa kamu tidak ingin mencari pekerjaan?" kata Erwin
" apa?? kamu mau cari pekerjaan Rill??" tanya Rika
" kalau kamu butuh pekerjaan kamu datang saja ke kantor ku, kebetulan lagi ada posisi yang kosong" kata Irwan menawarkan pekerjaan pada Ariell
" maaf soal itu aku hanya bercanda" kata Ariell
" ternyata kamu masih perduli pada Ariell, kenapa sih kalian berdua ngk balikan saja?" kata Erwin
" apa-apaan sih win" kata Ariell
"memang nya kenapa?? toh juga Irwan masih mencintai mu" kata Erwin
" kita berkumpul disini bukan untuk bahas hubungan mereka berdua. apa ngk ada lagi topik lain yang akan dibahas " kata Hans berniat membantu Ariell
namun tidak lama kemudian Putri pun bergabung dengan mereka.
" sayang maaf aku terlambat" kata Putri pada Irwan
" eh..... si nenek lampir ini ngapain ada disini?" kata Erwin
" siapa lho sembarangan ngatain orang nenek lampir, kenal aja bukan" kata Putri
" syukur deh jika kamu tidak mengenal kita, kita pun sebaliknya" kata Hans
__ADS_1
" Ariell ternyata kamu disini juga" kata Putri namun Ariell tidak merespon sedikit pun
" maaf soal apa yang terjadi pada mu seminggu yang lalu aku sangat prihatin, aku sudah berusaha untuk menghentikan ayah tapi ayah tidak mendengarkan aku" kata Putri
" memangnya apa yang terjadi pada mu Rill??" kata Erwin dan Hans
" sebenarnya tidak ada yang terjadi, itu hanya goresan kecil saja" kata Ariell cuek
" tapi aku dengar kamu mengalami kerugian besar, apa kekasih mu tidak menolong mu atau jangan-jangan kamu sudah dicampakkan lagi. mungkin saja kekasih mu sudah tau tentang masa lalu mu" kata Putri
" bagiku mencari mainan seperti Edward sangat lah kecil" kata Ariell
" aku tau itu, karena kamu memang ahli di bidang itu" kata Putri
" apa kamu tidak ingin belajar dariku?? aku bersedia kapan pun untuk mengajarimu agar kamu tidak lagi mendapatkan sisa-sisa dariku, kamu belum pernah kan merasakan betapa bahagianya kita saat mendapatkan mainan yang masih baru dan tentunya belum disentuh siapa pun. dan siapa tahu ini berguna juga untuk mu nanti disaat kamu sudah kehilangan semua nya." kata Ariell
mendengar itu hati Putri sangat emosi, kalau dia tidak sedang bersama Irwan dia sudah menghajar Ariell. sementara yang lainnya hanya diam mendengarkan perdebatan keduanya.
" aku tidak memerlukan itu, karena hidupku sewaktu aku kecil hingga sekarang aku selalu bahagia. dimana tidak, ayahku sangat menyayangi ku walaupun aku bukan putri kandungnya" kata Putri membalas Ariell
" itu sudah biasa terjadi pada orang bodoh, mereka pasti lebih mencintai yang palsu daripada yang asli, karena dia tidak tau seberapa bagus nya kwalitas yang asli itu, atau mungkin dia tidak bisa mendapatkan yang asli karena nilai yang asli miliki sangatlah mahal dan tidak semua orang bisa mendapatkan yang asli".
"apa kamu bilang??? kamu mengatakan ayah mu sendiri bodoh?" kata Putri
" jika dia orang pintar, mana ada orang pintar yang bisa tertipu dengan barang yang palsu yang hanya cantik di luar saja tapi didalam kan belum tentu. penipuan terjadi pada seseorang karena dia memang bodoh. apa aku salah?" kata Ariell
Niat Putri ingin membuat Ariell kesal dan marah, tetapi keadaan nya malah terbalik.
" aku tidak perduli itu, yang penting ayahku sangat menyayangi ku" kata Putri
" oh ya..... apa kamu tidak berpikir sedikitpun, ayahmu bisa saja mencampakkan kalian berdua kapan pun" kata Ariell
" apa maksudmu berkata seperti itu, ayah ku bukan seperti itu." kata Putri
" hahahaha.... bukan kah kamu bilang ayahmu sangat menyayangi mu? lalu apa kamu tidak tau apa yang terjadi sekarang pada ayahmu yang bodoh itu" kata Ariell
" memang nya apa yang terjadi pada Ayah" kata Putri
" apa kamu tidak tau hidup ayahmu sekarang dalam bahaya, dan mungkin saja dia bisa mati dalam waktu dekat ini" kata Ariell
" Ariell apa yang kamu katakan" kata Putri
__ADS_1
" hahahaha sebaiknya kamu cepat lah sadar.... bukan kah kalian selama ini hidup di atap yang sama? lalu apa kamu tidak tau apa yang terjadi pada ayahmu? semuanya kembali kenyataan hanya yang aslilah yang bisa menolong nya. apa kamu tau ayahmu bisa saja tertolong tetapi itu kuncinya semua ada padaku" kata Ariell
" apa maksudmu" kata Putri
" berpuas-puaslah menikmati harta ibuku, karena sebentar lagi kalian tidak akan bisa menikmati nya dan dalam waktu dekat ini tanpa aku susah-susah merebutnya dia akan sendirinya datang padaku. ternyata tidak sesulit yang aku bayangkan, lagi-lagi waktu berpihak kepada ku " kata Ariell
" Ariell kata kan pada ku jangan berbelat-belit " kata Putri
" hahahaha lihatlah betapa takut nya dirimu saat kamu tau kartu ATM mu sudah tidak berfungsi lagi" kata Ariell tertawa
" Ariell cepat katakan jangan membuat ku marah" kata Putri
" kamu akan mengetahui nya sendiri, mungkin ini akan di tayangkan di seluruh siaran televisi. tapi jujur sebenarnya aku tidak ingin melihat kalian langsung hancur begini. yang aku inginkan kehancuran kalian itu terjadi dengan secara perlahan agar kalian mendapatkan luka yang ringan tapi berkepanjangan. tapi Tuhan sudah membantu ku, mungkin ini buah kesabaran ku selama sepuluh tahun terakhir ini" kata Ariell
" Irwan ayok kita pergi" kata Putri membawa membawa Irwan
setelah mereka berdua pergi Erwin langsung bertanya sebenarnya apa yang sudah terjadi.
" memang nya apa yang terjadi pada om Herman Rill" kata Erwin
" dia mengalami gagal ginjal" kata Ariell
" terus kamu mau mendonorkan ginjal mu padanya?" kata Hans
" Ariell jangan lakukan itu" kata Rika
" bagaimana pun dia masih ayahku, hanya aku satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan nya" kata Ariell
" lalu apa dia menganggap mu selama ini anaknya? kamu jangan bodoh, kamu pikirkan bagaimana cara dia memperlakukan mu " kata Hans
" dia mendapat ginjal ku tidak gratis, mungkin dengan ini cara ku agar aku bisa merebut semua milik ibu ku" kata Ariell
" tapi tidak dengan cara seperti ini Rill" kata Erwin
" ini kesempatan yang pas buat ku, setelah sepuluh tahun lamanya aku menunggu lalu apa aku akan menunggu nya kembali?. lagi pula bagaimana pun juga, dia masih ayahku" kata Ariell
" aku tau itu dia ayahmu, tapi apa pernah dia melihat mu sedikit pun" kata Rika
" aku tau itu, tapi dia sudah mendapatkan ganjaran yang setimpal atas perbuatannya selama ini padaku. aku tidak ingin mempunyai dosa yang begitu besar terhadap orang tua ku, ini adalah cara Tuhan untuk membantu ku" kata Ariell
" terserah kamu saja kalau begitu, bagaimana pun itu hak mu. kami tidak bisa melarang mu" kata Hans
__ADS_1