Terpaksa Harus Menikahi Ku

Terpaksa Harus Menikahi Ku
EPISODE 68


__ADS_3

keesokan harinya, Martin sudah membuat janji perihal pertemuan mereka dengan Herman.


setelah ibu Ariell meninggal ini yang pertama bagi Ariell datang ke kantor ini. banyak karyawan yang sudah tidak dikenali Ariell, mungkin mereka karyawan baru dan diantara mereka masih ada yang mengenal Ariell.


di pintu masuk kantor, Martin sudah menunggu Ariell. Martin membawa Ariell masuk keruangan Herman, setelah lima menit kini mereka sudah sampai di dalam ruangan Herman.


tanpa di persilahkan Ariell langsung duduk, pandangan nya tertuju pada foto pernikahan Herman dan Ratna yang terpajang di ding-ding.


" kita langsung ke intinya saja, terus terang saya tidak ingin berbasa-basi dengan anda" kata Ariell


" baik katakan apa yang kamu inginkan" kata Herman


" jika anda ingin mendapatkan ginjal saya, maka serahkan semua properti milik ibu saya" kata Ariell


" tidak bisa, aku hanya memberikan rumah padamu tidak dengan perusahaan ini" kata Herman


" ternyata anda masih tetap serakah walaupun kematian sudah dihadapkan anda" kata Ariell


"jika kamu meminta perusahaan juga, apa yang akan kami gunakan untuk bertahan hidup" kata Herman


" saya tidak perduli soal itu, lagi pula anda sudah melihat saya. saya bahkan bertahan hidup sepuluh tahun ini tanpa uang sepeserpun dari anda" kata Ariell


" aku tidak bisa menyerahkan perusahaan, lebih baik saya mati" kata Herman


" apa anda lebih mementingkan kebahagiaan keluarga anda daripada nyawa anda sendiri? bahkan keluarga yang tidak pernah menganggap anda sedikit pun. anda rela membuang keluarga anda sendiri demi mempertahankan orang yang ingin menghancurkan anda. betapa bodohnya anda" kata Ariell


" jaga bicaramu Ariell" kata Herman


Ariell langsung melemparkan sebuah file kearah Herman.


" coba anda lihat sendiri" kata Ariell


" apa ini" kata Herman meraih file yang diberikan Ariell kepada nya.


Herman melihat beberapa foto Ratna sedang bersama dengan seorang pria, dan sepertinya hubungan Ratna dengan pria itu sangat intim.


disana banyak foto Ratna yang tidur dengan pria itu, awal nya Herman tidak percaya itu namun bukan cuman foto yang ada disana. ada sebuah USB dan dengan penasaran Herman memutar isi video USB itu.


" sayang.... kamu bersabar lah sebentar lagi kita akan hidup bersama-sama lagi. sebentar lagi si tua Bangka itu akan tewas, dia tidak tau bahwa selama ini aku sudah mencampur obat kedalam minuman nya untuk merusak ginjal nya."


" setelah itu dia akan perlahan mati, dan otomatis hartanya akan jatuh semua kedalam tangan ku, kita bertiga akan hidup bahagia hanya kita bertiga" kata Ratna tertawa sambil bermain di pelukan pria itu


" tapi apa kamu yakin sayang, dia akan menyerahkan hartanya kepada mu? bagaimana jika dia memberikan nya pada anaknya" kata pria itu


" itu tidak akan pernah terjadi sayang, bahkan pernikahan kami belum berumur seminggu, aku sudah berhasil membuat si tua Bangka itu membuang anaknya"

__ADS_1


" dia memang sangat mudah untuk di tipu, dan selama ini si tua Bangka itu sangat membenci anaknya sendiri, dia bahkan lebih mencintai putri kita" kata Ratna


" hahahaha dia memang bodoh,,," kata pria itu


" dia dibodohkan cinta nya sayang, ternyata usaha kita selama ini tidak sia-sia" kata Ratna


" tapi bagaimana jika dia tidak mati sayang" kata pria itu


" dia pasti mati karena setahun ini dia sudah sering keluar masuk rumah sakit, dan riwayat penyakit nya adalah gagal ginjal, dan itu hasil yang aku tanam selama ini kepada nya dan aku akan terus meracuninya sampai dia mati." kata Ratna


" hahahaha dasar bodoh" kata pria itu


Ariell mendapatkan itu semua dari Martin, karena semenjak kesehatan Herman mulai bermasalah, Martin mencurigai Ratna dan menyuruh seseorang untuk mengikuti Ratna tanpa di ketahui Ratna dan Herman. dan dengan usaha Martin selama tiga tahun ini dia berhasil mengungkap siapa sebenarnya Ratna dan juga dengan cara ini dia membantu Ariell merebut milik Wulan.


semenjak Ariell pergi keluar negeri kejadian seminggu yang lalu itulah pertemuan pertama Martin dengan Ariell. dan semenjak kejadian itu juga dia menjadi sering menemui Ariell untuk membicarakan tentang masalah ini.


Herman sangat emosi dan memukul meja dihadapan nya.


" Ariell katakan dari mana kamu mendapatkan semua ini" kata Herman


" anda tidak perlu tahu darimana saya dapatkan itu semu, sekarang anda harus mengambil kesimpulan nya jika ingin bertahan hidup. jika anda mati pun harta ibu akan tetap kembali ke tangan ku dengan menyerahkan bukti-bukti itu kepengadilan. jadi anda harus memilih hidup atau mati" kata Ariell


" Martin kumpulkan semua para pemegang saham adakan rapat dadakan malam ini. dan segera persiapkan semua berkas yang di butuhkan Ariell" kata Herman


tidak memakan waktu yang banyak karena memang dalam seminggu ini Martin sudah mempersiapkan apa yang diminta Ariell.


tanpa berpikir panjang, Herman menanda tangani semua berkas yang diberikan Martin dan menyerahkan nya kepada Ariell.


" baiklah urusan kita belum selesai" kata Ariell mengambil berkas-berkas tersebut


" bagaimana dengan perjanjian kita" kata Herman


" saya akan menyetujui perjanjian itu jika urusan kita sudah selesai. ingat anda belum menyerahkan saham saya yang sudah tertanam disini, saham ibu dan juga saham anda" kata Ariell


" baiklah kamu harus hadir dalam rapat malam ini" kata Herman


" baiklah kalau begitu saya pergi dulu masih banyak yang ingin saya urus sampai bertemu kembali nanti malam." kata Ariell


sesampainya Ariell di rumah dia melihat Amira, Willchard dan Rickhard duduk di bangku sofa, Rickhard sedang membaca koran sementara Amira tidur dan menjadikan paha Rickhard yang jadi bantalan nya.


" darimana saja kamu, kamu seorang pengasuh tapi bisa-bisa nya kamu berkeliaran seperti itu tanpa menjaga Ricky. kamu tidak bertanggung jawab banget yah" kata Amira dan bangunan dari tidurnya


" maafkan aku, ada beberapa hal yang ingin aku urus" kata Ariell


" terus kamu pikir rumah ini tempat mu untuk bermain? memang nya siapa kamu yang keluar masuk rumah ini dengan sesuka mu" kata Amira

__ADS_1


" Amira.... biarkan saja dia toh juga Ricky mengijinkan nya" kata Rickhard


" tidak boleh seperti itu. kemarin juga dia sudah kelayapan satu harian dan ini bolos lagi, memang nya dia bos. jangan dia pikir dia bisa berbuat semaunya karena Ricky bersikap baik kepadanya. bagaimana pun juga Ricky itu tanggung jawab nya" kata Willchard


" Ricky yang memberikan tante Ariell ijin karena selama sebulan ini tante Ariell tidak ada istirahat" kata Ricky yang baru saja tiba dengan Edward


" tapi Ricky..... kamu tidak bisa dong ambil kesimpulan tanpa berbicara dengan papah mu, bagaimana pun juga papah mu lah yang membayar nya" kata Amira


mengingat satu bulan lebih pernikahan Ariell dan Rickhard, Rickhard lupa memberi kan uang untuk Ariell, baik itu uang belanja maupun untuk kebutuhan Ariell.


" selama sebulan ini aku belum membayar nya, untung saja kamu mengingat kan ku. ternyata sudah lewat satu Minggu waktunya Ariell gajian, maaf kan aku atas kelalaian ku" kata Rickhard


" tidak apa-apa TUAN, karena saya belum membutuhkan nya, dan saya masih memiliki uang. untuk gaji saya tolong TUAN pegang saja dulu anggap saja saya menabung pada TUAN" kata Ariell dengan menekan kan kata tuan


" baiklah jika itu yang kamu inginkan" kata Rickhard


" tapi tuan sebelum nya saya minta maaf, bisakah tuan memberikan saya izin cuti satu minggu ini?" kata Ariell


Rickhard sangat terkejut mendengar permintaan Ariell, bukan cuman dia mereka semua sangat terkejut dengan permintaan Ariel, terlebih Ricky.


" enak saja kamu, masih satu bulan kerja tapi sudah sesukamu untuk meminta cuti" kata Amira


" jika memang tuan tidak menginginkan saya cuti, maka saya akan mengundurkan diri dari pekerjaan ini" kata Ariell yang sudah jenuh terhadap kelakuan Rickhard dan Amira.


mendengar Ariell ingin berhenti, Rickhard dan Ricky pasti tidak akan membiarkan itu terjadi.


" tidak bisa.... tante Ariell tidak boleh pergi" kata Ricky


"sayang tante hanya satu Minggu saja izin, setelah itu tante akan kembali itu pun kalau tuan memberikan ijin nya, jika tidak tante akan selamanya tidak datang lagi" kata Ariell


" tapi tante mau kemana selama itu, Ricky tidak bisa lama-lama berpisah dengan tante" kata Ricky


" banyak yang ingin tante urus, satu minggu hanya waktu yang sebentar kok sayang" kata Ariell


" tapi tante kenapa satu minggu, tidak bisakah tiga hari saja" kata Ricky


kemudian Ariell membisikkan sesuatu di kuping Ricky.


" baiklah tante Ricky ijinkan tante, tapi jika urusan tante selesai sebelum satu minggu, tante cepat datang kesini yah" kata Ricky


" baiklah sayang" kata Ariell


" papah tolong kasih izin pada tante" kata Ricky memerintahkan Rickhard


" baiklah jika kamu sudah mengijinkan nya, papah akan berikan" kata Rickhard

__ADS_1


__ADS_2