
" lalu apa Ariell mengetahui bahwa Ricky adalah anak nya" kata Willchard
" sampai sekarang tidak pah, selama ini Ariell mengira anaknya sudah meninggal. tetapi pada saat Ricky kecelakaan Ariell bertemu dengan seorang perawat yang merawat Ariell dulu pada saat persalinan"
" perawat itu bertanya kepada Ariell perihal anaknya"
" dan tiga bulan yang lalu, Refan melamar Ariell namun Ariell menolak Refan. Refan memberitahukan pada Ariell bahwa anaknya masih hidup" kata Edward
" apa??? Refan??" kata Willchard
" iya pah. Refan berjanji pada Ariell, jika Ariell bersedia menikah dengan nya maka Refan akan membawa anaknya kepada Ariell"
" Refan tau semua informasi tentang anaknya Ariell karena dialah dalang dibalik semua ini yang dilakukan tujuh tahun yang lalu. tapi Ariell tidak tahu bahwa ini perbuatan nya, hingga sampai saat ini dia masih berpikir bahwa ini perbuatan keluarga nya"
" akibat penjelasan Refan membuat kegigihan Ariell untuk menemukan anaknya. tiga bulan yang lalu, Ariell bertemu dengan keluarga nya untuk bertanya keberadaan anaknya dan Ariell mengancam ibu tirinya. dia mengatakan untuk men ceblos kan ibu tirinya kepenjara atas perbuatannya Kepada Ariell dan juga anaknya."
" namun sebelum Ariell melaporkan ibu tirinya ke polisi, saudara tirinya sudah lebih dahulu menusuk perut Ariell, hingga Ariell tidak sadarkan diri sampai saat ini" kata Edward menjelaskan
Willchard yang mendengar kan penjelasan Edward membuat dadanya sesak untuk bernafas.
" a.....m..bil...kan...o..bat...ku" kata Willchard dengan terbata-bata
Rickhard langsung pergi berlari untuk mengambil kan obat Willchard sementara Amira berlari ke dapur untuk mengambil air minum. melihat keadaan Willchard, Edward menangis sambil memeluk tubuh Ayahnya.
" pah maafkan aku..." kata Edward menangis
kini Rickhard dan Amira sudah tiba di tempat, Rickhard langsung memasukkan obat itu ke mulut Willchard.
setelah lima menit, keadaan Willchard sudah semakin membaik.
" sini kamu" kata Willchard kepada Rickhard
Rickhard mendekat lagi kepada ayahnya.
" jadi Ariell menantuku?" kata Willchard
"iya pah.... jika papah mau, aku bersedia menceraikan nya sekarang" kata Rickhard
plaaakkkkk " apa yang kamu katakan, kamu memang tidak berguna, kamu bodoh" kata Willchard menampar Rickhard
" kenapa kamu tidak memberi tahu kan ini pada papah? setidaknya walaupun hanya sebentar aku bisa memperlakukan menantuku dengan baik"
" seandainya aku tahu kebenarannya dari awal aku pasti sangat bahagia mengetahui anakku menikahi ibu kandung cucuku" kata Willchard menangis
" tapi sekarang menantuku sedang tidak sadarkan diri demi mencari Ricky, dan aku hanya diam saja mendengarkan hinaan Amira terhadap menantuku"
" ini semua salah mu." kata Willchard menangis menyesal dan menyalahkan Rickhard
" tidak.... tapi om bagaimana dengan pernikahan kami" kata Amira
" maafkan om Amira, ini semua salah paham. tidak mungkin aku menikahkan anakku yang sudah menikah" kata Willchard meminta maaf kepada Amira
__ADS_1
" kalian jahat.... kalian semua sudah mempermainkan hidupku" kata Amira pergi meninggalkan rumah
" jadi papah merestui pernikahan kami" kata Rickhard tersenyum
" apa yang kamu katakan, sebelum aku pergi aku hanya ingin melihat kebahagiaan anak-anak ku."
" dan jika kamu menyakiti menantuku, aku lah yang akan membunuh mu" kata Willchard
" papah terimakasih" kata Rickhard memeluk Willchard
" kamu juga mengikuti kebodohan kakak mu. ya Tuhan..... kenapa Engkau memberikan aku dua putra yang sangat bodoh" kata Willchard, mendengar ayahnya berkata seperti itu Edward dan Rickhard tertawa.
" tapi sudahlah walaupun begitu, Tuhan masih tetap adil kepada ku, Dia memberiku dua putra yang bodoh dan Dia juga memberikan ku cucu yang sangat pintar dan juga menantu yang sangat baik dan tentunya cantik. jadi semua nya impas, aku tidak perlu sedih" kata Willchard
" terimakasih pah... papah tidak pernah menyalahkan keputusan yang aku ambil" kata Rickhard
" apa yang bisa ku lakukan, aku hanya orang tua yang ingin bahagia melihat kebahagiaan anak-anak nya. dan kamu juga Edward cepatlah menikah" kata Willchard
" pah... jika aku menikah, lalu bagaimana dengan papah" kata Edward
" kenapa dengan ku?" kata Willchard
" kak Rickhard mempunyai pasangan, aku mempunyai pasangan lalu papah dengan siapa? kalau begitu papah menikah lah juga" kata Edward
" aku sudah menikah maka nya ada kalian berdua bodoh" kata Willchard menoyor kepala Edward
" apa papah tidak ingin menikah lagi" kata Edward
" tidaklah pah,, malu lah aku" kata Edward
" terus kenapa kamu menyuruhku untuk menikah" kata Willchard
" aku suruh menikah bukan untuk mempunyai anak" kata Edward
" terus untuk apa?" kata Willchard
Edward jadi malu sendiri, dia menyesal karena sudah menyuruh ayah nya untuk menikah.
" huh.... aku bisa bodoh jika kelamaan bersama dengan kalian berdua, lebih baik aku bersama cucuku saja" kata Willchard menghembuskan nafas nya dengan berat.
Edward dan Rickhard hanya tertawa mendengar perkataan ayahnya.
Willchard melihat Ricky sedang menangis.
" Ricky sayang apa yang membuat mu menangis" kata Willchard
" kalian semua jahat, kalian semua membohongi Ricky" kata Ricky
" membohongi???? membohongi apa??" kata Willchard
" kalian bohong,,, kenapa kalian tidak jujur pada Ricky bahwa tante Ariell ibu kandung Ricky" kata Ricky
__ADS_1
" kakek tidak berbohong pada Ricky, kakek juga baru tahu kok soal ibu kandung Ricky. papah Ricky yang bohong bukan kakek" kata Willchard
" om Edward dan papah sama saja, mereka berdua sama-sama jahat, tante Ariell juga sama. kenapa aku menyukai orang pembohong" kata Ricky
" Ricky marah banget yah karena mereka ketahuan berbohong pada Ricky" kata Willchard
Ricky menganggukkan kepalanya.
" mmmm.... berarti kakek pun harus nya marah dong sama Ricky, Ricky juga bohongin kakek. tapi kakek ngk marah tuh..." kata Willchard mencoba membujuk Ricky dengan lembut.
" Ricky tidak bohong pada kakek" kata Ricky
" benarkah.... lalu kenapa Ricky tidak memberitahu kan pada kakek bahwa papah kamu sudah menikah dengan mamah kamu" kata Willchard
" mamah yang melarang, mamah takut kakek sakit. mamah bilang ada saatnya untuk berbohong demi kebaikan. makanya Ricky tidak memberitahu Kakek" kata Ricky dan tangis nya sudah mulai reda
" tapi Ricky menuruti nya kan?" kata Willchard
" tapi mamah yang suruh kek" kata Ricky
" iya tetap saja Ricky bohong" kata Willchard
" lagian salah kakek sendiri" kata Ricky yang tidak terima disalahkan
" loh.... kenapa jadi kakek yang disalahkan, kakek kan tidak tau yang sebenarnya dan lagian kakek adalah hanya seorang korban disini" kata Willchard juga tidak terima
" iya lah.... salah kakek kenapa Ricky bohong. siapa suruh kakek sakit" kata Ricky
mendengar itu Willchard tertawa.
" hahahaha.....kalau begitu salah kan waktunya dong" kata Willchard
" kenapa waktu kek" kata Ricky
" iya lah.... kenapa waktu itu kakek lahir begitu cepat, seandainya saja kakek dilahirkan sama dengan Ricky. pasti kakek masih muda dan tidak tua seperti ini, maka kakek tidak akan sakit" kata Willchard
" kalau kakek lahir sama dengan Ricky, berarti kakek tidak jadi kakek Ricky dong" kata Ricky
" nah.... itu Ricky tau" kata Willchard
" lalu apa hubungannya dengan papah, dan mamah?" kata Ricky
" ada waktu yang tepat untuk kita mengakui semua kesalahan kita, dan ada waktunya kita untuk berbohong, seperti yang Ricky bilang tadi ini demi kebaikan seseorang. nah jadi semuanya tergantung pada waktu" kata Willchard
" mungkin om dan papah kamu menunggu waktu yang tepat untuk memberitahukan Ricky soal mamah kandung Ricky."
" dan kita tidak tau apa yang akan terjadi jika waktu nya tidak pas, sama halnya dengan kelahiran kakek bersama Ricky" kata Willchard menjelaskan agar Ricky tidak salah paham kepada Edward dan Rickhard.
"maafkan Ricky kek" kata Ricky memeluk kakeknya
" kakek juga minta maaf sayang, karena kakek selama ini mengecewakan mu" kata Willchard
__ADS_1
Edward dan Rickhard tersenyum melihat Ricky dan ayah mereka, entah sejak kapan keduanya berada di pintu kamar Ricky.