
" lagian jebakan atau tidak, sebelum kita memancing kita harus menyiapkan umpannya dulu kak" kata Edward
"lalu apa yang akan menjadi umpannya?" tanya Rickhard
" kakak temuilah Refan, katakan padanya bahwa kakak mencintai Ariell dan ingin menikahinya dalam waktu dekat" kata Edward
" bagaimana jika itu tidak berhasil??" kata Rickhard
" mari kita lihat dulu. aku rasa kita akan berhasil" kata Edward
" baiklah, atur waktu ku untuk bertemu dengan nya dalam waktu dekat" kata Rickhard
" baiklah kak" kata Edward
" segera obati luka mu" kata Richard menepuk pundak Edward lalu dia pergi keruang tunggu Ricky.
Edward tersenyum melihat punggung kakaknya, bukan cuman sekali ini saja Edward mendapatkan perlakuan seperti itu dari Richard. jika nyawa Ricky dalam bahaya pada saat bersama Edward, Edward lah yang akan menjadi tameng dan pelampiasan emosi Richard.
" bagaimana keadaannya? apakah dokter sudar mengabari sesuatu??" kata Rickhard Kepada Ariell
Ariell hanya menggeleng kan kepalanya.
" apa ?? dia hanya menggeleng begitu saja?? apa mulutnya sekarang tidak berfungsi lagi?? kemana harimau yang menggonggong itu?" batin Richard kesal karena Ariell tidak berbicara
" lalu apa hubungan mu dengan Refan?" tanya Rickhard lagi
__ADS_1
Ariell tidak menjawab, dia hanya memberikan tatapan tajam Kepada Rickhard.
" lihatlah... apa yang terjadi kepada harimau ini? sekarang dia bahkan berubah menjadi seekor kucing yang jinak?" batin Richard lagi
"apa telinga mu tidak berfungsi?? apa kamu tidak memiliki mulut untuk menjawab?" kata Rickhard lagi
" tolong diam lah " kata Ariell
" oh. ternyata keduanya masih berfungsi " kata Rickhard sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
" lihatlah orang ini,,,, apa sebenarnya yang terjadi antara dia dengan Edward?? atau jangan-jangan dia memiliki kepribadian ganda lagi. mungkin yang tadi itu mirip seperti singa yang mengamuk?? dan mungkin ini sekarang menjadi seperti seekor kelinci yang dikurung??"
" bahkan hari itu dia juga seperti singa? " pikir Ariell
namun tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan dokter keluar dari dalam ruangan.
" anak bapak untuk sementara mengalami kelumpuhan, karena tulang punggung nya patah" kata Dokter itu
" lalu sampai kapan anak saya seperti ini dok" kata Rickhard
" kita harus tunggu dulu keadaan anak bapak betul-betul sehat setelah itu kita akan melakukan kemoterapi tulang"
"sekarang pasien masih belum sadar mungkin sekitar tiga jam ke depan. dan sekarang kalian sudah bisa menjenguk nya tapi jangan terlalu banyak" kata dokter itu
" baiklah dok, terimakasih" kata Rickhard
__ADS_1
" kalau begitu saya permisi dulu" kata dokter itu
setelah kepergian dokter itu, mereka berdua hanya diam saja lalu Richard mencoba memulai untuk berbicara.
" apa kamu ingin menjenguk Ricky??" tanya Rickhard
namun sebelum Ariell menjawab seseorang perawat menyapa Ariell.
" hei kamu Ariell kan??" kata perawat itu
" iya mbak... apa kita saling kenal? maaf mungkin aku melupakannya" kata Ariell
" tentu saja kita kenal, tapi lebih tepatnya aku yang lebih mengenal kamu" kata perawat itu
"apa kita pernah bertemu?? tapi aku betul-betul tidak mengingat nya" kata Ariell
" tentu saja kamu tidak ingat dengan ku, karena pada saat itu kamu tidak sadarkan diri karena kamu mengalami kecelakaan dan karena keadaan mu dan bayimu sangat rawan dan terpaksa kamu harus dioperasi pada saat itu juga."
" oh ya dimana anak mu?? saya rasa dia sudah besar sekarang" kata perawat itu
Rickhard sangat terkejut mendengar bahwa Ariell pernah mengandung.
" apa maksud mbak??? bukan kah anak ku pada saat itu??" namun tiba-tiba Ariell berhenti berbicara karena seseorang dokter memanggil perawat itu.
" maaf aku harus pergi " kata perawat itu
__ADS_1
" mbak... tunggu dulu... kita harus bicara" kata Ariell pergi mengejar perawat itu.