Terpaksa Harus Menikahi Ku

Terpaksa Harus Menikahi Ku
EPISODE 14


__ADS_3

" hahahaha.... apa kah kamu mencoba ingin menjual ku tuan Herman yang terhormat?" kata Ariell sambil tertawa yang dipaksakan.


" ini demi masa depan mu Ariell" kata Herman


" sejak kapan kamu perduli dengan masa depan ku" kata Ariell


" jangan mencoba melawan ku, keputusan ayah sudah bulat" kata Herman


" kamu bukan ayahku, jangan menyebut kan itu padaku" kata Ariell


" aku tidak mau tahu,,, apapun alasannya kamu harus menikah dengan pa Sihar" kata Herman


" berhenti memaksa ku kau tidak punya hak untuk itu, kalau aku tidak mau apa kamu akan membunuh ku tuan Herman" kata Ariell


ada rasa kasihan keluarga Irwan melihat Ariell yang diperlakukan Herman seperti itu, tapi mereka tidak ingin ikut campur masalah keluarga itu. Ratna yang menyadari itu tidak mau diam.


" kamu pikir ada laki-laki yang akan menikahi mu kalau mereka tau kamu tidak perawan lagi, hanya pa Sihar yang mau menerima mu dengan keadaan mu seperti itu" kata Ratna


" jangan ikut campur masalah ku,, lebih baik urus saja anak mu" kata Ariell pada Ratna


" Ariell.... sampai kapan kamu untuk tidak bersikap sopan kepada orang tua" kata Herman


" kalian berdua bukanlah orang tua" kata Ariell


" pokoknya Minggu depan kamu harus menikah titik" kata Herman

__ADS_1


" aku sudah hamil,,,, pa Sihar... apakah kamu juga ingin menikahi ku setelah kamu tau aku mengandung anak orang lain?" kata Ariell


semua orang sangat terkejut, termasuk Irwan.


" apa-apaan ini Herman,, kamu ingin mencoba mempermainkan ku, aku bisa terima kalau dia tidak perawan, tapi aku tidak bisa terima kalau dia hamil" kata Sihar


" Ariell kamu mencoba membohongi kami kan?" kata Herman


" apa sebegitu pentingnya kalian bagi ku, hingga aku harus membuang-buang waktu ku untuk membohongi kalian" kata Ariell


" maaf Herman, aku tidak ingin menikahi nya lagi" kata Sihar dan pergi meninggalkan keluarga Herman


" aku rasa tidak ada lagi yang penting, jadi aku pergi dulu" kata Ariell pergi meninggalkan mereka semua.


tidak terasa waktu terus berputar hari berganti hari bulan berganti bulan, kini usia kandungan Ariell sudah memasuki 9 bulan. kini kedua sahabatnya Ariell sudah pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studinya.


pada saat Ariell ingin pergi ke kamarnya, dia terjatuh akibat minyak goreng yang ditumpahkan di lantai.


wajah Ariel sangat pucat dia sudah tidak sadarkan diri. Ariell mengalami pendarahan, sehingga tidak ada cara lain dokter harus mengoperasi Ariell.


setelah lima hari Ariell koma kini dia sudah sadar, dia melihat perutnya sudah tidak membesar lagi.


" di mana anak ku dok?" kata Ariell kepada dokter


" maaf nona Ariell, anak Anda tidak bisa kami selamatkan" kata dokter

__ADS_1


" tidak mungkin dokter pasti bohong" kata Ariell


" Anda mengalami pendarahan nona, jadi bayi anda tidak bisa kami selamatkan" kata dokter


Ariell sangat terpukul mendengar apa kata dokter, dia menangis histeris.


" tidak....... anakku tidak mungkin meninggal, anakku pasti hidup. kalian semua ingin membohongiku" kata Ariell menangis


tidak lama kemudian Herman dan Ratna masuk ke ruangan Ariell.


" kami turut berduka cita atas meninggalnya anak mu" kata ratna


" ini semua gara-gara kamu, aku yakin kalian sengaja menumpahkan minyak itu" kata Ariell


" Ariel kamu berhenti menuduhnya, ini semua kesalahanmu yang tidak berhati-hati" kata Herman


" kalian semua jahat,,," kata Ariel


" cepatlah sehat,,, kamu akan aku kirim ke Korea" kata Herman


seketika Ariell berpikir, mungkin dengan meninggalkan mereka Ariell bisa hidup tenang. setelah dia berhasil baru dia memulai balas dendamnya kepada ibu tirinya dan juga ayahnya.


" di sana kamu akan kuliah, aku sudah urus semuanya. seminggu lagi kamu akan berangkat, persiapkan dirimu." kata Herman


" oke baiklah saya terima tawaran mu" kata Ariell

__ADS_1


" aku akan mengirim biaya kuliahmu sebulan sekali" kata Herman


Ariell hanya diam menyetujui apa kata Herman.


__ADS_2