
keesokan harinya mendengar Ariell sudah sadar, Rika dan Erwin berniat menjenguk Ariell hari ini, namun Hans tidak bisa datang karena dia belum mendapatkan libur.
Hans mendapatkan libur panjang hanya dua Minggu dalam enam bulan, namun mereka mendapatkan of seminggu sekali.
sebelum kerumah sakit Rika membeli buah terlebih dahulu dan pada saat yang bersamaan Edward membeli bunga.
Rika agak berlari kearah mobil Erwin dia takut Erwin menunggu nya terlalu lama, namun Rika menabrak Edward dan buah yang dibeli Rika jatuh berceceran sementara bunga yang di beli Edward jatuh dan rusak.
" hei.... apa kamu tidak mempunyai mata, bisa-bisa nya kamu menabrak ku dijalan yang lebar seperti ini" kata Rika
" maaf nona, anda lah yang lebih dulu menabrak ku" kata Edward
" kamu yang menabrak aku" kata Rika
" baiklah aku minta maaf jika aku tidak sengaja melakukan nya" kata Edward mengalah
" tidak bisa, kamu harus ganti rugi" kata Rika
" baiklah memangnya berapa harga buah-buahan mu itu" kata Edward
" ini buah yang berkualitas dan segar jadi tentunya harganya mahal" kata Rika
" katakan berapa harga nya" kata Edward
" 150 ribu" kata Rika
" baiklah, tapi sebelum itu, nona juga harus ganti rugi atas bunga saya yang anda rusak. dan kita sama-sama ganti rugi " kata Edward
" katakan berapa harga bunga mu itu" kata Rika
" bunga itu masih segar dan impor, tentunya harganya mahal juga" kata Edward
" katakan berapa harga bunga mu" kata Rika
"harga per tangkai bunga itu 35 ribu dan bunga itu sebanyak 100 tangkai, jadi jumlah keseluruhan nya tiga juta lima ratus. tiga juta lima ratus dikurang seratus lima puluh ribu berarti anda harus membayar nya tiga juta tiga ratus lima puluh ribu lagi" kata Edward
" apa???? kamu ingin menipuku....." kata Rika terkejut
" kenapa saya harus menipu anda nona. kalau anda tidak percaya tanyakan saja langsung ke toko bunga itu" kata Edward
" bagaimana mungkin anda bisa menghabiskan uang sebanyak itu hanya untuk membeli barang seperti itu" kata Rika
__ADS_1
Edward bingung dengan sikap Rika
" uang kan uang saya, lalu kenapa anda yang sibuk" kata Edward
" memang begini nih kelakuan orang kaya, sombong nya minta ampun" kata Rika
" yah sudah jika anda tidak mampu membayar nya tidak apa-apa, tapi setidaknya anda minta maaf" kata Edward
" minta maaf..... kamu yang menabrak ku" kata Rika
" bukan kah anda yang berlari dan tidak hati-hati, jadi tidak sengaja anda menabrak saya" kata Edward
" aku kan tidak sengaja karena aku buru-buru " kata Rika
" ya sudah, jika tidak sengaja maka meminta maaf lah" kata Edward
" aku tidak akan meminta maaf" kata Rika
" kalau begitu silahkan bayar bunga saya yang anda rusak" kata Edward
" baiklah...." kata Rika mengambil dompetnya dari tas nya.
" aku hanya mempunyai uang segini, nanti sisanya aku bayar" kata Rika memberikan uang itu kepada Edward
Edward tersenyum dan menggaruk kepalanya .
" baiklah jika kamu tidak ingin minta maaf, lupakan saja soal itu. uangnya anda pegang saja, saya tidak kekurangan uang " kata Edward
" dasar orang sombong kata " kata Rika
" kok jadi saya yang sombong, saya tidak mengerti maksud anda" kata Edward
karena merasa kelamaan menunggu, Erwin datang menyusul Rika.
" mbak Rika kenapa lama sekali" kata Erwin
umur Rika dan Erwin berbeda lima tahun jaraknya.
" Win syukurlah kamu datang, apa kamu punya uang cash" kata Rika
" ada untuk apa Mbak" kata Erwin
__ADS_1
" pinjam kan aku uang mu tiga juta" kata Rika
Erwin memberikan tiga juta kepada Rika.
" ini..... aku bayar bunga mu" kata Rika
Erwin yang bekerja sebagai produser dia pasti kenal dengan Edward.
" pak Edward..." kata Erwin
" anda mengenal saya" kata Edward
" tentu saja saya mengenal bapak, bapak kan pengusaha muda dari keluarga Dirgantara. saya merasa senang bisa bertemu langsung dengan bapak" kata Erwin
" apa pekerjaanmu??? tentu nya anda bukan orang biasa, karena tidak mungkin orang biasa mengenal saya" kata Edward
" saya hanya seorang produser kecil-kecilan pak" kata Erwin
" baiklah kalau begitu selamat bertemu" kata Edward tersenyum menjulurkan tangannya
" selamat bertemu pak" kata Erwin dengan bangga bisa bersentuhan secara langsung dengan Edward.
" kalau begitu saya permisi dulu" kata Edward pamit dan tidak lupa dengan senyuman nya.
setelah Edward pergi, Erwin masih belum percaya bahwa dirinya baru saja bertemu dengan Edward Dirgantara.
" ternyata aslinya sangat berbeda, dari yang di media" kata Erwin
" memang siapa dia" kata Rika
" dia adalah salah satu pengusaha terbesar di Asia, bayangkan mbak keluarganya memiliki usaha hampir di seluruh dunia. walaupun dia orang yang sangat sukses dia tidak sombong, bahkan dia menyalam ku terlebih dahulu."
" padahal sangat jarang seorang pengusaha seperti itu" kata Erwin
" sudah cukup aku tidak ingin mendengar tentang dia lagi, mari kita pergi" kata Rika
sesampainya mereka di rumah sakit, Erwin tidak terlalu kenal dengan sosok Rickhard, karena semenjak kebangkrutan yang menimpanya dulu. Rickhard sudah tidak pernah menampilkan wajah nya di media dan Televisi.
nama asli Rickhard adalah Rickhard Willson Dirgantara. dan selama tujuh tahun ini Rickhard menggunakan nama Wilson di dunia bisnis nya. dan tidak terlalu banyak mengetahui bahwa Wilson itu adalah Rickhard.
sementara Rika mengetahui bahwa Rickhard adalah suami Ariell, mereka melihat Rickhard duduk di sofa dan sambil mengerjakan sesuatu di laptop nya.
__ADS_1