
Ariell sudah siap membersihkan semuanya, kini Ariell ingin pergi ke kamar nya, namun pada saat dia ingin naik keatas dia tidak sengaja bertemu dengan Rickhard di ruang tamu.
" si...si.. siapa yang nelpon?" kata Ariell dengan gugup untuk sekedar berbasa-basi menyapa Rickhard.
Rickhard mengerutkan kedua alisnya melihat Ariell.
" bukan urusan mu, lagi pula sejak kapan kamu kepo dengan urusan orang lain" kata Rickhard
"aku hanya bertanya saja bukan untuk kepo, lagian apa salah jika aku bertanya seperti itu?" kata Ariell
" apa kamu sebegitu inginnya berciuman dengan ku? mungkin kamu merasa terganggu akibat telpon tadi, kalau begitu mari kita lanjutkan di kamarku saja" kata Rickhard
" apa???? aku tidak ingin melakukan itu dengan mu" kata Ariell
" hahahaha... bukan kah kamu lebih dulu mencium ku tadi?" kata Rickhard
" a...a...a... i...itu... aku tidak sengaja" kata Ariell gugup
" kamu pikir aku percaya kamu sengaja atau tidak" kata Rickhard
" lagian kamu sendiri yang duluan memelukku tadi" kata Ariell
" tapi kamu menikmati nya kan??" kata Rickhard
" apa????" kata Ariell bingung antara marah dan malu
" sudahlah.... jika kamu menginginkan nya aku bersedia kapan pun kamu mau" kata Rickhard
" apa......kamu pikir aku apa??" kata Ariell marah namun Rickhard langsung pergi berlari meninggalkan Ariell sambil tertawa.
" kurang ajar banget dia, dia yang merayuku malah dia menuduh ku" kata Ariell berbicara sendiri dengan perasaan marah bercampur geram.
" dia pikir aku tertarik dengannya"
__ADS_1
" apa dia tidak sadar dengan pernikahan ini, aku menikahi nya hanya demi Ricky, bukan karena menyukai nya"
" apa yang dia pikirkan tentang ku, awas saja dia nanti" kata Ariell lalu menaiki tangga menuju kamarnya.
namun pada saat Ariell melewati kamar Rickhard, tiba-tiba pintu kamar Rickhard terbuka.
" masuk saja, pintunya tidak dikunci kok" kata Rickhard sambil mengeluarkan kepalanya dari pintu
" Rickhard......" teriak Ariell geram sambil melepaskan sendalnya dan melemparnya kearah Rickhard namun Rickhard sudah lebih dulu menutup pintunya sambil tertawa. Rickhard merasa sangat bahagia karena dia berhasil membuat Ariell marah.
" keluar kamu....." kata Ariell sambil menggedor-gedor pintu kamar Rickhard
namun pintu Rickhard kembali terbuka.
" masuklah.... aku sudah siap" kata Rickhard duduk bersandar diranjang nya sambil menepuk-nepuk kasur disebelah nya.
" aku tidak sudi" kata Ariell masih berdiri di pintu
"apa sebegitu besarnya niatmu untuk mendapatkan ku?" kata Ariell
" yap..... pertanyaan yang pas" kata Rickhard mengacungkan jari jempol dan telunjuk kanannya kearah Ariell
" ayolah .... siapa namamu??? Ariell yah?? oh iya Ariell. kamu tau Ariell.... aku kaya... Tampan.. pengusaha... lalu apa yang salah dengan diriku. " kata Rickhard
" iya memang benar.... kamu memiliki banyak uang, dan sangat.... sangat tampan... dan sebenarnya tidak ada yang salah dengan dirimu, dirimu sudah terlihat sangat sempurna. tapi sayang otak mu lah yang bermasalah" kata Ariell
" apa???? kamu bilang otakku bermasalah???" kata Rickhard bangkit berdiri menemui Ariell
" iya.... jadi lebih baik kamu pergunakan dulu uangmu yang banyak itu untuk memperbaiki otakmu biar kesempurnaan yang kamu miliki tidak sia-sia" kata Ariell lalu pergi berlari menuju kamarnya sebelum Rickhard menemuinya.
" jangan kamu pikir kamu bisa lari dariku, lihat saja apa yang akan kulakukan pada mu, berani sekali kamu mengatakan bahwa otakku bermasalah" kata Rickhard mengejar Ariell, namun pada saat Rickhard masih di pintu kamarnya dia melihat Edward disana.
" ada apa kak??? dan kenapa kakak ipar berlari" kata Edward
__ADS_1
" kamu tau apa yang dia katakan padaku?? " kata Rickhard
"mana aku tau apa yang kakak ipar katakan, memang nya apa yang dikatakan kakak ipar?" kata Edward
" dia mengatakan otak ku bermasalah" kata Rickhard
" oooo..... berarti indra penglihatan kakak ipar berfungsi dengan baik rupanya" kata Edward menganggukkan kepalanya
" beraninya kamu mengatakan itu dihadapan ku" kata Rickhard sambil menoyor kepala Edward
" maaf kak,,,, aku tidak sengaja" kata Edward namun tiba-tiba hp Edward berbunyi menandakan ada pesan WhatsApp masuk.
Edward mengernyitkan kedua alisnya dan Rickhard pun menyadari ekspresi Edward.
" ada apa Edward??" kata Rickhard langsung merebut hp dari tangan Edward
" tidak tau kak, aku belum membaca nya, tapi itu dari kakak ipar" kata Edward
" terimakasih banyak Edward buat bantuanmu, kamu selalu datang tepat waktu disaat aku membutuhkan bantuan" itu lah isi pesan WhatsApp yang dikirim Ariell ke HP nya Edward.
" aku tidak sengaja untuk menyelamatkan mu kakak ipar, aku hanya kebetulan ingin menemui kak Rickhard, jadi kakak ipar jangan terlalu perasaan" balasan Rickhard kepada Ariell namun melalu HP milik Edward
" sampaikan padanya, sengaja atau tidak dia sudah membantuku untuk yang kesekian kalinya, terlebih Harini Edward menyelamatkan kan ku darimu pada saat di dapur dan disini "
" aku sangat mengagumi Edward, kadang aku berpikir kenapa aku tidak menikah dengan Edward saja, tapi sudahlah... pernikahan kita hanya sementara, setelah Ricky sembuh bagaimana pun caranya aku akan menikahi Edward" balas Ariell
" apa???? lihat ini,,, dia sudah keterlaluan" kata Rickhard memberikan HP nya kepada Edward
" tau darimana kakak ipar bahwa kakak yang membalas nya" kata Edward
" tentu saja aku tau, makanya jangan terlalu sering dekat dengan nya, lihatlah kamu juga sudah menjadi bodoh seperti nya" kata Ariell yang berdiri didepan pintu kamarnya sambil melipat kedua tangannya.
" apa......" kata Rickhard berjalan kearah Ariell namun Ariell langsung menutup pintunya.
__ADS_1