Terpaksa Harus Menikahi Ku

Terpaksa Harus Menikahi Ku
EPISODE 81


__ADS_3

Satu Minggu kemudian, hari ini Ariell akan kembali ke rumahnya.


sebelum dia pulang, dokter memberikan beberapa instruksi perihal penanganan luka Ariell.


" nona Ariell untuk sekarang jangan terlalu banyak bergerak dulu, karena jika otot perut terlalu banyak bergerak bisa menyebabkan jahitan terbuka atau infeksi. karena jahitan nya belum terlalu menyatu apa lagi jahitan dalam, jadi harap hati-hati." kata dokter itu menjelaskan


" usahakan luka jangan terkena air dulu, dan oles kan salep ini dua kali sehari, dan ganti perban dua kali sehari juga. kalau nona kesusahan untuk melakukan nya, bisa di bantu oleh tuan Rickhard. toh juga tuan Rickhard adalah suami nona" kata dokter itu


baik dok" Kata Ariell dan Rickhard


" perbanyak istirahat, jangan terlalu banyak beban pikiran, hilangkan stress" kata dokter itu


" iya dok, terima kasih banyak dok buat bantuan pak dokter" kata Ariell menyalam tangan dokter itu


"ini sudah tugas dan tanggung jawab saya nona, kalau begitu saya permisi dulu. mari tuan, nona." kata dokter itu pamit undur diri


" silahkan dok" kata Ariell dan Rickhard


Rickhard memapah badan Ariell untuk masuk kedalam mobil, sementara Rudy membereskan barang-barang nya Ariell.


setelah beberapa menit, mete basah sampai di rumah.


" mamah......" kata Ricky berlari kearah Ariell

__ADS_1


" Ricky sayang...." kata Ariell, Ariell melihat Willchard tersenyum kearah kearah nya.


" selamat datang nak" kata Willchard tersenyum


" terimakasih tuan.. " kata Ariell tersenyum


" apa yang kamu katakan, panggil aku papah juga karena kamu sudah menjadi anakku" kata Willchard sambil tersenyum


" maafkan aku pah" kata Ariell


" mari kita duduk dulu" kata Rickhard membantu Ariell duduk


kini waktunya untuk Ariell istirahat, dia pergi dulu naik keatas menuju kamarnya Ricky.


setelah tiga jam kemudian, Ariell terbangun dan melihat Rickhard juga tidur di sampingnya, Rickhard yang menyadari Ariell sudah terbangun, akhirnya dia pun terbangun juga.


" kenapa kamu tidur disini?" tanya Ariell


" karena kamu juga tidur disini" kata Rickhard


" memang sebelumnya ini kamar ku kan" kata Ariell


" itu dulu, sekarang beda. kamar kita ada di sebelah" kata Rickhard

__ADS_1


" tapi aku sudah lebih nyaman di sini" kata Ariell


" baiklah, kalau begitu biar aku yang pindah kesini" kata Rickhard


Ariell berpikir, jika Rickhard yang pindah, maka otomatis barang-barang Rickhard pun otomatis akan di pindahkan juga, belum lagi itu Ricky belum menyetujui nya, akhirnya Ariell memilih untuk mengalah.


" ya sudah biar aku saja yang pindah" kata Ariell


Rickhard tersenyum karena Ariell mengalah.


sore ini setelah mandi, Rickhard membantu Ariell untuk mengoleskan salep sekaligus mengganti perban perut Ariell. ada kecanggungan bagi diri Ariell namun berbeda dengan Rickhard.


Rickhard tidak merasa canggung sedikit pun.


" kenapa kamu canggung seperti itu, bahkan aku sudah pernah melihat semuanya" kata Rickhard


" tapi kejadian itu kan sudah sangat lama, lagian kita sama-sama tidak menyadari nya" kata Ariell


" sebentar lagi kan kamu akan terbiasa dengan itu, dan posisi sadar pastinya" kata Rickhard


" ais.... pikiran mu sangatlah mesum" kata Ariell


" mesum untuk istri sendiri kan ngk masalah" kata Rickhard

__ADS_1


__ADS_2