Terpaksa Harus Menikahi Ku

Terpaksa Harus Menikahi Ku
EPISODE 49


__ADS_3

" ayo ikut aku" kata Refan menarik tangan Ariell kasar


" kakak.... apa yang ingin kakak lakukan" kata Ariell heran melihat sifat Refan yang begitu kasar kepada nya.


namun anak buah Rickhard baru saja ingin pergi, dia melihat Ariell dibawa paksa Refan akhirnya dia menelepon Rickhard dan mengikuti mobil Refan.


" ada apa lagi Anto" kata Rickhard


" bos.... saya melihat Refan membawa Nyonya Ariell pergi, seperti nya Refan menarik nyonya dengan paksa." kata Anto anak buah nya Rickhard


" kemana dia membawa Ariell??" kata Rickhard


" saya juga tidak tahu bos, saya lagi mengikuti mobil mereka" kata Anto


"terus ikuti dan jangan kehilangan jejak kirimkan lokasimu, jangan sampai Refan tau bahwa kamu sedang mengikuti nya" kata Rickhard


" baik bos" kata Anton


Dengan kecepatan tinggi Rickhard mampu mengejar mobil Refan namun dia juga menyuruh beberapa anak buah nya datang, sepertinya Refan membawa Ariell ke apartemen nya Refan. dengan paksa Refan menarik tangan Ariell


" kak lepaskan aku" kata Ariell


" diam Ariell... selama ini aku sudah menunggu mu, dan aku menyesal tidak melakukan ini dari dulu kepada mu" kata Refan


kini mereka sudah berada didalam Apartemen milik Refan.


" apa yang akan kakak lakukan, aku mohon jangan seperti ini, mari kita bicara" kata Ariell


" tidak ada lagi yang perlu di bicarakan Ariell, kamu harus jadi milikku Sekarang" kata Refan mendorong badan Ariell hingga Ariell terjatuh, dan keningnya terbentur ke sudut tempat tidur dan sekejap darah keluar. Ariell bangkit berdiri dan menangis.

__ADS_1


" tidak kak.... aku mohon jangan seperti ini kak" kata Ariell menangis


" aku sudah begitu lama mengenal kamu Ariell tapi kamu selalu menolakku, sedangkan Rickhard, Rickhard yang baru saja kamu kenal mengajak mu menikah kamu menurutinya, kenapa Ariell??? kenapa???"


" apa menurut mu Rickhard lebih kaya dariku?? jika kamu mau aku bisa merebut semua miliknya" kata Refan


" kak Refan...... tidak seperti itu, kakak sudah salah paham" kata Ariell


" oke Ariell kalau begitu mari kita akhiri kesalahan pahaman ini" kata Refan kembali menjatuhkan tubuh Ariell diatasi tempat tidur.


sementara di luar pintu apartemen Rickhard dan anton berusaha membuka pintu itu.


" apa kamu membawa senjata?" kata Rickhard


" tidak bos" kata Anton


" akh... bagaimana cara kita masuk kedalam, cepat lah tanya yang lain udah sampai dimana??" kata Rickhard


" apa kamu hanya bisa menunggu mereka?? tidak bisakah kamu lakukan sesuatu??" kata Rickhard prustasi


Ariell berusaha untuk melepaskan dirinya dari kuncian Refan. namun sebagai wanita sekuat apapun kita, kita tentu tidak bisa melawan kekutan tenaga pria.


Refan ingin mencium bibir Ariell namun Ariell berusaha untuk menghindari Refan dan disaat itu terdengar suara tembakan dari arah pintu.


tar....tar....tar...


" lepaskan istriku atau aku akan menembak mu" kata Rickhard menodong senjata kearah Refan.


Ariell langsung mendorong tubuh Refan, dia berlari dan langsung memeluk tubuh Rickhard.

__ADS_1


Rickhard yang sama khwatir nya dengan Ariell juga memeluk Ariell. Ariell menangis di pelukan Rickhard.


" terimakasih kamu sudah datang untuk menolong ku, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku jika kamu tidak datang" kata Ariell menangis


" sudah lah, tenang kan dirimu, kamu sudah aman sekarang " Rickhard


kemudian Rickhard melepaskan pelukannya dan matanya melihat darah yang di kening Ariell.


Rickhard mengusap darah itu menggunakan ibu jari miliki dan emosi Rickhard pun kembali naik,


" kurang ajar" kata Rickhard memukul wajah Refan


Refan kembali memukul Rickhard, kemudian anak buah Rickhard ingin membantu Rickhard namun Rickhard tidak mengijinkan nya.


akhirnya kedua pria tampan itu saling memukul satu sama lain. Ariell yang melihat keduanya sudah saling terluka parah. Rickhard mengangkat sebuah bangku untuk memukul Refan namun Ariell menghentikan nya.


" cukup...... hentikan" kata Ariell menangis dan sambil memeluk tubuh Rickhard.


" lepaskan Ariell, aku harus membalaskan apa yang sudah dia perbuat" kata Rickhard


" tidak.... aku mohon... lepaskan saja dia" kata Ariell


" tidak....aku tidak akan melepaskan nya" kata Rickhard


" jika kamu membunuh nya maka kamu akan menjadi seorang pembunuh, dan Ricky tidak ingin ayahnya menjadi seorang pembunuh" kata Ariell


mendengar nama Ricky emosi Rickhard kini kian mereda dan menjatuhkan kursi tersebut.


"urusan kita belum selesai" kata Rickhard membawa Ariell pergi

__ADS_1


" aku tunggu pertemuan berikutnya" kata Refan yang tidak mau kalah


__ADS_2