
Rika dan Erwin sedang duduk di bangku luar ruangan. mereka berdua ingin pamit pulang kepada Ariell.
mereka berdua mengetuk pintu terlebih dahulu, dan setelah mereka di persilahkan masuk barulah mereka melangkah masuk.
" Rill kita berdua mau pamit pulang dulu, jaga dirimu dan cepatlah sembuh" kata Rika memeluk Ariell
" iya kak terimakasih banyak sudah menjenguk ku. " kata Ariell memeluk Rika
" Rill kami pamit yah, cepat sembuh" kata Erwin
" iya.... thanks yah win" kata Ariell tersenyum
" ya udah kami pamit" kata Rika
" sampai kan salam ku pada ibu bahwa aku baik-baik aja" kata Ariell
" iya baiklah" kata Rika dan pergi, namun pada saat Rika ingin membuka pintu, pintu sudah terlebih dulu terbuka dari luar. akibatnya Rika menabrak pintu tersebut.
" sorry sorry saya tidak sengaja" kata Edward
" kamu lagi....bisa ngk sih kamu ketuk pintu dulu sebelum masuk, jangan langsung nyelonong masuk gitu dong.... ngk punya aturan banget deh" kata Rika kesal
" kok malah marahin saya, lagi pula salah anda sendiri" kata Edward
" kok malah nyalain aku sih, jelas-jelas kamu mendorong pintu itu dari luar" kata Rika
" saya kan tidak sengaja, Karena saya buru-buru" kata Edward
" ya sudah kalau kamu tidak sengaja maka meminta maaf lah" kata Rika
__ADS_1
" ngapain saya harus minta maaf, lagi pula kita impas" kata Edward
" impas bagaimana, aku sudah tidak mempunyai utang kepada mu" kata Rika
" oh.... apa perlu saya membayar sakit yang anda rasakan juga, biar saya tidak mempunyai utang " kata Edward
" benar-benar yah.... dasar pria aneh, bisa-bisanya bawa bunga kemana-mana. hei pria bunga...., apa ngk capek yah adu mulut terus dengan wanita. mengalah kek" kata Rika
" apa.... anda bilang saya pria bunga, memang nya saya bencong?" kata Edward
" mungkin,,, karena setiap kali bertemu dengan mu pasti selalu membawa bunga" kata Rika
" hei gadis buah.... saya bukan bencong, apa perlu saya membuktikan nya padamu?" kata Edward
" untuk apa kamu membuktikan nya padaku, kamu bukan lah tipeku" kata Rika
" dasar sinting" kata Rika pergi meninggalkan Edward dan menarik tangan Erwin
Rickhard dan Ariell tertawa melihat mereka berdua. perdebatan yang dihadapan mereka berdua mengingatkan saat pertama mereka bertemu.
" hei gadis buah tunggu dulu, lihat saja...aku akan mengejar mu kemana pun kamu pergi" kata Edward namun Rika sudah pergi
" ada apa ini Edward???" tanya Rickhard
" kak.... kenapa semua wanita di dunia ini galak banget yah, macam nenek lampir aja" kata Edward
" kalian para pria yang egois dan keras kepala" kata Ariell
" sembarangan aja kamu mengatakan kami keras kepala. lalu para wanita apa namanya. kalian yang terlalu cerewet" kata Rickhard
__ADS_1
" cerewet bagaimana,,,, kan kamu lihat sendiri tadi, bahwa Edward lah yang bersalah, harus nya kan Edward minta maaf" kata Ariell
" kan Edward sudah bilang tidak sengaja, lalu kenapa wanita itu memperpanjang masalah nya lagi" kata Rickhard
" cuman mengatakan tidak sengaja bukan berarti minta maaf. kak Rika hanya nyuruh Edward meminta maaf, lalu apa salahnya jika mengatakan itu, kan ngk ada ruginya" kata Ariell
" mengakui kesalahannya itu sudah bagian dari minta maaf" kata Rickhard
" tidak.... itu tidak benar,, kedua nya berbeda " kata Ariell
" lalu bedanya apa?" kata Rickhard
" ya jelas bedalah. lihat apa yang dilakukan Putri pada ku, dia mengakui kesalahannya dan tidak meminta maaf" kata Ariell
" ini nih.... salah satu sifat wanita yang keras kepala, tidak mau mengalah" kata Rickhard
" sudah-sudah kenapa jadi kalian berdua yang berantam sih. lagi pula siapa dia kakak ipar??" kata Edward
" dia kak Rika Manager di Restoran aku. " kata Ariell
" oh....." kata Edward menganggukkan kepalanya
" Kenapa?? apa dia menarik perhatian mu" kata Rickhard
" tidak kak, aku hanya penasaran saja kenapa dia ada disini" kata Edward
" jika kamu mau, aku bisa membantu mu" kata Ariell
" hehehehe.... kakak ipar berkata apa" kata Edward yang sudah malu seperti anak remaja yang baru jatuh cinta.
__ADS_1