
***SATU MINGGU KEMUDIAN***
Tidak terasa bagi Ariell kini dia sudah satu Minggu berada di Indonesia, namun sejak satu Minggu ini dia belum bertemu dengan keluarga nya.
Hari ini Ariell duduk disebuah bangku taman, dia sedang mengerjakan desain proyek renovasi Restauran yang akan dilaksanakan satu bulan ke depan, Namun seorang anak laki-laki kecil datang menghampirinya.
dengan muka yang sangat pucat, dan rasa sesak napas, dia menghampiri Ariell.
" tan....te... to....long a..ku...." kata anak itu sambil memegang bagian dadanya.
Ariell sangat terkejut dan panik, dia langsung meletakkan laptop nya tersebut.
" dek apa yang terjadi??" kata Ariell duduk sambil memegang kedua bahu anak itu, namun anak itu sudah lebih dulu terjatuh ke badan Ariell.
" dek.....adek.... bangun" kata Ariell sambil mengguncang tubuh anak itu. keringat begitu banyak membasahi wajah anak kecil tersebut, orang-orang sudah begitu ramai.
Ariell membaringkan tubuh anak itu di kursi yang dia duduki tadi, Ariell memompa-mompa dada anak itu namun tidak berhasil.
tanpa sadar air mata Ariell menetes, dia merasakan ketakutan yang besar, badannya juga sudah merasa gemetar.
" aku mohon sadarlah" kata Ariell menangis sambil memompa-mompa dada anak itu, kemudian Ariell memberikan nafas buatan kepada anak itu, namun tetap tidak berhasil.
dia mencoba memberikan nafas buatan lagi, entah sudah kesekian kalinya akhirnya Ariell berhasil. kini Anak itu bernapas dengan teratur namun dia belum sadarkan diri juga.
orang-orang yang melihat Ariell berhasil melakukan nya mereka semua bertepuk tangan.
__ADS_1
" seseorang tolong panggil kan taksi, saya harus membawanya kerumah sakit" kata Ariell
" mari saya bantu" kata seorang wanita yang umurnya lebih tua sekitar 10 tahun dari Ariell
" baik Mbak" kata Ariell
kini Ariell sudah sampai di rumah sakit, dokter dan beberapa perawat langsung menangani nya. tidak begitu lama menunggu, kini dokter sudah keluar dari ruangan anak tersebut.
" bagaimana keadaannya dok??" tanya Ariell
" bersyukur anak ibu mendapat pertolongan pertama jika tidak cepat ditangani maka nyawa anak ibu dalam keadaan bahaya" kata dokter
" apa yang terjadi pada nya dok??" tanya Ariell
" apa????, alergi Stoberi dan coklat??" tanya Ariell heran bagaimana mungkin bisa sama dengan dirinya karena dia juga alergi Stoberi dan coklat.
" ibu ini gimana sih??? masa ibu tidak tahu bahwa anaknya alergi dengan stoberi dan juga coklat" kata dokter itu
" maaf tapi dia bukan anak ku" kata Ariell
"tolong anaknya lebih diperhatikan lagi, kalau begitu saya permisi dulu" kata dokter itu
Ariell hanya mengangguk kan kepalanya.
kini sudah jam tujuh sore, setelah tujuh jam dirawat, anak itu sudah di perbolehkan pulang namun selama tujuh jam ini tidak ada keluarga nya yang mencari anak itu.
__ADS_1
kemudian Ariell menghampiri Anak itu,
" dek.... apa kamu punya keluarga??" tanya Ariell
" iya tante, Ricky punya keluarga " jawab anak itu sambil tersenyum kepada Ariell, senyuman nya menampakkan gigi putih yang berderet rapi berpadu dengan bibir merah sehingga siapapun yang melihatnya ingin mencubit nya dengan gemas dan mencium nya.
" hmmm.... anak yang manis" kata Ariell tersenyum sambil mengucek-ucek ujung kepala anak tersebut.
" jadi nama anak ganteng ini Ricky yah" kata Ariell mencubit kedua pipi chubby nya
" iya tante, apakah tante yang menolong Ricky?? jika iya maka terimakasih banyak buat Tante" kata Ricky
" sayang kalau begitu, gimana kita pulang ke rumah mu, tante akan antar kamu" kata Ariell
" Ricky tidak tau dimana rumah Ricky tante, Ricky belum lama disini" kata Ricky
" terus bagaimana dong cara Tante kasih tau keluarga kamu??" kata Ariell
" tante bawa Ricky pulang bersama Tante saja, Ricky janji,,,, Ricky ngk repot-repotin Tante" kata Ricky
" lalu bagaimana dengan keluarga mu nak?? mereka bisa khwatir" kata Ariell
" Ricky tidak mau pulang, jika tante bawa Ricky pulang lagi, Ricky akan makan coklat dan Stoberi lagi" kata Ricky
" lho.... jangan gitu dong sayang,,,, nanti tante bisa sedih kalau Ricky nya seperti itu" kata Ariell
__ADS_1