Terpaksa Harus Menikahi Ku

Terpaksa Harus Menikahi Ku
EPISODE 55


__ADS_3

tidak ada pembicaraan diantara mereka pada saat mereka makan, dan tidak butuh waktu lama untuk mereka berempat menghabiskan makanan itu tanpa tersisa.


setelah Ricky selesai makan, dia bersandar di sandaran kursi yang diduduki nya.


" a...a...agrh... Ricky kenyang banget mah.." kata Ricky Sambil mengelus perutnya.


" gimana tidak kenyang,,,, kamu memakan semuanya dengan begitu rakusnya macam tidak pernah makan saja" kata Edward


" om Edward juga seperti itu,,, om bahkan menghabiskan semuanya tanpa tersisa" kata Ricky tidak mau kalah.


" apa??? bukan aku yang menghabiskan nya, kamu bahkan tambah beberapa kali, sangat tidak sesuai dengan porsi badan mu" kata Edward


" om Edward..... jangan salah kan Ricky, salahkan mamah saja. salah mamah memasak masakan yang sangat enak" kata Ricky


" sudah-sudah....jika masih kurang, aku akan memasak nya lagi untuk kalian" kata Ariell


" Ricky Sudah kenyang mah.... dan terimakasih sudah masak yang sangat enak untuk Ricky" kata Ricky


" aku juga sudah sangat kenyang kakak ipar dan terimakasih juga untuk kakak ipar" kata Edward


namun berbeda dengan Rickhard, sejak dia bergabung di meja makan, dia tidak berkata apapun dia hanya diam saja.


" yah sudahlah jika kalian sudah pada kenyang. kalau begitu, Edward kamu bawa Ricky kekamar nya biar aku saja yang membereskan ini" kata Ariell


" baiklah kak" kata Edward sambil menggendong Ricky dari kursi makan ke kursi Roda, kemudian Edward pergi membawa Ricky meninggalkan Ariell dan Rickhard.


Ariell membereskan semua piring-piring kotor dari meja makan dan dia sambil melirik Rickhard yang masih duduk disana sambil memainkan ponselnya.


" kerjakan saja pekerjaan mu, kamu bisa saja merusak semua piring-piring itu" kata Rickhard sambil mengetik sesuatu di ponselnya.


"a....a... apa???" kata Ariell gugup dan sambil cepat-cepat mengalihkan pandangannya.


" aku tau aku sangat tampan, sehingga kamu tidak melewatkan sedikit pun kesempatan untuk melihatku" kata Rickhard dan masih pokus ke ponsel nya tanpa melihat sedikitpun kearah Ariell.

__ADS_1


" siapa juga yang ingin melihat mu, kamu terlalu kepedean" kata Ariell untuk membela dirinya.


" jika kamu ingin puas melihat wajah ku , kamu bisa mengatakan nya padaku, aku akan memperlihatkan nya padamu dengan senang hati" kata Rickhard langsung menghadap wajahnya kearah Ariell dan tidak lupa untuk menampilkan senyuman yang dibuat-buat dibibir nya.


" oh..... memang benar kamu ternyata sangatlah tampan dan bahkan lelaki tertampan di dunia yang pernah aku temui. namun ini mimpi buruk bagiku, kenapa aku harus bertemu dengan orang yang seperti mu dan aku hanya ingin berharap cepat-cepat bangun dari mimpi buruk ini jika aku bisa" kata Ariell membawa piring kotor tersebut kearah wastafel


" oh..... jadi ternyata sebegitu inginnya kamu meninggalkan ku iya" kata Rickhard yang tiba-tiba berada dibelakang Ariell dan meletakkan beberapa piring kotor disana.


Ariell merasa tubuhnya kepanasan saat Rickhard berada tepat di belakang nya dengan berusaha Ariell meyakinkan dirinya agar Rickhard tidak menyadari tingkah nya.


" apa yang ingin kamu lakukan" kata Ariell dan masih diam ditempat membelakangi Rickhard


" aku hanya ingin memeluk istri ku, apa aku salah" kata Rickhard sambil memeluk Ariell dari belakang tanpa pamit.


Ariell sangat terkejut, kini jantung nya berdetak lebih cepat dari biasanya. Ariell memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya, dia mengepalkan kedua tangannya .


" kamu sadar apa yang kamu lakukan, tolong jangan seperti ini" kata Ariell berusaha untuk tidak membuat kesalahan


" memang nya aku salah jika aku melakukan ini pada istriku sendiri. " kata Rickhard dia tersenyum melihat ekspresi Ariell. Ariell tidak menyadari bahwa Rickhard melihat wajahnya karena Ariell menutup matanya.


" bagaimana jika aku membatalkan perjanjian itu" kata Rickhard tersenyum bahagia karena dia merasa berhasil menggoda Ariell.


mendengar itu Ariell tiba-tiba membalikkan badannya dan tanpa sengaja bibir Ariell menyentuh bibir Rickhard. mereka berdua tiba-tiba terdiam, wajah keduanya sangat merah, pikirkan mereka berdua melayang entah kemana dan tanpa mereka sadari bibir dan hidung keduanya masih keadaan bersentuhan.


tanpa Ariell sadari, dia menutup kedua matanya. sementara Rickhard hanya mengikuti apa kata hatinya bagaimana pun dia masih pria yang normal,awal nya Rickhard hanya ingin menggoda Ariell namun siapa sangka jadi berujung seperti ini Rickhard ingin melanjutkan apa yang masih menggantung diantara mereka, . namun tiba-tiba ponsel Rickhard berdering.


akibat suara dering ponsel itu, keduanya akhirnya tersadar dengan apa yang akan terjadi jika ponsel itu tidak berbunyi.


" a...a..aku mencuci piring nya dulu" kata Ariell gugup dan bingung bercampur malu sambil cepat-cepat membalikkan badannya.


tanpa berkata apapun Rickhard langsung pergi meninggalkan Ariell, apa yang dirasakan Ariell sama halnya dengan apa yang dirasakan Rickhard juga. Rickhard mengangkat ponselnya dan tanpa melihat siapa yang menelepon.


" hallo" kata Rickhard

__ADS_1


" hahahaha..... apa kakak tidak memiliki tempat yang lain?" kata Edward. memang Edward lah yang menelepon Rickhard


" a....a...apa maksudmu " kata Rickhard sambil menjauh dari Ariell, dia takut Ariell mengetahui bahwa Edward lah yang menelpon nya.


" hahahaha..... tapi kuakui tehnik kakak untuk berciuman Sangat lah masih rendah. dan bersyukur kakak tidak jadi melakukan nya, jika tidak itu akan menjadi ciuman pertama dan terakhir mu untuk kakak ipar." kata Edward sambil tertawa


" apa maksudmu " kata Rickhard yang masih bingung, karena detak jantung dan rasa malu bercampur gugup masih belum sepenuhnya normal.


" oke baiklah sepertinya aku harus lebih pokus dulu untuk mengajari kakak dalam hal berciuman" kata Edward


" tutup mulutmu, memangnya tau apa kamu?. kamu bahkan tidak pernah berpacaran sebelum nya, dan sedangkan aku,,,, aku sudah memiliki anak" kata Rickhard


" itu semua terjadi di luar kesadaran kalian berdua, sedangkan situasi ini.... ini berbeda dengan yang sebelumnya, karena kalian berdua sadar seratus persen" kata Edward


"lalu apa bedanya dengan mu, kamu bahkan tidak pernah menyentuh wanita" kata Rickhard


" kalau begitu mari kita sama-sama belajar" kata Edward


" apa kamu gila??? jika pun kamu memiliki kelainan, seharusnya kamu tidak menginginkan aku kakak kandungmu sendiri" kata Rickhard


"hahahaha, kakak pikir aku ingin mencium mu?" kata Edward


" bukan kah kamu tadi mengatakan itu?" kata Rickhard


" hahahaha apakah ini akibat kegagalan tadi sehingga kakak menginginkan aku" kata Edward


" apa kamu sudah tidak waras, sejak kapan kamu seperti ini, cepat pergi lah berobat" kata Rickhard


" maksud ku bukan seperti yang kakak pikirkan. hahahaha..... kita belajar bukan berarti aku dan kakak harus berciuman, kita bisa melihat situs internet. apa kakak sungguh ingin melakukan nya? maaf kan aku, Karena aku membatalkan nya" kata Edward


" tidak ada kah yang bisa kau kerjakan kecuali tidak mengawasi kami?" kata Rickhard


" hahahaha,,, aku tidak bermaksud ingin mengawasi mu, aku tadi ingin mengambil air minum ke dapur tapi aku tidak sengaja melihat kalian berdua. dan bersyukur aku yang melihat, jika itu Ricky bagaimana" kata Edward

__ADS_1


" ya sudah kamu temui aku ke kamar ku" kata Rickhard mematikan HP nya


__ADS_2