
tar....tar.....
" kakak awas.... akh" kata Edward yang baru saja datang dan menyelamatkan Rickhard, akibatnya kaki Edward yang tertembak.
sementara Refan, tangan kirinya memegang bagian pahanya yang berdarah, karena Ariell menembak Refan tepat di paha nya.
Awalnya Ariell ingin menembak tangan Refan, namun Ariell tidak ahli dalam hal menembak. akibatnya Ariell salah sasaran, Ariell memberikan tembakan tepat di paha Refan.
namun Refan tidak mau mengalah.
Tar....
" Edward awas...." kata Rickhard dan punggung Rickhard tertembak oleh Refan karena Rickhard melindungi Edward, Edward dan Ariell yang sudah emosi.
tar....tar.....
Edward dan Ariell menembak Refan tepat didada Refan dan mereka berdua secara bersamaan memberikan tembakan di dada Refan.
Ariell melihat Refan terduduk dan tersenyum kearah Ariell. Ariell menjatuhkan senjata nya dan berlari kearah Refan.
" kak Refan...." kata Ariell menangis
" ter...nya...ta...ka..mu..mem...buk...ti.. kan.....per... kata...an..mu... ingi..n..mem...bun...uh..ku. ter..imah..ka...sih...A..rill" kata Refan dan menutup matanya
" kak... Refan... buka matamu kak...aku mohon...aku tidak sengaja melakukan nya kak" kata Ariell
__ADS_1
Edward dan Rickhard sama-sama tertembak. Edward menekan earpiece yang di telinganya.
" Anton dan Jack, segera ke ruang utama, Rickhard dan aku tertembak" kata Edward
" baik bos" kata Anton dan Jack
tidak lama kemudian, Mereka berdua sampai dan menolong Rickhard dan juga Edward.
" kakak ipar ayo kita pergi" kata Edward
" tidak bisa, Edward. aku sudah membunuhnya" kata Ariell
" kakak ipar, kita harus melakukan ini, jika tidak kita yang akan mati. kita hanya melindunginya diri kita" kata Edward
" anak buah ku akan mengurus nya, ayo... kak Rickhard sudah tidak sadarkan diri" kata Edward
mendengar Rickhard tidak sadarkan diri, Ariell berlari ke arah Rickhard dan membantu Rickhard pergi dari tempat itu.
" Amir..... bereskan mereka semua, jangan tinggalkan jejak sedikit pun. kami tidak ingin berurusan dengan polisi, diantara mereka jangan biarkan ada yang hidup" kata Edward
" baik bos" kata Amir
" karena Rickhard tidak sadarkan diri, aku harus membawanya pergi. tanggung jawab ini ku serahkan padamu. sampai bertemu di markas" kata Edward
" baik bos," kata Amir
__ADS_1
Kemudian Ariell, Rickhard, Edward, Jack dan Anton pergi ke lokasi markas mereka karena Rickhard membutuhkan perawatan.
setelah tujuh jam kemudian, kini seluruh pasukan Rickhard berkumpul di markas mereka, banyak diantara mereka yang tertembak namun tidak ada yang mati.
Rickhard juga sudah sadar dari pingsan nya.
" apa Refan memperlakukan mu tidak baik?" kata Refan
" tidak.... dia tidak menyakiti ku" kata Ariell dengan wajah sedih
" maafkan aku, karena aku kamu harus kehilangan Refan" kata Rickhard
" sudahlah,,, mungkin itu sudah takdir nya. dia yang memulai semua keributan ini. sekarang hidup kita sudah aman, mudah-mudahan tidak ada lagi yang akan menganggu kita" kata Ariell
" maafkan aku jika aku terlambat datang " kata Rickhard memeluk Ariell
" lalu dimana Ricky dan papah, Karena Refan menyuruh anak buah nya untuk menghabisi Ricky dan juga papah" kata Ariell
" mereka ada ditempat yang aman, istirahat lah kamu sudah cukup lelah " kata Rickhard
" baiklah, kalau begitu kamu tidur juga, aku akan istirahat" kata Ariell
" tidak... kamu tidak boleh kemana-mana, kamu berbaring lah disini" kata Rickhard memberikan tempat disampingnya untuk Ariell
" baiklah " kata Ariell menurut
__ADS_1