Terpaksa Harus Menikahi Ku

Terpaksa Harus Menikahi Ku
EPISODE 61


__ADS_3

waktu terus berputar dan kini satu minggu sudah berlalu, hari ini adalah jadwalnya nya untuk Ricky check up.


Namun karena Rickhard dan Edward ada tugas penting yang harus mereka kerjakan, sehingga Ariell yang membawa Ricky untuk periksa sekaligus kemoterapy lagi.


kini sudah jam 4 sore, waktunya untuk Ariell pulang. namun Rickhard dan Edward menjemput Ariell dan Ricky ke rumah sakit sebelum mereka pulang kerumah.


sudah satu minggu berlalu sejak kecelakaan yang terjadi pada Rickhard namun hingga pada saat ini Ariell masih saja marah kepada Richard ditambah lagi Ariell tahu bahwa perawat wanita itu dipecat akibat permintaan Rickhard.


Ariell dan Ricky duduk di belakang Edward dan Rickhard, selama perjalanan Ariell hanya diam saja. Rickhard sudah mencoba berulang kali untuk mencari cara agar Ariell memaafkan nya namun usaha Rickhard sia-sia.


kadang-kadang Rickhard melemparkan candaan nya kepada Ariell saat Rickhard sedang bercanda bersama Edward dan Ricky, namun tetap saja Ariell acuh dan tidak terpancing.


kini mereka berempat sampai dirumah, Edward membantu Ricky untuk duduk di kursi roda.


" biar aku saja yang mendorong nya Edward" kata Ariell alih-alih caranya untuk menghindari Rickhard.


" baiklah kakak ipar" kata Edward menyerahkan kursi roda itu kepada Ariell


" kamu masuk lah duluan" kata Ariell


Edward langsung pergi menyusul kakaknya masuk kerumah mereka.


" mamah sebegitu marah nya yah sama Papah" kata Ricky


" sayang ini urusan orang dewasa" kata Ariell


" tapi mah kasihan papah, apa mamah belum mau memaafkan papah juga" kata Ricky


" memang nya kamu mau jika mamah memaafkan papah kamu" kata Ariell


" iya mau banget lah mah, kan ngk enak dilihat kalau dalam satu rumah ada yang bermusuhan" kata Ricky


" baiklah sayang mamah akan memaafkan papah kamu" kata Ariell


" benarkah mah???" kata Ricky kegirangan


" iya sayang benaran" kata Ariell dan mendorong kursi Ricky untuk masuk kedalam rumah.


namun pada saat mereka sampai di rumah Ariell melihat ada dua orang asing di rumah mereka, satu pria yang sudah lumayan tua dan satunya wanita cantik dan masih muda duduk sambil merangkul lengan Rickhard, sementara Edward merangkul lengan pria tua itu.


" kakek......" teriak Ricky


pria tua itu langsung berdiri dan melihat kearah Ricky.


" ya Tuhan.... cucu kakek, apa yang terjadi pada mu sayang, kenapa kamu duduk di kursi roda?" kata kakek itu sambil memegang dadanya dan mengatur pernapasannya.

__ADS_1


Rickhard dan Edward langsung bangkit berdiri dan keduanya panik.


" papah... " kata Rickhard


"papah... papa tidak apa-apa" kata Edward membantu ayahnya untuk kembali duduk


" apa ini..... apa yang terjadi kepada Ricky, kenapa kalian merahasiakan ini dariku" kata Ayah Rickhard


" Ricky kecelakaan satu bulan yang lalu pah" kata Rickhard


" apa.... kecelakaan??? lalu kenapa kalian tidak memberitahu kan hal ini kepada ku" kata ayah Rickhard


" pah..... bukan kami tidak ingin memberi tahu kan ini, tapi kami tidak ingin kesehatan papah jadi drop" kata Rickhard mencoba menjelaskan


" kakek ..... kakek tidak usah khwatir, Ricky tidak apa-apa kok kek, sebentar lagi Ricky juga bisa jalan" kata Ricky mencoba menenangkan kakeknya


" sayang..... sini sama kakek" kata ayah Rickhard


Ariell mendorong kursi roda Ricky mendekati kakeknya, dan ayah Rickhard menyadari kehadiran Ariell.


" siapa kamu?? kenapa kamu berada di rumah ini? dan aku belum pernah melihat mu sebelum nya" kata ayah Rickhard


seketika keempat nya saling pandang satu sama lain, Rickhard gugup dan bingung begitu juga dengan Edward. mereka tidak tau harus berkata apa Kepada ayah mereka.


" dia......." kata Ricky tiba-tiba pembicaraan Ricky di potong oleh Ariell


" pengasuh Ricky??? tapi Ricky tidak pernah memiliki pengasuh sebelumnya" kata ayah Richard


" papah..... Ricky kan sedang tidak sehat, sementara aku dan Edward sedang sibuk bekerja. jadi kami berinisiatif untuk mencarikan pengasuh untuk Ricky" kata Rickhard


" tapi sayang Ricky tidak pernah menyukai wanita sebelumnya" kata Wanita yang merangkul lengan Rickhard


melihat wanita itu menempel pada Rickhard, Ariell merasa dadanya sesak tidak terima mungkin dia sudah jatuh cinta kepada Rickhard namun dia tidak menyadari perasaan itu. setelah dia melihat Rickhard bersama dengan wanita lain ada rasa sakit dan cemburu pada diri Ariell.


belum lagi itu, Rickhard tidak memperjuangkan Ariell dihadapan orang tuanya perasaan Ariell bertambah kecewa terhadap Rickhard.


"tapi Ricky menyukai nya, dia wanita yang baik dan lembut" kata Edward


" apakah dia gadis baik-baik? bagaimana jika dia ada maksud di balik kebaikannya kepada Ricky" kata wanita itu


" Tante Amira.... berhenti mengatakan itu pada mamah Ricky" kata Ricky


" apa???? mamah?? sayang bahkan dia sudah mencuci otak Ricky untuk menyebut dirinya mamah" kata Amira


" bukan seperti itu, wanita ini memperlakukan Ricky sangat baik sehingga Ricky mengaggap nya sebagai Mamah nya. hanya itu saja tidak lebih" kata Rickhard berbohong

__ADS_1


mendengar itu Ariell menahan air matanya yang ingin keluar kapan saja, namun dia mencoba untuk kuat.


"papah bohong..... Tante Ariell adalah mamah Ricky...." kata Ricky menangis


" sayang.... sayang... ayo kita istirahat dulu, kamu mungkin kelelahan" kata Ariell membawa Ricky kekamar Ricky


sesampainya di kamar Ricky, Ariell menguci pintu kamar Ricky.


" kenapa mamah bohong....." kata Ricky masih menangis


" sayang mamah lakukan ini demi kebaikan kita semua" kata Ariell


" tapi Ricky tidak mau mamah bohong, Ricky juga tidak mau berbohong" kata Ricky masih menangis


" sayang ada saatnya kita harus melakukan kebohongan untuk kebaikan bersama, dan Tuhan tidak akan menyalahkan kita untuk itu"


" apa Ricky tidak sayang pada kakek?" tanya Ariell


" Ricky sayang mah..." kata Ricky


" kalau Ricky sayang pada kakek, Ricky tidak mau kan terjadi sesuatu yang buruk pada kakek?" kata Ariell


"........." Ricky menggelengkan kepalanya


" nah.... sekarang dengarkan mamah sayang, kesehatan kakek kamu sekarang sedang tidak baik, jika kita mengatakan semua ini pada kakek, keadaan kakek kamu bisa saja berubah menjadi buruk"


" maka untuk menghindari itu kita harus berbohong pada kakek" kata Ariell


" tapi mah... bagaimana jika papah akan menikah dengan Tante Amira dan mengusir mamah dari sini" kata Ricky


" sayang jika papah kamu menikah lagi tidak apa-apa toh juga mamah yang masih istri pertama papah kamu. dan jika mamah di usir, kamu bisa ikut mamah" kata Ariell


" tapi mah.... Ricky tetap saja tidak mau papah menikah dengan Tante Amira" kata Ricky


" sayang..... papah kamu tidak mencintai mamah, dan sepertinya papah kamu mencintai tante Amira, biarkan papah kamu bahagia sayang toh juga papah kamu sudah memenuhi permintaan kamu untuk menikah dengan mamah walaupun papah kamu tidak mencintai mamah" kata Ariell yang ingin berusaha kuat dihadapan Ricky.


belum lagi itu, pernikahan Ariell terjadi selama Ricky sakit. dengan perjanjian yang dia buat sendiri, setelah Ricky sembuh maka Rickhard harus bersedia melepaskan nya namun siapa yang menyangka bahwa berat rasanya bagi Ariell untuk melepaskan keluarga ini, karena cinta Ariell sudah bertumbuh di dalam keluarganya yang sementara itu.


" mah... maafkan Ricky, ini semua salah Ricky. Ricky tidak seharusnya paksa papah untuk menikah dengan mamah" kata Ricky menangis memeluk Ariell


" sudah lah sayang, Ricky jangan menyalahkan dirimu nak, mamah dan papah kamu menikah hanya untuk kebaikan mu sayang dan kebahagiaan mu. lagian mamah ikhlas jika papah kamu menikah lagi, yang penting Ricky sudah jadi milik mamah sekarang itu yang terpenting" kata Ariell berusaha kuat, namun tanpa Ricky sadari Ariell meneteskan air mata juga


" Ricky tidak akan pernah ninggalin mamah" kata Ricky


" iya sayang.... mamah pun akan sebaliknya. baiklah nak, Ricky mau kan melanjutkan kebohongan ini di depan kakek?" kata Ariell

__ADS_1


" ........" Ricky menganggukkan kepalanya


__ADS_2