
" tutup ngk mulut lho nenek lampir??" kata Erwin
" kalau lho ngk percaya tanya aja dia langsung" kata Putri
" iya.... aku sudah miskin karena aku sekarang anak yatim-piatu dan itu sebab nya aku tidak punya apa-apa, puas lho" kata Ariell pada Putri.
" Rill apa yang terjadi?" kata Hans
" dia diusir ayah nya sendiri, dia sekarang tinggal dikamar pembantu, dan dia tidak dikasih pasilitas apapun , dan itu bibir nya biru karena dipukul ayahnya sendiri" kata Putri
" darimana kamu tau?" kata Erwin
" tentu saja aku tahu, karena ibuku menikah dengan Ayahnya" kata putri
" apa??? jadi kalian saudara tiri?" kata Hans
" iya..... kami saudara tiri" kata Putri
" tutup mulut mu itu, aku tidak memiliki saudara" kata Ariell
" terserah kamu saja" kata Putri
__ADS_1
setelah pulang sekolah Ariell mencari pekerjaan separuh waktu, dia bekerja sebagai tukang cuci dan menyetrika di beberapa rumah.
hari ini cucian Ariell lumayan banyak membuatnya kecapean setelah sampai di rumah Ariell langsung tidur.
pagi ini Ariell turun dari bus tepat di halte bus yang ada di depan sekolah nya. Ariell melihat Ayahnya disana mengantar kan putri.
Ariell melihat putri menyalami Ayahnya, Ayah nya Putri mengelus kepala Putri sayang. Ariell melewati Ayah nya begitu saja tanpa memperdulikan Ayahnya. Ayahnya Ariell yang melihat Ariell bersikap seperti itu sangat kesal.
sepulang sekolah Erwin dan Hans membantu Ariell mencari pekerjaan tambahan.
bersyukur mereka diterima di sebuah kafe sebagai pembawa musik. dari kecil Erwin, Hans dan Ariell sudah membuat grup mereka.
dimana Erwin sebagai Gitarisnya, Hans yang dram nya, dan Ariell sebagai penyanyi dan sambil membawa piano.
pulang sekolah Ariell langsung melanjutkan, untuk mencuci dan menyetrika baju ke rumah orang-orang, setelah itu malamnya mereka pergi bekerja ke kafe.
itulah kegiatan Ariell selama sebulan ini,
hari ini ini setelah pulang sekolah Ariell langsung pulang ke rumah, dia mengganti pakaiannya untuk pergi bekerja mencuci pakaian. dia tidak sengaja bertemu dengan Ratna di halaman rumah mereka.
" kalau aku sebagai kamu, aku tidak akan bertahan di rumah ini. aku akan pergi meninggalkan rumah ini" kata Ratna pada Ariell
__ADS_1
" aku tidak akan meninggalkan rumahku, apapun yang terjadi" kata Ariell
" Hem.... apa yang bisa kamu lakukan" kata Ratna
ariell langsung pergi meninggalkan Ratna. sudah sebulan Ariell bekerja di rumah ini sebagai tukang cuci dan tukang setrika, dia tidak tahu rumah ini adalah rumahnya Irwan, Irwan pun tidak tahu bahwa Ariell sudah sebulan bekerja di rumahnya.
" bunda..... baju seragam basket Irwan yang warnanya biru itu mana?" kata Irwan
" mungkin masih ada di ruang setrika, nanti bunda bilangin ke tukang cuci kita biar diantar ke kamarmu." kata bunda Irwan
" kan memang biasanya diantar kan bunda" kata Irwan
" tukang cuci kita sekarang sudah yang baru, yang lama sudah pulang ke kampungnya. jadi yang baru belum tahu kalau baju yang sudah siap di setrika langsung diantar ke kamar." kata bunda Irwan
" bunda Irwan mau pergi, ada pertandingan basket, dan seragam itu mau Irwan pakai sekarang" kata Irwan
" ya sudah.... bunda bilang ke kepala asisten rumah tangga dulu" kata bunda Irwan
tidak lama kemudian bunda Irwan menelepon ke asisten kepala rumah tangga nya.
" bibi.... tolong bilangin dulu ke bagian baju, baju yang sudah disetrika supaya diantar, ke kamarnya Irwan" kata bunda Irwan
__ADS_1
" baik nyonya" kata kepala asisten rumah tangga itu.