
kini mereka bertiga sudah sampai di kantor Rickhard, Richard dan Edward langsung pergi ke ruangan masing-masing.
setelah Edward sampai diruagan nya Edward langsung menelpon Rudy. karena selain Rickhard dan Edward Ricky juga menyukai Rudy bodyguard pribadinya Ricky.
" sayang.... agar kita cepat ketemu mamah Ricky, om harus cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan om, jadi hari ini Ricky main sama pak Rudy yah" kata Edward
" baik om" kata Ricky menurut
" Rudy temani Ricky bermain" kata Edward
" baiklah tuan" kata Rudy membawa Ricky bermain
Edward langsung mengerjakan pekerjaan nya karena memang pekerjaan nya sudah banyak yang tertinggal akibat mengurus Ricky selama satu bulan ini.
sementara Rickhard menghidupkan televisi untuk melihat berita hari ini karena tadi malam Herman mengatakan bahwa mereka dan Ariell ingin mengadakan kongfersi pers dia penasaran dengan topik berita hari ini.
namun siapa sangka topik berita hari ini berubah menjadi sangat panas.
" pemirsa telah terjadi pembunuhan di Jln. Anggrek no.32 pukul 01.30 wib dini hari"
" korban mendapatkan serangan yang mendadak luka tusukan di perut korban sebanyak dua tusukan. hingga saat ini korban masih belum sadarkan diri."
" menurut pendapat dokter yang menangani korban, korban masih koma, dan dokter bilang jika pun korban bisa bertahan itu tidak akan lama."
Rickhard mengganti channel yang lain mencari siaran tayangan konferensi pers Ariell, namun dari beberapa channel Semua beritanya sama.
Rickhard semakin penasaran dengan berita tersebut, akhirnya dia menonton nya.
" sementara pelaku sedang diamankan di rumah sakit " MURNI" dari informasi tang kita dapat, kejiwaan pelaku terganggu akibat trauma yang telah dia lakukan."
" lalu apakah motif di balik pembunuhan itu? apa kah ada kaitannya dengan penyerahan PT.WENDA kepada korban"
" pemirsa jangan kemana-mana ikuti terus berita kami"
" apa PT.WENDA??" kata Rickhard dan mengganti siaran yang lainnya, karena channel yang dia tonton sedang iklan.
setelah dia mengganti channel tersebut dia membaca topik berita pagi ini.
PT. WENDA BERDUKA
seketika jantung Rickhard seakan berhenti berdetak, dan Edward langsung berlari keruang Rickhard.
" kak......." kata Edward melihat Rickhard yang sudah terduduk dibawah sofa sambil menangis.
" telah dikabarkan bahwa Ariell Wulandari direktur baru dari perusahaan PT.WENDA mengalami koma, akibat pembunuhan yang dilakukan oleh saudara tirinya tidak lain adalah yang berstatus model yang kita kenal yaitu Putri Saraswati" .
" lalu apakah benar, bahwa model Putri Saraswati saat ini mengalami gangguan kejiwaan".
" dan bagaimanakah nasib Ariell Wulandari untuk saat ini?"
__ADS_1
" apakah motif pembunuhan ini ada kaitannya dengan posisi baru yang didapatkan korban?"
begitulah pembawaan acara itu menyampaikan berita.
" Edward pastikan Ricky tidak mengetahui hal ini" kata Rickhard menangis
" tidak kak.... selama ini aku sudah cukup diam, namun untuk sekarang aku tidak bisa menahan nya lagi. bagaimana pun Ricky berhak tahu keadaan kakak ipar karena dia adalah ibunya" kata Edward menangis meninggalkan Rickhard
Edward pergi menemui Ricky ke taman, karena Edward sudah bertanya lebih dulu Kepada Rudy dimana lokasi mereka.
Edward berlari kearah Ricky dan memeluk Ricky, disana Edward menangis.
" Ricky......." kata Edward memeluk Ricky
" om Edward kenapa??? om Edward kenapa menangis??" kata Ricky
" maafkan om sayang, om tidak bisa berbuat apa-apa saat mamah mu meminta pergi, maafkan om Ricky" kata Edward
" ada apa om.... apakah terjadi sesuatu yang buruk pada mamah?, apa mamah sudah ditemukan" kata Ricky yang sudah mulai menangis
" seseorang ingin membunuh mamah kamu sayang" kata Edward menangis
mendengar itu tangis Ricky pecah.
" tidak.... tidak... om Edward bohong...." kata Ricky memukul-mukul punggung Edward
" Ricky mau ketemu mamah....."
" baiklah sayang mari kita temui mamah kamu" kata Edward
Rudy membawa Edward dan Ricky kerumah sakit tempat Ariell di rawat. setelah mereka sampai di sana, begitu banyak reporter yang sudah antri di pintu gerbang rumah sakit dan ruangan ICU dijaga dengan ketat oleh beberapa polisi.
Awalnya Edward sangat sulit membawa Ricky masuk kedalam rumah sakit, karena terkuak nya masalah Ariell membuat rumah sakit ini jadi kewalahan untuk mengatasi para reporter sehingga tamu yang masuk hari ini tidak di ijinkan masuk.
lumayan memakan waktu yang banyak pada Edwar untuk berdebat dengan petugas keamanan yang berjaga itu sehingga Edward harus terpaksa menelepon kepala rumah sakit itu.
kepala rumah sakit memberikan perintah kepada petugas untuk memberikan ijin untuk Edward masuk.
Edward langsung membawa Ricky menuju ruang ICU, disana Rickhard sudah menunggu dan Irwan juga masih setia menunggu.
" bagaimana keadaan kakak ipar kak" kata Edward bertanya kepada Rickhard
namun Rickhard hanya menggelengkan kepalanya. Edward yang mengenal Irwan langsung bertanya kepada Irwan.
" kata kan apa yang terjadi pada Ariell" kata Edward
" Putri menusuk perut Ariell, karena dia tidak ingin ibunya masuk penjara. Ariell mengancam ibunya jika tidak memberi tahu kan dimana anaknya maka Ariell melaporkan ibunya Putri ke polisi dengan tuduhan percobaan pembunuhan yang di lakukan terhadap dirinya dan juga anaknya. akibat itu Putri tidak terima dan mencoba membunuh Ariell" kata Irwan mencoba menjelaskan
" apa....." kata Edward
__ADS_1
" Ricky ingin bertemu mamah" kata Ricky menangis
" sayang kita tidak bisa masuk kedalam, sementara mamah kamu masih kritis" kata Rickhard ingin memeluk Ricky
" pergi kamu..... aku tidak ingin melihat mu, ini semua gara-gara kamu." kata Ricky mendorong tubuh Rickhard
"aku benci padamu..... aku sangat membencimu...."
" kamu jahat......"
" Mamah sakit karena kamu.... aku tidak akan memaafkan mu" kata Ricky menangis dan sudah begitu marah sekali pada Rickhard
" maaf kan papah nak" kata Ricky
" aku tidak akan memaafkan mu....." kata Ricky
Edward langsung memeluk Ricky.
" Ricky kamu tenang sayang,... mamah kamu pasti sembuh " kata Edward memeluk Ricky
" Ricky ingin bertemu sama mamah"
" mamah......."
" mamah......." tangis Ricky memanggil manggil ibunya.
Irwan hanya terdiam menyaksikan nya, dia tidak mengerti dengan semua yang dihadapan nya.
dia mengingat pada saat dia bertemu dengan Edward dulu bahwa Ariell berpacaran dengan Edward pada saat itu.
dan sekarang anak kecil yang dihadapan nya memanggil Ariell sebagai ibunya, dan pria yang satunya mengatakan bahwa dia ayah dari anak kecil itu.
dan pada saat itu juga Herman dan Martin tiba di tempat.
" sebenarnya apa yang terjadi" kata Herman pada Irwan
" Ariell mengungkit masalah anak nya dulu om" kata Irwan
" apa??? bukan kah anaknya sudah meninggal pada saat itu juga" kata Herman
" tapi om.... Ariell mengatakan bahwa Tante Ratna berbohong, dia bahkan mengatakan bahwa anaknya masih hidup" kata Irwan
" bagaimana mungkin, bahkan saat itu aku melihat bahwa anak Ariell sudah meninggal" kata Herman
Rickhard dan Edward saling melempar kan pandangan mereka.
" tapi Ariell sangat yakin bahwa anaknya masih hidup om" kata Irwan
" apa yang membuat dia begitu yakin" kata Herman
__ADS_1
" soal itu saya tidak tahu om" kata Irwan