Terpaksa Harus Menikahi Ku

Terpaksa Harus Menikahi Ku
EPISODE 84


__ADS_3

setelah ke pergian Ricky dan Rudy, Rickhard langsung menelpon Anton.


" hallo bos..." kata Anton dari seberang


" Anton dimana kamu" kata Ricky


" saya ada di markas bos" kata Anton


" segera temui saya ke kantor sekarang.." kata Rickhard memerintahkan


" baik bos" kata pria yang bernama Anton itu


satu jam lebih, kini yang bernama Anton sudah tiba di tempat.


" ada apa bos..." kata Anton


" cari tahu informasi tentang PT. SUNRISE secepatnya dan jangan ada yang terlewat kan. karena setau saya PT ini belum mempunyai cabang di Indonesia dan juga nomor Ariell tidak bisa di hubungi, cari tahu keberadaan Ariell secepatnya bila perlu gerakkan anggota kita yang lainnya." kata Rickhard


" baik bos" kata Anton dan langsung pergi untuk melaksanakan tugas yang diberikan bos nya itu.


satu jam kemudian Anton datang menemui Rickhard.


" bagaimana Anton" kata Rickhard


" sepertinya ada yang ingin bermain-main dengan kita bos," kata Anton


" apa maksudmu" kata Rickhard


" seperti yang bos katakan bahwa PT. SUNRISE tidak ada di Indonesia. ini hanya ada di tiga negara yaitu Singapura, Prancis dan Jerman"


" tetapi kami mencari tahu bahwa pemilik Perusahaan ini atas nama * ZEIN LUTHER* ".


" sebelum bos menikah dengan nona Ariell, saya lebih dulu memasang GPS di cincin pernikahan kalian dan sepertinya penculik nona Ariell mengetahui nya. kami menemukan cincin pernikahan nona Ariell ada di bangunan Apartemen yang ada di jalan Melati." kata Anton


" periksa CCTV yang ada disekitar itu" kata Rickhard


" kita sudah periksa CCTV di bangunan itu, namun CCTV di sekitar bangunan itu sudah di sabotase terlebih dahulu" kata Anton

__ADS_1


" oke baik, sekarang selidiki semua CCTV yang terdapat di sekitar tempat itu, mungkin saja ada yang memasang CCTV pribadi, dan siapa tahu salah satunya menyorot Ariell." kata Rickhard


" baik bos," kata Anton menelepon seseorang


" cepat pergi sekarang juga ke lokasi terakhir nona Ariell, segera hubungkan semua CCTV yang terpasang disana bahkan CCTV pribadi pun ke lokasi markas kita. dan kabari ke semua nya, sepertinya kita hari ini harus lembur ekstra." kata Anton


" mari kita ke markas" kata Rickhard


setelah mereka tiba disana, Rickhard memperhatikan semua monitor komputer yang dihadapan nya dengan teliti.


" berhenti...." kata Rickhard Karena dia melihat seseorang bersama dengan Ariell.


" cari tahu tentang pria itu, dan jangan sampai dia curiga pada kita" kata Rickhard


" baik bos, " kata Amir salah satu anak buah Rickhard


tidak lama seseorang menelepon Rickhard.


" hallo bos, Zein Luther adalah seorang desainer dari Korea Selatan, dan dia teman dekat Refan dan juga nona Ariell" kata orang tersebut


" aman kan Zein sekarang juga ke markas kita, tahan pria itu sebisa mungkin. jangan meninggalkan jejak, dan tunggu Edward tiba disana." kata Rickhard


kemudian Rickhard menelpon Edward.


" hallo kak,,," kata Edward


" Edward kamu berangkat ke Korea sekarang juga" kata Rickhard


" ada apa kak, kenapa buru-buru" kata Edward


" cepat lah Ariell di culik" kata Rickhard


" apa?? siapa yang menculik kakak ipar kak?" kata Edward


" aku juga belum tahu pastinya, mungkin Refan. cepat lah, Jack sudah menyandera seseorang yang mungkin membantu Refan" kata Rickhard


" baiklah kak, aku akan berangkat" kata Edward

__ADS_1


setelah pembicaraan mereka terputus, kini Amir menelepon Rickhard.


" bos.... saya sudah berhasil meretas Hp pria tersebut, dan sudah terhubung. kita bisa mendengar pria itu jika berkomunikasi dengan siapapun" kata Amir


" baik kerja bagus, awasi dia terus." kata Rickhard


" baik bos" kata Amir


" bos.... lelaki itu menerima telepon dari seseorang" kata Lucas yang bertugas khusus operator komputer


"sambungkan padaku" kata Rickhard


" baik bos" kata Lucas


" ada apa tuan Refan" kata pria tersebut


" bagaimana? apa sudah ada pergerakan dari Rickhard?" kata Refan


" sampai saat ini belum ada tuan" kata pria tersebut


" baiklah, berarti dia belum terpancing dengan ku. sekarang bawa beberapa orang, pergilah ke rumah kediaman Rickhard. bawa anaknya beserta Ayah nya ke hadapan ku." kata Refan


"baik tuan" kata pria tersebut


setelah mendengar pembicaraan Refan dan pria tersebut. Rickhard langsung menelepon Rudy.


"Rudy cepat bawa Ricky dan papah ke markas kita yang ada di Papua sekarang juga. gunakan penyamaran dan nama palsu kalian, di bandara sebuah pesawat sudah menunggu kalian dan disana seorang pilot sahabat Ariell bernama Hans sudah menunggu ." kata Rickhard


" tapi kenapa buru-buru bos" kata Rudy


" cepatlah Rudy, kita tidak punya waktu, tinggalkan semua alat komunikasi kalian, jangan membawa apapun itu yang berhubungan dengan identitas kalian bertiga." kata Rickhard


" tapi kenapa ke Papua bos, ada apa ini sebenarnya?" kata Rudy


" hanya di Papua markas kita yang tidak di ketahui Refan, sepertinya Refan mengajak perang. dan berjanji lah pada ku, apapun yang terjadi pada ku nanti, tolong jaga ayah dan anakku." kata Rickhard


" bos......" kata Rudy yang sudah meneteskan air mata

__ADS_1


" cepat lah Rudy, mungkin Refan sudah menggerakkan anak buahnya untuk menculik Ricky dan juga papah sekarang." kata Rickhard


" baiklah bos, jaga dirimu" kata Rudy


__ADS_2