
" om Edward.... bukan kah itu mamah,, kenapa mamah ada di siaran televisi" kata Ricky
mendengar itu Edward mengalihkan perhatian nya kearah televisi.
" tunggu Ricky jangan ganti dulu dan kuatkan volume nya" kata Edward
" mana bisa diganti om, bahkan semua siarannya sama" kata Ricky
Edward langsung menelpon Rickhard.
" halo ada apa kamu menelpon ku" kata Rickhard
" dimana Kakak" kata Edward
" aku sedang dikamar, ada apa?" kata Rickhard
" hidupkan televisi mu sekarang" kata Edward
" memang nya ada apa" kata Rickhard
" aku bilang hidupkan sekarang, kamu akan tau sendiri nanti" kata Edward
akibat penasaran Rickhard buru-buru menekan tombol ON yang terdapat di remote televisi nya, dia sangat terkejut melihat Martin membacakan seluruh saham yang akan di serahkan kepada Ariell.
" saham Almarhum nyonya Wulan sebesar 15%"
" saham direktur Herman 10,5% direktur Herman bersedia mengalihkan seluruh saham Almarhum nyonya Wulan dan saham direktur Herman menjadi atas nama nona Ariell Wulandari."
" dan saham nona Ariell sebesar 5,5% maka total dari keseluruhan saham yang dimiliki nona Ariell adalah 31%"
" pada hari ini 28 mei 2018 nona Ariell di sah kan menjadi pemegang saham tertinggi di perusahaan PT.WENDA " kata Martin membacakan rapat.
setelah Martin selesai membacakan perihal mengenai saham kemudian Herman kembali bangkit berdiri dan membacakan selembar surat.
" dengan ini saya berdiri dihadapan kalian semua bernama Herman Budiono sebagai direktur PT.WENDA, menyatakan dengan secara sadar dan tanpa desakan atau ancaman siapapun mulai harini tanggal 28 mei 2018 saya mengundurkan diri dari jabatan saya yaitu direktur di PT.WENDA."
" dan dengan suka rela saya bersedia menyerahkan jabatan saya kepada anak kandung saya yaitu Ariell Wulandari."
" demikian pengunduran diri ini saya buat" kata Herman
__ADS_1
semua orang yang berada di sana semakin sangat penasaran dengan apa yang terjadi kepada mantan direktur mereka. begitu pun juga dengan Rickhard dan Edward.
" sebenarnya apa yang terjadi, kenapa begitu mendadak. ada yang tidak beres ini." kata Rickhard berbicara sendiri.
pada saat itu juga Edward berlari menemui Rickhard.
" tidakkah kakak mencurigai sesuatu?" kata Edward
" tunggu dulu Edward, aku juga masih terkejut dengan berita ini" kata Rickhard yang masih setia menonton televisi.
" dan sebagai kata terakhir dari saya, mungkin selama saya bergabung di PT.WENDA ini begitu banyak kesalahan saya terhadap kalian, baik itu dari cara saya memperlakukan kalian maupun cara saya berbicara, saya meminta maaf atas semua sikap saya terhadap kalian semua."
" saya mengucapkan terimakasih banyak kepada kalian, tanpa bantuan dan kerja keras kalian perusahaan ini tidak akan berjalan dengan baik."
" sekali lagi saya ucapkan maaf yang sebesar-besarnya dan terimakasih banyak. sekian rapat hari ini, saya undur diri"kata Herman menundukkan kepalanya dan pergi meninggalkan lokasi rapat.
namun di luar ruang rapat para reporter sudah menunggu Herman, saat Herman keluar Semua para reporter sudah melayangkan segudang pertanyaan kepada Herman dan sambil menunggu sosok Ariell keluar.
sementara didalam ruang rapat, para anggota rapat memberi salam selamat kepada Ariell.
" Ariell selamat dan semoga sukses" kata Martin
" iya om terima kasih banyak om" kata Ariell menyalam Martin.
" baiklah besok saya dan anak saya akan adakan kongfersi pers" kata Herman
sementara Martin berjalan menembus kerumunan dan menyelamatkan Ariell.
waktunya Ariell untuk pulang, Ariell berniat ingin kembali ke rumah Rika namun dia teringat dengan Ratna dan antek-anteknya.
Akhirnya Ariell memutuskan pulang ke rumah nya. sesampainya di rumah dia melihat satpam itu tidak berani menghalangi Ariell seperti yang dilakukan hari itu.
Ariell melihat keadaan rumahnya hancur berantakan mungkin Ratna dan Putri sudah mengetahui apa yang terjadi.
Ariell tidak melihat ada Putri disana, hanya Ratna sendiri yang menangis dan dengan keadaan yang hancur.
Ariell duduk disofa itu dan tersenyum melihat keadaan Ratna.
" kurang ajar kamu, kembalikan milik suami ku" kata Ratna
__ADS_1
" suami mu yang mana yang kamu maksud, Herman atau yang lain" kata Ariell
" kamu sudah mengambil semua harta suami ku" kata Ratna
" aku tidak merasa mengambil harta. suamimu, aku hanya mengambil milik ibu ku" kata Ariell
" ini semua milik Herman" kata Ratna
" akh..... aku lelah sekali malam ini, baiklah untuk sekarang aku tidak ingin bermain-main dengan mu karena masih ada yang harus saya urus yang lebih penting lagi" kata Ariell
Ariell pergi meninggalkan Ratna, dia melangkah kan kakinya menuju tempat para asisten rumah tangga. pada saat Ariell tiba disana dia melihat para pembantu yang menyiksa Ariell selama empat tahun dulu.
Ariell tersenyum memperhatikan mereka semua, jumlah mereka ada tujuh orang dan salah satunya yang sangat Ariell benci.
" maksud kedatangan ku kesini aku rasa sebelum aku menjelaskan kalian semua sudah mengerti " kata Ariell
" tolong maafkan kami nona" kata beberapa pembantu itu
" hahahaha.... apa minta maaf??? aku tidak akan membalas apa yang kalian lakukan padaku enam tahun yang lalu karena aku tidak seperti kalian yang tega menyiksa orang yang tidak berdaya"
" tapi aku tidak bisa membiarkan kalian untuk tinggal bersama ku. tapi karena melihat ini sudah jam satu malam, aku akan berikan toleransi pada kalian untuk tinggal disini sampai jam 8 pagi ini."
" tapi tidak dengan mu, aku tidak bisa membiarkan mu tinggal disini. apakah kamu tidak ingat dengan perkataan ku dulu? maka sekarang lah waktu nya aku akan menyeret mu, silahkan pergi dan tinggal kan rumah ku sekarang juga" kata Ariell menarik pembantu itu
" tolong beri aku waktu untuk besok nona, bagaimana mungkin aku bisa pergi malam-malam begini, tolong kasihanilah aku" kata pembantu itu
" apa....kasihani, kamu masih berani-beraninya meminta kasihan kepada ku setelah apa yang sudah kamu lakukan padaku. aku bisa saja memaafkan mu tetapi aku tidak bisa karena kamu lah aku kehilangan anak ku. kamulah penyebab nya" kata Ariell menangis
" jika kamu ingin ku maafkan maka kembalikan anak ku, jika tidak aku akan men ceblos kan mu ke penjara karena kamu mencoba membunuh ku dan juga anak ku" kata Ariell
" aku hanya di suruh, aku tidak bisa menolak permintaan nyonya Ratna pada saat itu nona" kata Pembantu itu
" aku tidak perduli kamu disuruh atau tidak, yang aku tau kamulah yang mencoba ingin membunuh ku dan juga anakku" kata Ariell
" nyonya Ratna lah yang menumpahkan minyak itu bukan aku, ini semua salah nyonya Ratna bukan salah ku" kata pembantu itu berlari menemui Ratna.
Ariell dan pembantu yang lainnya berlari mengikuti wanita itu.
" cepat katakan bahwa kamu lah yang menumpahkan minyak waktu itu" kata wanita itu mengancam Ratna menggunakan pisau
__ADS_1
" apa yang kamu lakukan, lepaskan pisau mu, baik aku akan mengakui semuanya, tapi jauh dulu pisau mu" kata Ratna
pembantu itu melemparkan pisau itu, dan pada saat itu juga Irwan dan Putri baru saja tiba, pisau tersebut terjatuh tepat di kaki putri.