Terpaksa Harus Menikahi Ku

Terpaksa Harus Menikahi Ku
EPISODE 75


__ADS_3

tidak terasa sudah tiga jam waktunya keempat pria ini bercanda tertawa di ruangan itu. Rickhard sangat bahagia, ternyata dengan secara perlahan masalah keluarga nya terselesaikan.


sore ini keluarga besar Dirgantara pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Ariell.


sesampainya mereka di tempat Ariell di rawat Willchard dan Edward yang lebih dulu masuk untuk menjenguk Ariell.


" ternyata menantuku sangat menderita selama ini" kata Willchard menangis


" maafkan papah nak, papah selama ini tidak perduli pada mu, kau membiarkan dirimu dihina demi menjaga kesehatan ku. aku sungguh tidak tahu pada saat itu bahwa kamu adalah menantu ku"


" tapi sekarang aku sudah merasa lega, karena ternyata ibu kandung cucuku adalah wanita yang baik"


" dan aku hanya berharap kita bisa cepat berkumpul kembali seperti tiga bulan yang lalu."


" kamu tidak usah repot-repot lagi untuk mencari anak mu, apakah kamu tahu?? anak mu selama ini sudah bersama dengan mu" kata Willchard


" hanya kata maaf yang bisa ku ucapkan pada mu nak" kata Willchard


" kakak ipar.... apa kakak tahu? papah menerima pernikahan kalian."


" apa kakak ngk bosan yah kayak gini terus??"


" kakak ipar ngk asyik, kakak udah lama ngk masak aku makanan. cepatlah bangun tanpa kehadiran kakak rumah kita sangat lah sepi" kata Edward


dan setelah beberapa lama kini giliran Rickhard dan Ricky. sesampainya mereka di ruangan ICU, Ricky dan Rickhard sudah sama-sama menangis.


Rickhard melihat sekujur tubuh Ariell yang terbaring kaku dan tanpa bergerak, dia bagaikan mayat yang tertidur pulas.


Rickhard meraih tangan kanan Ariell yang begitu dingin dan tentunya sangat pucat.


" maaf...." kata Rickhard menangis menciumi tangan Ariell


hanya itu kata yang di ucapkan Rickhard, namun berbeda dengan Ricky. sejak dari tadi Ricky tidak berbicara apapun, dia hanya menangis memandangi tubuh Ariell dengan tajam bahkan dia tidak menyentuh Ariell sedikit pun.


padahal di keluarga Dirgantara Ricky lah yang paling merindukan Ariell, dan dia lah orang yang paling takut untuk kehilangan Ariell.


sudah beberapa lama mereka disana Ricky duduk di kursi roda hanya terdiam. Rickhard yang menyadari tingkah Ricky.


" Ricky sayang kenapa tidak berbicara pada mamah, bukan kah kamu merindukan mamah?" kata Rickhard


" mamah jahat..... ternyata mamah orang jahat...." teriak Ricky dan kini tangisnya pecah


" Ricky kamu berkata apa??" kata Rickhard


" mamah orang jahat bahkan orang yang paling jahat yang pernah Ricky temui"


" Ricky menyesal bertemu dengan mamah"


" Ricky sangat membenci mamah"


" mamah sudah tega meninggalkan kan ku, mamah membuang ku, apa salah ku mah....." kata Ricky


Rickhard sangat terkejut dengan perkataan Ricky, Rickhard menutup mulutnya sendiri menggunakan tangan


namun tiba-tiba Ariell bernafas dengan sesak, dan mesin yang di ruangan berbunyi dengan panjang.


ti....i......it.....

__ADS_1


Rickhard langsung menekan tombol yang Diding dalam sekejap para perawat dan dokter berlari keruangan ICU.


keadaan Rickhard dan Ricky semakin menjadi panik. Rickhard membawa Ricky pergi keluar dari ruang ICU.


" mamah........." tangis Ricky memanggil ibunya


" apa yang terjadi" kata Willchard


" keadaan Ariell drob pah" kata Willchard


" ini salah Ricky...... mamah.....maafin Ricky" kata Ricky


sementara Ariell tertidur di ayunan bersama dengan ibunya.wulan membelai rambut anaknya tersebut.


" Ariell apa kamu tidak ingin kembali nak?" kata Wulan pada Ariell


" untuk apa ibu,.... Ariell sudah senang disini, Ariell bisa memeluk ibu setiap hari nya" kata Ariell


" ibu bangga pada mu nak, kamu adalah anak yang hebat. kamu berhasil menyelamatkan rumah dan perusahaan kita" kata wulan


" bukan Ariell mah, yang melakukan itu adalah Om Martin" kata Ariell


" lalu apa kamu tidak kasihan dengan ayah mu nak, ayah mu membutuhkan mu" kata Wulan


" selama mamah pergi ayah tidak pernah baik kepada ku, ayah selalu menyiksaku. untuk apa Ariell kasihan padanya" kata Ariell


" baiklah.... lalu selama ibu pergi apa kamu bahagia" kata Wulan


" ibu bicara apa?? wulan sangat-sangat menderita mah" kata Ariell


sementara di ruangan ICU, Beberapa perawat dan dokter keluar dari dalam ruangan dan membuka kedua pintu tersebut dengan lebar-lebar.


" maafkan kami tuan, kami sudah berusaha tapi Tuhan berkehendak lain" kata Dokter itu.


mendengar itu Rickhard terduduk lemas dan menangis.


" mamah kenapa om" kata Ricky bertanya pada Edward


" sayang Ricky harus ikhlas, mamah Ricky sudah tenang nak" kata Edward menangis


" tidak.... mamah tidak bisa pergi" kata Ricky menangis tanpa sadar Ricky berlari kearah Ariell dan memeluk tubuh Ariell.


" mamah Ricky minta maaf mah,, Ricky mohon jangan tinggali Ricky" kata Ricky menangis memeluk Ariell


Edward, Rickhard dan Willchard berlari menyusul Ricky.


" sudah Ricky mungkin ini yang terbaik untuk mamah" kata Edward ingin menarik tubuh Ricky.


" tidak..... mamah tidak boleh pergi" kata Ricky


" jika memang kamu sangat-sangat menderita lalu kenapa kamu lakukan ini pada anak mu" kata Wulan


" ibu tahu tentang anakku" kata Ariell


" iya ibu tahu semua nya, maafkan ibu tidak bisa berbuat apa-apa" kata Wulan


" lalu dimana anak ku sekarang bu" kata Ariell

__ADS_1


" sebenarnya kamu sangat dekat sekali dengan anak mu" kata Ariell


Ariell melihat seorang anak perempuan seumuran dengan Ricky berlari kearahnya.


" mamah....." kata perempuan itu memeluk Ariell


" apakah dia anakku?" kata Ariell bertanya kepada Wulan


" apa kamu tidak merasakan naluri seorang ibu nak, kamu pasti tau dia anak mu atau bukan" kata Wulan


Ariell memandangi anak kecil dihadapan nya.


" bagaimana?? apa kamu merasakan dia anak mu?" kata Wulan


yang Ariell rasakan berbeda dengan pada saat dia bersama Ricky. kemudian Ariell menggelengkan kepalanya.


kemudian dua orang anak laki-laki kecil datang lagi dan seumuran juga dengan Ricky.


" mamah...." kata keduanya memeluk Ariell


sontak Ariell mendorong kedua anak kecil tersebut.


" kalian bukan anakku" kata Ariell


Ariell mendengar suara Ricky,


" apakah mamah akan meninggalkan ku lagi? apa mamah tidak puas sudah meninggal aku selama ini? aku mohon mah.... jangan tinggalkan aku" kata Ricky menangis


" Ricky....." kata Ariell bangkit berdiri Wulan melihat Ariell tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


" Ricky sayang kamu dimana nak...." kata Ariell berlari mencari sumber suara Ricky dan Ariell tidak sadar sudah meninggal kan ibunya.


" mamah Ricky mohon bangun" tangis Ricky


" Ricky..... Ricky.... Ricky...." panggil Ariell menangis dan terus berjalan mengikuti sumber suara Ricky


Rickhard, Edward dan Willchard yang tadinya sudah pasrah. namun mendengar Ariell menyebut Ricky mereka langsung berlari memanggil dokter.


" dokter......dokter....." teriak Edwar dan Rickhard panik menekan tombol darurat.


kini dokter dan beberapa perawat kembali keruangan ICU.


" apa yang terjadi?" kata dokter itu


" istri saya masih hidup dok, istri saya kembali bernafas" kata Rickhard


" mana mungkin" kata dokter memeriksakan lengan Ariell.


" ya Tuhan ini tidak mungkin, cepat pasang kembali semuanya. dan untuk keluarga tolong tunggu diluar" kata dokter itu seketika para perawat langsung sibuk mengambil alih tugas mereka masing-masing.


Rickhard berjalan memapah Ricky sementara Edward berjalan memapah Willchard. namun saat mereka tiba di luar ruangan ICU, kontras mata Rickhard melihat kursi roda Ricky yang sudah ter campak tak beraturan, mungkin karena para perawat dan dokter panik berlari.


Rickhard melihat Ricky berdiri di samping nya.


" Ricky sayang kamu bisa berjalan" kata Rickhard


seketika Willchard dan Edward langsung tersadar dan melihat kearah Ricky.

__ADS_1


" iya papah.... Ricky sudah bisa jalan" kata Ricky yang dirinya juga baru menyadari atas kesembuhan nya.


" Ricky....." teriak Edwar, Rickhard dan Willchard memeluk Ricky


__ADS_2