
keesokan paginya, Ariell sudah bangun lebih dulu Ariell tersenyum melihat anak kecil yang tertidur lelap sambil memeluk dirinya.
Ariell mencium kening anak itu, lalu dengan pelan dia melepaskan tangan Ricky, bersyukur pelukan Ricky tidak se erat tadi malam dan kini Ariell sudah terlepas dari pelukan Ricky.
Ariell pergi ke dapur untuk menyiapkan serapan pagi untuk mereka berdua. beberapa menit kemudian serapan sudah siap, Ariell berniat ingin membangunkan Ricky, namun Ricky sudah memeluk badan Ariell dari belakang.
" sayang.... kamu sudah bangun??" kata Ariell
" tante... Ricky pikir Ricky hanya bermimpi" kata Ricky
" tidak sayang, ini benaran kok" kata Ariell membalikkan badannya lalu menggendong Ricky
sekarang kamu cuci muka dulu, gosok gigi baru setelah itu kita serapan deh" kata Ariell
" oke tante" kata Ricky
dan setelah beberapa menit akhirnya Ricky sudah siap membersihkan wajahnya dan tidak lupa menggosok gigi nya.
" oke sayang sekarang kita serapan" kata Ariell
" sepertinya nasi goreng tante sangat enak" kata Ricky
"kamu cicipi saja dulu sayang baru berikan pujian pada tante, soalnya tante kurang pandai memasak nasi goreng" kata Ariell
__ADS_1
" benarkah tante??? tapi dari baunya nasi goreng ini enak" kata Ricky
" kalau begitu kita makan saja dulu dan mari kita lihat" kata Ariell
Ricky yang penasaran dengan rasa nasi goreng yang dihadapan dia langsung memasukkan sesendok kedalam mulutnya.
" hhmmmmmm..... benarkan tante apa Ricky bilang, masakan tante memang paling enak" kata Ricky
" owh iya makasih banyak sayang" kata Ariell
" kalau begitu Ricky akan lebih sering lagi makan masakan Tante, boleh kan tante?" kata Ricky
" boleh dong sayang, dengan senang hati tante akan memasaknya untuk mu" kata Ariell
" makasih banyak tante" kata Ricky.
namun sebelum mereka sampai di tempat itu, beberapa mobil mewah warna hitam menghadang mereka, dan tiba-tiba saja taksi yang mereka tumpangi mendadak mengerem. Ariell langsung memeluk Ricky, dia menenggelamkan kepala Ricky ke tubuhnya, Ariell takut terjadi sesuatu pada Ariell.
" ada apa pak??" tanya Ariell
" saya tidak tahu neng, saya tidak mengenal mereka, mereka tiba-tiba menggadang kita" kata pria paruh baya itu
tiba-tiba saja pintu mobil yang berada didepan mereka terbuka, dan beberapa pria mengenakan seragam jas hitam dan kemeja putih yang jadi dalamnya dan tidak lupa dipadukan denga dasi warna hitam.
__ADS_1
mereka ber empat keluar dari dalam mobil dan melangkah menghampiri mereka.
" ada apa tante??" tanya Ricky penasaran karena dia tidak bisa melihat Ariell masih memeluk Ricky
" kamu tenang saja sayang, tante akan melindungi mu" kata Ariell
" buka pintunya, jika tidak kami akan berbuat sesuatu yang buruk pada kalian" kata salah satunya
" bagaimana ini neng" kata sopir itu dengan ketakutan
" turuti saja mereka pak" kata Ariell namun tiba-tiba pintu penumpang taksi itu sudah di buka dari luar.
" lepaskan anak kecil itu, jika tidak kami harus berbuat sesuatu yang buruk kepada mu" kata pria itu
" oke, kalian minggir lah dulu, kami akan keluar. tapi aku mohon jangan sakiti anak ini" kata Ariell dan masih memeluk Ricky
" tante ada apa??" kata Ricky
" tidak ada apa-apa sayang, kamu tenang saja" kata Ariell sambil membawa Ricky keluar dari dalam mobil.
setelah mereka berhasil keluar, Ariell melihat tiga mobil yang sama menggadang mereka, dan ada dua belas pria berpakaian sama dengan badan kekar dan tegap sepertinya mereka bodyguard seseorang, karena mereka juga masing-masing mengenakan earpiece sebagai alat pendengaran untuk kuping mereka.
namun Ariell sangat terkejut karena seseorang diantara mereka berbicara.
__ADS_1
" tuan muda.... apakah anda baik-baik saja??" tanya pemuda itu
Ricky yang merasa dirinya disebut, akhirnya dia melihat kearah suara itu, Ariell juga kebingungan karena mereka memanggil Ricky sebagai tuan muda.