
sementara Ariell masih berdiri disana dengan pikiran kosong, kini pandangan nya sudah kabur akibat air mata nya yang terus saja keluar tanpa berhenti.
Ariell tidak menyadari bahwa excavator itu sudah mulai bekerja sejak tadi, sementara Rika dan Merry tidak ada yang bisa mereka lakukan. mereka memanggil manggil nama Ariell, namun percuma Ariell tidak mendengar nya karena jiwanya melayang-layang entah kemana.
" Ariell kamu jangan disitu nak" kata Merry menangis
" Ariell itu bahaya, Ariell tolong jangan seperti ini, kita bisa menyelesaikan nya dan membangunnya lagi tapi setidaknya pikir kan keselamatan mu dulu" kata Rika
" Ariell jangan mempersulit keadaan ini nak" kata Merry
dan tanpa Ariell sadari beberapa serpihan beton dari atas terjatuh tepat di atas kepalanya.
" Ariell...... awas...."
bruuk......
" Akh..... apa yang terjadi?" kata Ariell karena dia baru saja tersadar terjatuh tepat di badan seseorang.
Ariell terjatuh tepat di atas badan Rickhard. Rickhard lah yang menolong nya, dan dia baru saja sampai.
" apa kamu sudah gila???? apa dengan seperti ini caramu untuk menyelesaikan masalahmu?. Kamu sungguh kekanak-kanakan tau ngkk" kata Rickhard marah
" maafkan aku, lalu kenapa kamu ada disini" kata Ariell yang masih berbaring dipelukan Rickhard
" apa kamu ingin terus seperti ini? ini tempat terbuka Ariell, mereka semua bisa saja menjadikan kita sebagai tontonan, cepatlah bergerak dari badan ku" kata Rickhard
mendengar itu Ariell langsung cepat-cepat bangkit berdiri.
" kamu yang menarik ku tadi " kata Ariell
" apa kamu tahu, apa yang akan terjadi pada mu jika aku tidak datang tepat waktu? sudah ditolong malah menyalahkan ku. tidak ada kah niatmu sedikit pun untuk membantu ku berdiri?" kata Rickhard
tanpa berpikir panjang Ariell langsung mengulurkan tangannya.
" sini aku bantu" kata Ariell
Rickhard menggapai tangan Ariell dan bangkit berdiri, namun pada saat dia berdiri Rickhard merasakan sakit di bagian kaki nya.
Rickhard hanya menggunakan celana kasual berwarna coklat muda selutut dan kaos oblong putih polos, Karena buru-buru dia lupa mengganti pakaiannya.
" akh....." kata Rickhard kesakitan memegang kakinya, dia baru menyadari bahwa betis kanan nya terluka tertusuk besi.
" kamu kenapa? " kata Ariell bingung lalu dia melihat kearah betis Rickhard yang masih Rickhard pegang, disana masih menancap besi yang berukuran 15cm panjangnya.
" ya ampun kamu terluka, mari sini aku bantu" kata Ariell langsung memapah Rickhard pergi meninggalkan lokasi tersebut
" Ariell kamu tidak apa-apa?" kata Rika
" ya ampun kamu terluka nak. Rika kamu bantu Ariell membawa pria ini" kata Merry
__ADS_1
" iya bu..." kata Rika langsung membantu Ariell untuk memapah Rickhard kedalam mobil.
Ariell dan Rickhard duduk dibelakang pengemudi.
" Rika kamu temani Ariell bawa dia kerumah sakit" kata Merry
" baik buk" kata Rika duduk disamping pengemudi.
mereka bertiga seketika bingung, karena diantara mereka bertiga tidak ada yang duduk di bangku pengemudi.
" kenapa kak Rika duduk disitu? lalu siapa yang akan menyetir?" kata Ariell
" aku ngk bisa nyetir Rill" kata Rika
" aku juga ngk bisa nyetir" kata Ariell
" ya ampun.... terus kalian berdua mau ngapain kalau ngk bisa nyetir" kata Rickhard
" mau bawa kamu kerumah sakit" jawab Ariell dan Rika kompak
" bawa aku? yang Iya nya kebalik. aku yang malah bawa kalian berdua kerumah sakit" kata Rickhard keluar dari mobil
Ariell dan Rika saling memandang kemudian keduanya menggelengkan kepala, mereka berdua sama-sama tersenyum. kini Rickhard sudah duduk di bangku pengemudi.
" apa kamu yakin bisa menyetir dengan keadaan seperti ini?" tanya Ariell
" yah kita bisa cari orang untuk mengemudi" kata Rika
" cari orang?? apa kamu pikir kakiku terbuat dari bahan baja sehingga aku tidak merasakan sakit?" kata Rickhard sambil menghidupkan mesin mobilnya.
" ternyata kamu bisa merasakan sakit juga rupanya, berarti kamu masih sama dengan manusia pada umumnya " kata Ariell
" Ariell diam lah, aku sedang tidak ingin bercanda" kata Rickhard sambil menyetir mobilnya
kemudian dia memberikan HP nya kepada Ariell.
" Ariell tolong kamu hubungi atas nama Akmal. katakan padanya aku sedang menuju kesana dan dalam keadaan terluka" kata Rickhard
" baiklah" kata Ariell dan menerima HP nya Rickhard. namun Ariell bingung.
" ada apa lagi Ariell.... cepatlah sedikit" kata Rickhard
" hp kamu terkunci, aku tidak tahu password nya" kata Ariel
" password nya tanggal pernikahan kita" kata Rickhard
mendengar itu Rika terkejut, dan dia melihat Ariell kearah belakang nya. tanpa Ariell sadari, Ariell mengetikkan tanggal pernikahan mereka berdua dan langsung menghubungi Akmal.
setelah selesai Ariell menghubungi Akmal, dia memberikan HP tersebut kepada Rickhard.
__ADS_1
" aku lagi menyetir, kamu pegang saja dulu" kata Rickhard
namun Rika masih belum percaya dengan apa yang dia dengar tadi, yang dia tahu Ariell belum menikah sampai sekarang.
Rika melihat Ariell dan Rickhard secara bergantian, di dalam otak nya dia ingin cepat-cepat menanyakan ini kepada Ariell, namun dia enggan Karena ada Rickhard disana. akhirnya Rika memilih untuk diam. stelah empat puluh menit lebih kini mereka bertiga sampai di rumah sakit .
Ariell dan Rika langsung turun dari mobil untuk membantu Rickhard keluar dari mobil, dan disana dokter dan beberapa perawat sudah menunggu mereka.
dokter dan para perawat itu langsung membawa Rickhard keruangan UGD. Ariell dan Rika duduk di bangku tunggu.
" sudah berapa lama?" kata Rika
"apa..." kata Ariell
" kamu menikah" kata Rika
" menikah??? siapa yang menikah?" kata Ariell mengelak
" jadi dia itu suami mu" kata Rika
" suami apa maksud kakak" kata Ariell
" mungkin kamu tidak pernah bisa menerima aku dan ibu sebagai keluarga mu, dan aku tidak menyalahkan mu untuk itu. kami tidak bisa memaksa mu untuk menjadi bagian dari keluarga kami, bagaimana pun juga itu hak mu."
" tapi terus terang Ariell aku kecewa kepada mu. lakukanlah semau mu dan mulai sekarang kami tidak akan ikut campur atas hidupmu. jaga dirimu dan semoga kamu bahagia" kata Rika pergi meninggalkan Ariell
" kak Rika tunggu dulu" kata Ariell
namun pada saat Ariell ingin menyusul Rika, tiba-tiba seorang perawat memanggil nya.
" mba....." kata perawat itu
" iya sus... apakah dia baik-baik saja?" kata Ariell dan akhirnya membiarkan Rika pergi
" pasien sedang di tangani, tapi tolong administrasi nya diurus dulu agar kita bisa menindak lanjuti nya lagi" kata Suster itu
" baiklah " kata Ariell pergi keruang pendaftaran
namun setelah Ariell sampai di sana, petugas pendaftaran tersebut meminta KK dan KTP asli pasien, sementara Ariell tidak memiliki itu.
" tapi sus, ini keadaan darurat. saya janji besok saya akan menyerahkan berkasnya" kata Ariell
" yah sudah kalau begitu kami minta KTP pasien nya saja biar KK nya menyusul. tidak mungkin kan pasien tidak membawa KTP" kata petugas tersebut
" tapi sus, pasien lagi ditangani didalam" kata Ariell
" baiklah, kalau begitu ibu isi data pasien di formulir ini" kata petugas itu
Ariell menerima berkas tersebut, namun dia tidak tahu harus mengisi apa sementara dia tidak tahu jelas identitas Rickhard. Ariell berpikir sejenak untuk bertanya kepada Edward, namun jika dia bertanya kepada Edward, Edward pasti akan bertanya mereka ada dimana lalu bagaimana dengan Ricky. tidak mungkin kan Edward membawa Ricky dengan keadaan seperti itu malam-malam lagi dan tidak mungkin juga Edward meninggalkan Ricky sendirian di rumah.
__ADS_1