Terpaksa Harus Menikahi Ku

Terpaksa Harus Menikahi Ku
EPISODE 71


__ADS_3

"cepat katakan" kata wanita itu kepada Ratna


" iya.... akulah yang menyuruh mu, tapi kamu lah yang menumpahkan minyak itu" kata Ratna


" tetap saja kamu yang bersalah" kata wanita itu


" aku bisa saja melepas kan kalian berdua kalau saja kalian mau jujur pada ku" kata Ariell


" katakan apa yang ingin kami akui" kata Ratna


" dimana anakku sekarang" kata Ariell


" anak mu sudah meninggal Ariell" kata Ratna


" bohong..... kamu berbohong" kata Ariell menangis


" aku tidak berbohong, aku melihat anak mu pada saat itu sudah meninggal" kata Ratna


" tidak.... anak ku masih hidup kamu berbohong. cepat katakan dimana anakku" kata Ariell yang sudah meninggikan suara nya.


" aku sudah bilang, anak mu sudah meninggal" kata Ratna


" baiklah.... kalau begitu kalian berdua harus masuk penjara, karena kalian berdua lah yang harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepada anakku" kata Ariell mengambil Hp nya dari tas nya.


namun Putri langsung mengambil pisau itu dan berlari ke arah Ariell.


" tidak..... kamu harus mati, ibuku tidak bisa masuk penjara" kata putri menusuk perut Ariell menggunakan pisau tersebut


akibat serangan Putri yang tak terduga akhirnya perut Ariell tertusuk. semua orang yang disana terkejut menyaksikan kejadian itu.


Ariell masih posisi berdiri mematung sambil perlahan mengangkat tangan nya untuk memegang perutnya. namun lagi-lagi Putri menusuk perut Ariell


" ini akibat kamu merebut semuanya dariku" kata putri lagi menusuk perut Ariell.


Irwan langsung berlari kearah Ariell dan menopang tubuh Ariell yang kini mulai tidak sadarkan diri lagi. putri ingin menusuk Ariell ketiga kalinya, namun Irwan menghalangi nya menggunakan tangan nya, akibat itu lengan Irwan yang tertusuk pisau itu.


setelah Irwan membaringkan tubuh Ariell, Irwan merebut pisau tersebut dan menampar Putri dengan kuat, akibat tamparan itu Putri tersadar dengan apa yang sudah dia lakukan.


kini Ariell sudah tidak sadarkan diri, begitu banyak darah yang mengalir dari dalam perut Ariell akibat tusukan yang dia dapat.


Irwan langsung menggendong tubuh Ariell, dia membawa Ariell kerumah sakit.


Putri memberikan tusukan tepat di perut Ariell sebanyak dua kali. Putri memandangi tangan nya yang berlumuran darah.


" apa??? aku membunuhnya....."

__ADS_1


" tidak mungkin..... ini tidak mungkin...."


" aku tidak mau jadi pembunuh....."


" aku tidak pembunuh......." kata Putri sambil terduduk dan meringsut


" tidak..... tidak..... itu bukan.... aku....."


" aku tidak pembunuh....." kata Putri


Ratna langsung berlari kearah Putri.


" Putri.... sadarlah nak" kata Ratna memegang wajah Putri


" aku bukan pembunuh....aku tidak membunuh nya" kata Putri


" iya nak.... iya...." kata Ratna menangis


" hahahaha...... aku membunuhnya.... ternyata aku seorang pembunuh...... hahahaha....." kata Putri tertawa


" tidak.... aku tidak membunuhnya.... aku bukan pembunuh...." kata Putri menangis lagi


Ratna melihat tingkah anaknya.


sementara Irwan baru saja tiba di rumah sakit, dan ini waktunya sudah jam tiga pagi.


" tolong selamatkan dia, perutnya tertusuk pisau" kata Irwan sambil meletakkan tubuh Ariell di brankar.


Irwan mengikuti perawat berlari, Irwan memegang tangan Ariell yang sudah begitu dingin dan kaki Ariell pun sudah sangat pucat dan dingin.


Irwan terduduk di kursi tunggu ruang ICU dan beberapa kali mengusap wajahnya, setelah itu memeluk kepalanya dengan menggunakan kedua tangannya, kadang-kadang dia berdiri dan menjambak rambut nya sendiri.


Irwan berjalan-jalan kesana-kemari, sambil menggigit jarinya dan kadang bertolak pinggang, dia kembali duduk dan memukul-mukul pahanya pelan.


Hanya itu yang bisa Irwan lakukan untuk menghilangkan ketakutan dan pikiran nya. akibat perasaan yang begitu takut dia tidak menyadari luka yang ada di lengan nya.


waktu sudah menunjukkan jam enam pagi, sudah tiga jam lebih lamanya Ariell ditangani namun sampai saat ini, belum ada yang keluar dari dalam ruangan ICU.


sementara Ricky sudah jam enam pagi dia belum bisa tidur. Edward terbangun dari tidurnya dan mendapati Ricky yang masih gusar ditempat tidurnya.


" ada apa Ki..... " kata Edward


" Ricky tidak bisa tidur om" kata Ricky


"apa..... jadi kamu satu malam ini terjaga dan tidak tidur" kata Edward

__ADS_1


" Ricky mikirin Mamah, Ricky merasakan tidak enak, Ricky takut terjadi sesuatu yang buruk pada Mamah" kata Ricky


" Mamah Ricky pasti baik-baik saja sayang, mamah Ricky kan sudah besar pasti dia bisa jaga diri" kata Edward


" tapi Ricky takut om, bagaimana jika filing Ricky benar"


" dan bagaimana jika mamah sedang tidak baik-baik saja" kata Ricky yang sudah menangis


" mungkin Ricky merasa kangen sama mamah Ricky , karena setelah papah Ricky menikah baru kali ini mamah Ricky pergi" kata Edward


" Ricky tidak kangen om.... tapi Ricky takut" kata Ricky yang kini tangisnya pecah


" ya sudah kalau begitu Ricky telpon mamah kamu sekarang" kata Edward


" sejak tadi malam Ricky sudah telpon mamah, tapi nomor mamah tidak bisa dihubungi" kata Ricky


" mungkin saja Mamah kamu lagi sibuk, Ricky lihat kan mamah semalam ada di televisi" kata Edward


" pokoknya Ricky mau ketemu Mamah titik." kata Ricky


" baiklah lah.... nanti om kabari sama mamah Ricky bahwa anaknya yang tampan ini sangat merindukan ibunya" kata Edward


sudah jam tujuh pagi, Rickhard ingin pergi ke kantor dia melihat Ricky merengek minta bertemu dengan Ariell.


" ada apa ini Edward kenapa dia seperti itu" kata Rickhard


" dia ingin bertemu dengan pengasuhnya" kata Edward karena Willchard dan Amira ada disana.


" telepon dia, katakan Ricky ingin bertemu dengan nya" kata Rickhard


" nomor nya tidak bisa dihubungi kak, bahkan Ricky satu malaman ini tidak tidur sama sekali" kata Edward


" apa.... Ricky tidak tidur??" kata Rickhard


" sebenarnya pelet apa yang sudah diberikan perempuan itu pada Ricky, sehingga Ricky bisa terpikat olehnya" kata Amira


" tante Amira diam lah..... ini semua terjadi gara-gara tante, kalau sesuatu terjadi pada mamah Ricky, Ricky tidak akan maafin papah, kakek dan juga Tante. kalian bertiga jahat" kata Ricky masih menangis


" baiklah Ricky kita akan bertemu dengan tante Ariell, tapi setelah papah selesai bekerja yah sayang. papah akan cari tante Ariell" kata Rickhard


" kalau begitu Ricky ikut sama papah " kata Ricky


" baiklah, kalau begitu mari kita pergi" kata Rickhard


mau tidak mau akhirnya Edward dan Rickhard membawa Ricky ke kantor mereka.

__ADS_1


__ADS_2