
pagi ini Rickhard duduk di bangku kerjanya sambil mengusut pangkal hidungnya, dia sedang memikirkan masalah rumah tangganya.
namun dia mendengar suara ketukan pintunya dan Rickhard langsung memperbaiki penampilan nya.
" masuk " kata Rickhard
" selamat pagi bos" kata Anton
" bagaimana Anton, apa pekerjaanmu sudah selesai" kata Rickhard
" ini bos informasi yang bos butuhkan" kata Anton memberikan sebuah berkas
" baiklah terimakasih banyak atas pekerjaan mu, silahkan kamu pergi" kata Rickhard menerima file tersebut
" tapi bos saya ingin menyampaikan sebuah informasi. memang ini tidak terlalu penting pada bos, tapi setelah saya pikir-pikir seperti nya beliau bisa membantu bos" kata Anton
Rickhard mengerutkan keningnya,
" katakan apa itu.." kata Rickhard
" ini mengenai Martin bos" kata Anton
" Martin??? siapa Martin?" kata Rickhard
" Martin adalah asisten pribadinya Herman Budiono, seperti nya dia berpihak kepada nona Ariell"
" dalam minggu terakhir ini, Martin sering menemui nona Ariell dengan secara diam-diam di belakang Budiono"
" dan menurut informasi yang saya dapat, Martin mencintai almarhum ibunya nona Ariell"
" dan saya pikir kita bisa menghancurkan Herman melalui Martin" kata Anton
" bagi saya untuk menghancurkan Herman adalah masalah kecil, saya tidak perlu bantuan orang lain" kata Rickhard
" baiklah bos" kata Anton
" baiklah.... lanjut pekerjaan mu" kata Rickhard
" kalau begitu saya permisi dulu bos" kata Anton menundukkan kepalanya pamit.
*****
sementara di tempat lain,
" kak Rika,,,, apa kakak masih marah padaku?" kata Ariell
" aku tidak berhak untuk marah pada mu, selain urusan pekerjaan aku tidak mengenal mu" kata Rika
" kak Rika.... tolong maafkan aku, aku bisa jelasin semuanya" kata Ariell
" jelasin apa?? aku tidak membutuhkan penjelasan itu, dan itu tidak penting bagiku" kata Rika
" kak jangan seperti ini, aku minta maaf.... aku tidak bisa seperti ini pada kakak" kata Ariell
" kenapa tidak bisa, bukan kah seperti ini yang kamu minta" kata Rika
" kak Rika, pernikahan kami hanya sementara. pernikahan kami bukan sesungguhnya pernikahan. jadi itu alasan nya kenapa aku tidak memberitahu kan ini pada kakak dan juga ibu. jadi tolong maafkan aku" kata Ariell
" apa maksudmu dengan pernikahan sementara" kata Rika
kemudian Ariell menceritakan semuanya perihal terjadinya pernikahan antara dia dan Rickhard. dan syukur nya Rika bisa mengerti.
" tapi suami sementara mu itu tampan yah Rill" kata Rika tertawa
" menang di kesing doang kak, kalau kwalitas sih ngk ada" kata Ariell
" hahahaha memang barang" kata Rika
" kak Rika mau kan maafin aku" kata Ariell
" ada syarat nya" kata Rika
" ayolah kak Rik,.... untuk dapat kan kata maaf pun susah banget sih, pake kata syarat lagi," kata Ariell
__ADS_1
" ya udah kalau kamu ngk mau ku maafin, ngk apa-apa kok" kata Rika
" udah deh cepat katakan apa syaratnya" kata Ariell
" terakhir aku berbelanja hari ini, apapun yang aku beli kamu harus membayar nya" kata Rika
" is ... kak Rika jahat banget" kata Ariell
" ngk mau nih??" kata Rika
" iya udah ayo....." kata Ariell
" hahahaha.... oke let's go" kata Rika
tidak memakan waktu banyak mereka di perjalanan, kini mereka sudah sampai di sebuah mall.
" memang kakak mau beli apa?" kata Ariell
" pokoknya shopping lah, banyak yang harus aku beli, karena ini gratis" kata Rika tertawa
" kakak kesempatan dalam kesempitan, " kata Ariell
" ngk ikhlas nih ceritanya??" kata Rika
" ikhlas sih, tapi kak jangan mahal-mahal yah" kata Ariell
" hahahaha.... terserah aku dong" kata Rika dan membawa Ariell kesebuah toko sepatu
kemudian Rika sibuk melihat-lihat sepatu yang ada didalam toko, sementara Ariell duduk di bangku yang ada didalam toko dan sambil membuka sebuah majalah.
dalam lembaran ke-lima Ariell melihat gambar Refan disana yang memasarkan produk keluaran terbaru nya.
" usahanya berjalan semakin lancar" kata Ariell
" siapa Rill?? kamu kenal dengan pria itu?" kata Rika
" memang siapa orang yang tidak mengenalnya. diakan seorang pengusaha sukses" kata Ariell
" dia sangat tampan, tapi sayang sampai sekarang dia belum menikah" kata Rika
" tapi aku penasaran deh Rill, siapa coba wanita yang berani menolak dia itu, menurut ku wanita itu sangat bodoh. coba kalau itu aku, jangankan istri pertama, untuk istri yang keseratus bahkan keseribu pun aku mau" kata Rika
" hahahaha kak Rika sudah gila" kata Ariell
" siapa sih yang tidak mau duit Rill, lagi pula Refan tampan. tapi memang lebih tampan suami mu sih, tapi jika melihat kekayaan nya Refan tidak ada tandingannya" kata Rika
" kakak sepertinya tau banyak tentang dia, lalu selain itu apa lagi yang kakak tahu??" kata Ariell
" sebenarnya aku tidak tahu terlalu banyak, cuman hanya saja tiga hari yang lewat aku melihatnya di televisi untuk memasarkan produk terbaru nya itu, dan beberapa wartawan sedikit kepo bertanya tentang hubungan percintaan nya" kata Rika
" memang dia bilang apa kak?" kata Ariell
" biasalah pertanyaan-pertanyaan apa yang dilontarkannya para wartawan itu, kapan menikah lah punya kekasih lah, dan mereka bertanya umurnya sudah tiga puluh satu tahun kenapa anda belum menikah, "
" yah Refan bilang wanita yang saya cintai masih tidak mau menikah dengan saya, wanita ku masih belum mencitai ku, saya masih harus extra sabar menunggu nya."
" kau tau Ariell, akibat pernyataan Refan membuat para netizen semakin penasaran dengan sosok wanita itu" kata Rika menjelaskan
" apa dia tidak menyebutkan siapa wanita itu" kata Ariell
" dia merahasiakannya, dia tidak menyebutkan siapa wanita itu. cuman dia bilang asli Indonesia, ternyata Refan sangat mencintai Indonesia. tidak jarang lho Rill, pengusaha terkenal seperti Refan mencintai negara kita, belum lagi itu didirinya tidak ada mengalir darah Indonesia tapi dia bilang sangat mencintai wanita Indonesia itu" kata Rika
" kita kenapa jadi bahas dia sih kak?? bukan kah kita kesini mau berbelanja" kata Ariell
" kamu kan yang duluan membahas dia tadi" kata Rika
" cepat lah, kalau sudah siap biar kita makan dulu. aku sudah lapar" kata Ariell
" baiklah" kata Rika dan mengambil sebuah sepatu dari sana.
setelah Ariell membayarnya nya, mereka pergi ke sebuah restoran yang tidak jauh dari mall untuk makan siang.
" Ariell kamu duluan saja, aku akan ke toilet dulu" kata Rika
__ADS_1
" baik lah kak," kata Ariell
namun langkah Ariell berhenti karena seseorang memanggilnya.
" Ariell......." kata orang itu dan Ariell mencari sumber suara itu disana dua orang pria melambaikan tangan dan menghampiri orang tersebut.
" Ariell kan????" kata orang itu lagi
" iya.... tapi siapa yah" kata Ariell
" ya ampun Ariell kamu melupakan kita rupanya" kata pria itu
" maaf bukan maksud melupakan kalian, tapi jujur aku tidak mengenali kalian berdua" Kata Ariell
" ya ampun Rill..... ini aku Erwin" kata Erwin sahabat lamanya Ariell
" Erwin... itu kamu. lagi pula kamu sih,,, ngapain kamu buat rambut mu gondrong kirain tadi bule darimana" kata Ariell
" duduk dulu" kata Hans
" Hans..... " kata Ariell tersenyum
" kamu sudah mengenaliku? darimana saja kamu selama ini" kata Hans
" sumpah..... kalian berdua sangat berbeda sekarang dengan pada saat kita SMA dulu" kata Ariell
" darimana saja kamu?" kata Hans
" kalian yang darimana" kata Ariell
" aku memang baru seminggu ini balik dari luar negeri dan Hans juga baru dua hari kemarin balik juga" kata Erwin
" memang apa pekerjaan kalian sekarang" kata Ariell
" aku tidak punya waktu banyak Rill, aku libur hanya dua Minggu setelah itu aku balik lagi" kata Hans
" balik kemana?" kata Ariell
" dia sudah super sibuk sekarang Rill, dia jadi pilot" kata Erwin
" benarkah Hans???? berarti kamu sudah jadi orang hebat sekarang" kata Ariell
" terus kamu kerjanya apa sekarang" kata Hans
" aku hanya pengangguran sekarang" kata Ariell tersenyum
" kalau begitu kamu menikah saja dengan ku. biar kamu punya pekerjaan untuk mengurus ku" kata Erwin
" hahahaha kamu ngomong apa Win.... lihatlah dia sudah enam tahun lebih tapi dia sama sekali tidak berubah" kata Ariell
" gimana hubungan mu sekarang dengan Irwan" kata Hans namun Ariell hanya tersenyum.
" Ariell ternyata kamu disini, aku dari tadi mencari mu" kata Rika
" kak Rika duduk dulu" kata Ariell
" mereka siapa Rill" kata Rika
" mereka berdua sahabat aku kak" kata Ariell dan memperkenalkan kedua sahabatnya itu
tidak lama kemudian seseorang bergabung lagi dengan mereka.
" sorry gaeys gue terlambat, tadi gue ada miteeng mendadak" kata Irwan
melihat kehadiran Irwan membuat nyali Ariell menciut. Irwan duduk tepat dihadapan Ariell, sebisa mungkin Ariell membuang pandangannya dari Irwan.
" ternyata kalian sudah janji rupanya, kalau begitu kami pergi dulu" kata Ariell
" kamu mau kemana Rill, kita udah lama lho ngk ketemu sama kamu masa kamu langsung main pergi gitu aja" kata Erwin
" ngk ada yang boleh pergi, sebenarnya ada masalah apa sih pada kalian berdua?" kata Hans
"aku ngk perduli tentang masalah kalian berdua, aku hanya ingin bertemu dengan kalian semua, jadi tolong jangan membawa-bawa masalah diantara kalian" kata Erwin
__ADS_1
mendengar perkataan kedua temannya, Ariell akhirnya mengurungkan niat nya untuk pergi dan memilih bertahan demi menjaga perasaan kedua sahabatnya.