Terpaksa Harus Menikahi Ku

Terpaksa Harus Menikahi Ku
EPISODE 65


__ADS_3

sesampainya mereka di kamar Ricky memeluk Ariell.


" maaf kan Ricky mah...." kata Ricky memeluk Ariell


" sayang.... kamu kenapa menangis" kata Ariell memeluk Ricky juga


" ini semu salah Ricky, seharusnya dari awal Ricky tidak memaksa papah menikahi mamah" kata Ricky


" sayang.... kamu berkata apa? kamu tidak bisa menyalahkan dirimu nak, sudah mamah bilang bahwa mamah bahagia Menikah dengan papah mu, akibat pernikahan ini mamah bisa memiliki mu seutuhnya" kata Ariell


" tapi mamah menderita" kata Ricky masih menangis


" siapa bilang mamah menderita" kata Ariell yang berusaha kuat


" aku melihat mamah menangis tadi, kenapa kita tidak jujur saja" kata Ricky


" mamah tidak menangis nak, mata mamah hanya terkena sabun" kata Ariell berbohong


" mamah berbohong lagi" kata Ricky melepaskan pelukannya dan mendorong tubuh Ariell pelan


" maafkan mamah nak, mamah hanya ingin kamu tidak sedih" kata Ariell kembali memeluk Ricky dan kini tangisnya sudah pecah


" mamah cinta kan pada papah?" tanya Ricky


" apa yang harus mamah lakukan nak, mamah tidak bisa berbuat apa-apa" kata Ariell


" kita akui saja kebohongan ini mah" kata Ricky


" tidak nak bukan kah kamu lihat, papah mu juga mencintai tante Amira" kata Ariell


" kalau begitu kita pergi saja dari rumah ini mah" kata Ricky

__ADS_1


" tidak nak.... kita tidak bisa pergi dengan cara seperti itu" kata Ariell namun kedua berhenti berbicara karena ada yang mengetuk pintu.


Ariell langsung menghapus air matanya, dan setelah itu membuka pintu, disana ternyata Edward yang datang membawa kotak obat, dan disaat yang bersamaan Rickhard juga membawa kotak obat.


kedua pria kakak beradik itu berdiri tepat dihadapan Ariell dan masing-masing membawa kotak obat juga.


Rickhard dan Edward menyadari bahwa Ariell Habis menangis, karena hidung Ariell merah, suara nya serak dan belum lagi itu mata Ariell pun masih bengkak dan merah, disana sisa air matanya belum semuanya kering.


" kakak ipar menangis?" kata Edward namun Rickhard hanya terdiam tidak ada keberanian untuk nya berbicara kepada Ariell


" tidak.... mataku tadi terkena sabun pada saat mencuci piring jadi bawaan nya perih sampai sekarang" kata Ariell dengan senyuman yang dipaksakan


" tadinya aku datang ingin memberikan obat ini pada kakak ipar, tapi kak Rickhard juga sudah membawa obatnya. kalau begitu aku masuk dulu kak" kata Edward pergi membawa kotak obat itu kembali


"Edward...." panggil Ariell sebelum Edward sepenuhnya masuk kedalam kamarnya


" iya kak" kata Edward membalikkan badannya


" tapi kak....." kata Edward melihat kearah Rickhard


" Edward aku butuh obat mu, kemari lah" kata Ariell


kemudian Edward menghampiri Ariell.


" ini kak" kata Edward memberikan kotak obat tersebut


" bisakah kamu membantuku? tangan kanan ku terluka, aku tidak terlalu biasa mempergunakan tangan kiri ku. jadi mungkin ini agak sedikit menyulitkan ku" kata Ariell


" baiklah kakak ipar" kata Edward menuruti Ariell


" masuklah" kata Ariell mempersiapkan Edward masuk

__ADS_1


Rickhard yang melihat Ariell sama sekali tidak memperdulikan nya akhirnya dia memilih pergi kedalam kamarnya.


" apa yang kakak lakukan, kenapa kakak ipar ceroboh sekali" kata Edward sambil melumuri salep di tangan Ariell


" namanya aku tidak sengaja Edward" kata Ariell


"om... apa om menyetujui papah menikah dengan tante Amira" kata Ricky


sejenak Edward berpikir.


" hm..... om memang tidak membenci tante Amira, tapi om tidak suka Amira menjadi kakak ipar om" kata Edward


" benarkah om??" kata Ricky


" iya..... dia tidak ada apa-apa nya dibandingkan mamah Ricky" kata Edward


" kalau begitu lakukan sesuatu om" kata Ricky


" lakukan apa??? om tidak bisa berbuat apa-apa." kata Edward


" apakah papa menyukai tante Amira?" kata Ricky


" om tidak tahu, yang om tau dulu papamu tidak cinta sama Amira, tapi sekarang om lihat berbeda. apa kamu ingat, papah kamu tidak suka disentuh tapi lihatlah tadi, Amira terus saja menempel di tangan papamu tapi papamu diam saja" kata Edward


" om..... bantu Ricky misahin papah sama tante Amira" kata Ricky


" Ricky..... kamu berkata apa?? sudahlah ini sudah larut, mari kita tidur saja" kata Ariell pada Ricky


" kalau begitu aku pergi dulu kakak ipar" kamu Edward


" iya.... Edward terima kasih banyak" kata Ariell

__ADS_1


" iya kak sama-sama" kata Edward


__ADS_2