Terpaksa Harus Menikahi Ku

Terpaksa Harus Menikahi Ku
EPISODE 64


__ADS_3

mendengar alasan Rickhard perasaan Ariell semakin terpukul dan tidak terbendung lagi, kini tangisnya semakin deras, namun dia berusaha agar tidak mengeluarkan suara dan Ricky masih memperhatikan Ariell menangis.


" ini waktu yang tepat untuk kamu menikah, agar Ricky ada yang mengurus dan menjaga. dan kamu tidak usah repot-repot untuk mempekerjakan pengasuh lagi. bagaimana pun itu tidak baik, jika seorang gadis tinggal dilingkungan laki-laki" kata Willchard


" tapi pah,, soal itu Rickhard tidak ada hubungannya dengan Ariell, Ariell hanya pengasuh Ricky tidak ada yang lain" kata Rickhard


" maaf aku pergi dulu, aku masih ada pekerjaan" kata Edward meninggalkan meja makan dia kecewa dan kesal kepada kakaknya


" Ricky tidak mau dijaga siapa pun. Ricky hanya ingin tante Ariell. Ricky harap kakek mengerti itu" kata Ricky menangis


" papah dengar sendiri kan" kata Rickhard


" baiklah pernikahan kita tunda sampai Ricky sembuh aku harap kamu tidak mengingkari nya lagi" kata Willchard


kini Ariell sudah siap membereskan semuanya, namun dia mencuci wajah nya terlebih dahulu di wastafel dan Ricky masih setia melihat Ariell.


" mata Tante terkena sabun, jadi tante mencucinya" kata Ariell berbohong


" papah.... papah mempekerjakan tante Ariell untuk menjaga ku. jadi mulai besok tante Ariell tidak boleh memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah. tante Ariell bukan pembantu" kata Ricky yang sudah marah kepada Rickhard

__ADS_1


" sayang.... kamu tidak boleh berkata seperti itu, tante ikhlas melakukan nya" kata Ariell


" tidak bisa, waktu tante jadi berkurang untuk menjaga ku gara-gara mengerjakan itu. memang nya tante pembantu, apa tante istri atau menantu dirumah ini hingga tante harus mengurus kami semua". kata Ricky menyindir Rickhard


" kata nya ingin menikah, tetapi tidak bisa ngapa-ngapain, untuk apa papah menikah kalau istri papah tidak bisa mengerjakan apapun, jangan kan memasak, mengurus anak pun tidak bisa. apa papah tidak memikirkan itu, bagaimana nasib anak papah, nasib papah dan rumah papah" kata Ricky lagi menyindir Amira


" soal itu Ricky tidak usah khwatir, tante akan belajar untuk itu" kata Amira


" kalau begitu tante harus bisa dulu melakukan itu semua baru tante menikah dengan papah" kata Ricky


Amira tidak menjawab nya lagi dia sudah merasa dipermalukan oleh Ricky.


" dan satu lagi, Ricky tidak mau kamar Ricky dimasuki orang lain" kata Ricky


" tapi Ricky..... tante Amira tidur dimana" kata Rickhard


" itu bukan urusan Ricky, pokoknya Ricky bilang tidak mau ya tidak mau" kata Ricky yang sudah marah


" terus bagaimana dengan tante Amira, kamar tamu kan sedang Ricky gunakan" kata Rickhard

__ADS_1


" kamar om Edward kan ada di atas, bukan nya om Edward juga tidur dikamar tamu" kata Ricky


" tapi itu untuk kakek" kata Rickhard


" Ricky tidak mau tau, pokoknya Ricky tidak ingin kamarku dimasuki orang lain titik" kata Ricky


" kalau begitu gimana kamu kembali ke kamar atas, biar kamar bawah di pake oleh tante Amira" kata Rickhard


" tidak mau....." kata Ricky


" ayolah Ricky.... kamu jangan egois dong" kata Rickhard


" papah juga jangan egois, papah yang lebih dulu, kalau begitu kasih saja kamar papah sama tante itu" kata Ricky


Rickhard yang sama halnya dengan Ricky, dia tidak mau barang-barangnya disentuh orang lain, berat baginya untuk memberikan kamarnya kepada Amira.


" sudah.... sudah.... tidak usah ribut masalah kamar, aku bisa menginap di hotel" kata Amira


" memang sudah seharusnya kalau belum menikah tidak bisa tinggal serumah" kata Ricky

__ADS_1


" Ricky sudah cukup sayang.... mari kita istirahat" kata Ariell membawa Ricky, Karena Ricky bisa saja membongkar hubungan antara Richard dan dirinya


__ADS_2