Terpaksa Harus Menikahi Ku

Terpaksa Harus Menikahi Ku
EPISODE 21


__ADS_3

" apa kamu tidak tahu nomor telepon keluarga mu nak?" tanya Ariell


Ricky menggelengkan kepalanya.


" berapa umurmu??" tanya Ariell


" umur Ricky lima tahun tante" kata Ricky


" iya sudah, mari kita pulang ke rumah Tante saja dulu" kata Ariell


Akhirnya Ariell membawa anak itu pulang bersamanya, sesampai mereka di rumah Ariell anak tersebut melihat-lihat ke sekitar rumah Ariell, Ariell yang menyadari itu.


" kamu cari apa sayang??" tanya Ariell


" Tante tinggal sendirian?? dimana keluarga tante??" tanya Ricky


" tante tidak punya keluarga sayang" kata Ariell


" kenapa tante tidak menikah saja" kata Ricky


" karena tante masih tidak ingin menikah sayang, yah sudah kamu tunggu disini biar tante memasak sup untuk mu" kata Ariell


" tante bisa memasak??" tanya Ricky


" hehehe tentu saja sayang" kata Ariell sambil tertawa


" wah.... tante hebat, selain cantik, Tante juga pandai memasak udah gitu tante juga baik" kata Ricky


" Tante kan seorang perempuan,,, jadi harus bisa memasak dong sayang" kata Ariell sambil melanjutkan pekerjaannya


" Ricky bantu yah tante??" kata anak itu


" mari sayang" kata Ariell


Ricky begitu banyak berbicara kadang-kadang Ricky bertingkah lucu, Ariell selalu tersenyum bahagia melihat tingkah anak yang didepan nya itu dan kini tidak terasa masakan yang mereka masak sudah siap.

__ADS_1


" sayang.... masakan nya sudah jadi, sekarang kamu tunggu di meja makan saja, biar Tante saja yang menyiapkan nya" kata Ariell


" baik tante " kata Ricky menuruti perkataan Ariell


tidak butuh waktu lama untuk Ariell menyiapkan semuanya, kini semua yang mereka masak sudah dihidangkan di atas meja makan. dan kini Ariell sudah siap menyajikan makanan di piring mereka berdua.


" baiklah sayang mari kita makan" kata Ariell


" oke tante" Kata Ricky penuh dengan semangat lalu Ricky menyendok kan nasi beserta lauk kedalam mulutnya


" hmmmmm,,, masakan tante enek banget Ricky suka" kata Anak itu dengan begitu senang dan tidak lupa mengangkat jari jempolnya ke arah Ariell


" benarkah??? kalau begitu kamu harus makan yang banyak" kata Ariell tersenyum


Ariell tersenyum bahagia melihat sikap anak kecil yang dihadapan nya, tanpa sedikitpun pun rasa malu anak itu dengan lahap menghabiskan makanan nya.


" eeeegh...... tante Ricky kenyang banget" kata Ricky sambil mengelus perut nya.


" hahahaha..... gimana tidak kenyang kamu menghabiskan makanan yang segitu banyak nya." kata Ariell sambil tertawa


" ah,,, masa???? kamu ketahuan deh bohong nya" kata Ariell


" Ricky benaran tante,,, Ricky ngk bohong" kata Ricky mengangkat jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya sehingga membentuk huruf V.


" berarti tante lebih pandai dong memasak dari ibu kamu" kata Ariell tersenyum.


namun tiba-tiba wajah anak itu berubah dari yang ceria menjadi murung. Ariell yang menyadari nya langsung bertanya.


" sayang apa yang terjadi??" tanya Ariell


" Ricky tidak mempunyai ibu tante" kata Ricky sedih


" maafkan Tante sayang, tante tidak sengaja mengatakan nya" kata Ariell langsung memeluk tubuh anak kecil itu


" Ricky pengen banget punya ibu juga tante sama seperti mereka teman-teman Ricky" kata Ricky

__ADS_1


" sudahlah sayang, di dunia ini kehidupan kita masing-masing sudah diatur yang di atas, mungkin Ricky tidak memiliki ibu tapi tante yakin Ricky memiliki ayah yang begitu hebat iya kan" kata Ariell


" iya Tante, Tante tau papah Ricky sangat tampan. banyak perempuan yang datang kerumah kami untuk bertemu dengan papah"


" tapi papah orang yang sangat cerewet Tante, papah terus mengusir mereka semua dan lagi pula Ricky tidak menyukai mereka" kata Ricky


" kenapa sayang kamu tidak menyukai mereka?" kata Ariell


" mereka semua sama saja tante, tidak ada yang baik" kata Ricky


" kenapa begitu?? kalau kamu terus seperti itu nanti, terus kapan dong kamu punya ibu lagi??" kata Ariell


" mereka hanya ingin harta dan papah Ricky saja tante, mereka sama sekali tidak menginginkan Ricky" kata anak itu


" kamu tau darimana, kamu tidak boleh berkata seperti itu sayang" kata Ariell


" Ricky benaran kok tante,," kata Ricky


" iya... iya... yah sudah ini minum obat mu dulu, " kata Ariell memberikan obat Kepada Ricky, Setelah Ricky meminum obat tersebut Ariell mengajak Ricky untuk tidur.


"oke sayang sekarang mari kita cuci muka, lalu gosok Gigi setelah itu kita tidur deh" kata Ariell menggendong anak itu


" Tante... boleh ngk Ricky tidur sama Tante??" tanya Ricky


" tentu boleh dong sayang," kata Ariell tersenyum dan sambil mencium pipi Ricky


" yei...... makasih banyak tante" kata Ricky kegirangan dan sambil mengeratkan pelukannya Kepada Ariell. Ariell hanya tersenyum dan melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi.


tidak butuh waktu lama untuk Ricky, kini dia sudah terlelap tidur. Ariell tersenyum memandangi wajah polos anak kecil yang dihadapan nya.


sejenak dia berpikir " seandainya saja waktu itu anakku masih hidup, mungkin dia sudah sebesar ini. tapi aku tidak tau apakah anakku perempuan atau laki-laki" batin Ariell lalu dia mencium kening anak kecil itu, Ariell berniat untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi pagi namun tangan Ricky dengan erat masih memeluk badan Ariell.


dengan pelan-pelan Ariell berusaha melepaskan pelukan Ricky, namun usahanya sia-sia. dia takut jika dia memaksa untuk melepaskan diri dari Ricky maka anak itu akan terbangun.


sehingga Ariell memilih untuk ikut tidur bersama dengan Ricky, Ariell membalas pelukan Ricky. mereka persis seperti ibu dan anak.

__ADS_1


__ADS_2