Terpaksa Harus Menikahi Ku

Terpaksa Harus Menikahi Ku
EPISODE 15


__ADS_3

hari ini adalah hari terakhir bagi Ariell di Indonesia, namun dalam seminggu ini Ariell sudah menjual semua perhiasan yang diberikan ibunya Kepada nya sewaktu ibunya masih hidup dan tidak ada orang yang tahu.


sangat berat baginya untuk melakukan ini, tapi ini dia lakukan untuk berjaga-jaga, bisa saja Herman tidak akan mengirim biaya sekolahnya dan biaya hidupnya.


sedangkan di sini saja Ariell selama 3 tahun ini dia tidak pernah dibiayai, dan bahkan makan pun dia diberi makanan sisa.


dia berjanji kepada dirinya sendiri, kalau dia sudah berhasil dia akan menggantinya.


tanpa sepengetahuan Herman, sebelumnya juga Wulan sudah menitipkan beberapa perhiasan dan uang , dan sebuah restoran yang dibuka tangan nya sendiri. Wulan menitipkan semuanya kepada kepala asisten rumah tangga nya sebelum dia meninggal.


karena Wulan sudah tau bahwa ini yang akan terjadi kepada putrinya kalau dia meninggal. Herman juga tidak tahu bahwa diam-diam Wulan membuka restoran.


hari ini mantan kepala asisten rumah tangga Ariell datang berkunjung kerumahnya Ariell, dia sangat terkejut mengetahui semua yang terjadi pada Ariell, dia juga tidak menyangka bahwa Herman tega membiarkan Ariell tinggal di kamar pembantu.


" non Ariell, sebelum nyonya pergi, beliau menitipkan kan ini pada ku" kata kepala Asisten rumah tangga tersebut.


"ibu jangan memanggilku nona, aku sudah tidak mempunyai ibu, anggap saja lah aku anak mu."


" tapi bu... besok aku harus berangkat ke luar negeri untuk mengejar cita-cita ku" kata Ariell


" tapi kenapa harus ke luar negeri nak, di sini banyak universitas" kata asisten rumah tangga itu

__ADS_1


" aku yakin mereka sengaja ingin membuang ku ke sana, mereka ingin mengirim ku ke Korea, dan tidak memberikan ku biaya apapun, kalau aku berada di Indonesia ini menurut mereka aku akan menjadi beban bagi mereka"


" dengan cara ini mereka ingin membuang ku, tapi aku harus mengikuti permainan mereka agar aku bisa membalas mereka" kata Ariell


" tapi bagaimana dengan ini nak Ariell?" kata pembantu itu


" selama tiga tahun ini, siapa yang menggkelola restaurant ini buk?" kata Ariell


" Putri saya nak, kebetulan dia dari lulusan bisnis dan manajemen" kata asisten rumah tangga Ariell


" biarkan saja seperti itu Bu... nanti kalau saya sudah siap untuk membalaskan dendam ku kepada mereka, aku akan kembali" kata Ariell


" ibu tentang saja, aku akan belajar" kata Ariell


" tapi nak,, bagaimana dengan rumah ini? apakah kamu akan meninggal kan semua nya?" kata asisten rumah tangga itu


" untuk sekarang aku belum berdaya Bu, aku belum mempunyai kekuatan untuk itu, tapi aku janji pada diriku sendiri, aku akan merebutnya kembali jika aku sudah mempunyai kekuatan untuk itu."


" dan aku akan membalas kan semua apa yang mereka perbuat kepadaku" kata Ariell


" maafkan ibu nak... ibu tidak bisa membantu kamu dalam keadaan sulit" kata pembantu itu

__ADS_1


" aku tidak mau melibatkan orang Bu atas masalahku sendiri, tidak usah ibu menyalahkan diri sendiri atas apa yang sudah menimpa aku" kata Ariell


" kalau begitu jaga diri mu nak, tetap beri kabar kepada aku, dan cepatlah kembali" kata kepala asisten rumah tangga itu memeluk Ariell sambil menangis


" terima kasih buat dukungan ibu ke padaku, tentu aku akan mengingatnya" kata Ariell


" hanya doa yang bisa kuberikan kepadamu nak,,,, dan jaga dirimu"; kata asisten rumah tangga itu


" terima kasih Bu" kata Ariell


sore ini Ariel pergi berjiara ke makam ibunya.


" ibu doakan aku, hanya restumu yang menuntunku agar aku berhasil"


" ibu untuk beberapa tahun ini aku akan meninggalkan ibu di sini, dan aku tidak akan datang ke sini"


" tapi setelah waktunya tiba aku akan kembali ibu"


"terima kasih buat semuanya ibu, aku mencintai ibu"


setelah itu Ariell kembali ke rumahnya dan membereskan apa yang perlu untuk dia bawa.

__ADS_1


__ADS_2