
sesampainya di rumah, tanpa bicara sepatah kata pun Ricky langsung pergi menuju kamarnya.
Rickhard yang melihat tingkah anak nya itu hanya menggeleng kan kepalanya. lalu dia memilih duduk di bangku yang sudah disediakan khusus untuk ruang tamu.
dia membuka kancing pertama kemejanya lalu menarik dasinya untuk dia longgarkan. dia menyandarkan kepalanya disandarkan sofa tersebut dan menutup kedua matanya agar dia bisa menenangkan dirinya.
namun bayangan Ariell datang menghampiri nya. dimana kejadian pada saat mereka berdebat tadi, entah sudah berapa lama Rickhard tersenyum sendiri sambil mengusut pangkal hidungnya menggunakan tangan kanan nya. dia tidak menyadari bahwa Edward sudah berada disana dan menyaksikan kakak nya bertingkah aneh.
" menarik " kata Edward dan mendengar itu Rickhard terbangun dari lamunannya.
" apa????" tanya Rickhard penasaran
" Ariell" kata Edward dan sambil tersenyum
" Ariell????? kenapa kamu bawa-bawa nama gadis aneh itu kesini?" kata Rickhard
" hahahaha,, apanya yang aneh?? aku rasa tidak ada yang aneh dengan Ariell. eh aku salah maksud aku calon kakak ipar" kata Edward
__ADS_1
" apa???? calon kakak ipar?? berani-beraninya nya kamu mengatakan nya calon kakak ipar" kata Rickhard dengan sedikit marah dan bercampur kesal
" ayolah kak, sebaiknya turuti saja permintaan nya Ricky, toh juga Ricky menyukai Ariell. lalu apa yang salah dengan itu" kata Edward
"jelas salah,,, aku tidak menyukai dia, bagaimana mungkin aku menikahi gadis seperti itu" kata Rickhard
" lalu apa bedanya dengan Amira?? kakak juga tidak suka kan dengan Amira," kata Edward
" ya jelas bedalah, aku mengenal Amira sudah begitu lama dan juga dia sepupu kita" kata Rickhard
" kakak menikah hanya untuk membuat papah senang, papah tidak menyuruh kakak menikahi Amira, papah hanya ingin kebahagiaan kalian berdua terutama Ricky. setidaknya nikahi dia untuk Ricky" kata Edward
" kakak sudah bisa lihat sendiri bagaimana Ricky memperlakukan nya dan juga sebaliknya" kata Edward
" iya bisa saja itu semua hanya pura-pura, aku yakin wanita itu sudah lama mengikuti kita dan buktinya dia juga masih baru seminggu disini dan selama ini dia berada di Korea. apa kamu berpikir hanya kebetulan saja bisa bersamaan dengan kita?? coba kamu pikirkan kesitu" kata Rickhard
" aku rasa kakak salah, Ricky bilang Ariell hanya menolong nya semalam pada saat Ricky ingin mencoba melukai dirinya. setidaknya kakak lihat sisi positif nya" kata Edward
__ADS_1
" iya sudah kalau begitu kamu saja yang menikah dengan nya, toh juga Ricky meminta mu untuk menikahi nya" kata Edward
" baiklah kalau begitu, akan ku usaha kan untuk menikahi nya" kata Edward
" terserah kamu saja" kata Rickhard pergi meninggalkan Edward bercampur kesal.
Rickhard pergi ke kamar Ricky, Ricky yang menyadari ayahnya datang dia langsung menutup dirinya menggunakan selimut.
" apa kamu masih marah yah sama papah?" kata Rickhard
namun Ricky tidak merespon ucapan ayahnya sedikitpun.
" maafin papah sayang, bukan papah tidak ingin menuruti permintaan mu. tapi kamu lihat kan bagaimana papah dengan perempuan itu" kata Rickhard walaupun Ricky tetap tidak merespon nya namun dia terus berbicara
" kamu tau kan, keinginan papah selama ini hanya ingin menikah dengan ibu kandung mu, tapi papah sudah berusaha untuk mencarinya, papah tidak tau ibumu dimana sayang. setidaknya kamu tau bagaimana perasaan papah tentang pernikahan ini" kata Rickhard
" kita masih punya waktu sebulan lagi, papah akan coba pikirkan itu. kamu istirahat saja dulu" kata Rickhard pergi meninggalkan Ricky
__ADS_1
" maafin Ricky juga pah, tapi Ricky ingin papah menikah dengan orang baik, tapi Tante Amira itu orangnya tidak baik" kata Ricky didalam hatinya