
Tidak menunggu lama bagi keluarga Dirgantara kini Dokter dan perawat sudah keluar dari dalam ruangan ICU.
" bagaimana dok" tanya Rickhard ketakutan
" tidak ada yang ditakuti, ini mukjizat Tuhan lah yang terjadi. dan selamat untuk keluarga nona Ariell sekarang sudah lewat dari masa kritis dan sekitar satu jam lagi dia akan sadar" kata dokter itu tersenyum dan pergi, namun sebelum dia pergi dia mengucek-ucek kepala Ricky.
" apa yang terjadi Pah?" kata Ricky
" mamah kamu sudah sembuh sayang" kata Rickhard
" kalau begitu mari kita masuk, Ricky ingin melihat mamah" kata Ricky
" tunggu sebentar lagi sayang, mamah kamu masih tidur dan satu jam lagi mama kamu akan bangun " kata Rickhard
satu jam kemudian kini Ariell sudah sadar namun karena sudah malam, Edward pulang membawa Willchard. Jadi Ricky dan Rickhard yang tinggal di rumah sakit.
kedua pria itu masuk kedalam ruangan , Ricky berlari ke pelukan Ariell.
" mamah...." kata Ricky menangis memeluk Ariell
" sayang.... maafin mamah nak, mamah membuat mu takut yah" kata Ariell menangis memeluk Ricky juga. pelukan Ricky begitu kuat membuat Ariell merasa kesakitan di bagian perut nya.
" aduh sayang.... perut mamah sakit" kata Ariell
sontak Ricky takut dan langsung melepaskan pelukannya mundur kebelakang.
" maafkan Ricky mah, Ricky benar-benar tidak sengaja" kata Ricky
__ADS_1
Ariell tersenyum ke arah Ricky.
" hehehe tidak apa-apa kok sayang, sini peluk mamah nak" kata Ariell
" tapi bagaimana jika Ricky menyakiti Mamah lagi" kata Ricky
" hehehe pelukannya pelan kan bisa sayang, mamah masih kangen soalnya" kata Ariell
Ricky kembali memeluk Ariell namun tidak sekuat yang tadi. Ariell menyadari sesuatu bahwa ada yang berubah dengan Ricky.
Ariell melepaskan pelukannya.
" kenapa mah??? apa Ricky menyakiti mamah lagi?" kata Ricky bertanya dan sudah takut
" ya Tuhan.... Ricky kamu bisa jalan nak" kata Ariell menangis menutup mulutnya dan memandangi tubuh Ricky.
" sudah berapa lama aku disini" tanya Ariell kepada Rickhard
" tiga bulan" kata Rickhard memandang Ariell dengan wajah yang sendu.
" ya ampun sayang maafin mamah" kata Ariell memeluk Ricky kembali
" kenapa mamah pergi begitu lama, padahal Ricky ijinkan mamah pergi hanya seminggu saja, tapi mamah malah pergi begitu sangat lama" kata Ricky menangis
" mamah tau Ricky sangat takut mah,,, Ricky takut jika Ricky tidak bisa peluk mamah lagi. jangan pergi lagi mah.... Ricky tidak mau mamah pergi lagi" kata Ricky
" iya sayang iya.... mamah janji, mamah tidak akan pernah pergi lagi" kata Ariell
__ADS_1
" tapi sayang kenapa kamu kurusan" kata Ariell lagi
" ini gara-gara mamah, mamah tidak pernah memasak makanan lagi untuk Ricky, Ricky hanya ingin makan masakan mamah" kata Ricky
"baiklah sayang.... mamah janji, setelah mamah keluar dari rumah sakit ini mamah akan masak untuk kesayangan mamah " kata Ariell tersenyum
namun Rickhard hanya terdiam menyaksikan Ariell dan Ricky, entah sudah beberapa kali dia meneteskan air mata nya karena dia merasa bahagia bisa bertemu lagi dengan Ariell.
malam ini karena masih rasa kangen, Ariell meminta Ricky tidur bersamanya di ranjang yang sama. akibat kurang tidur selama tiga bulan ini Ricky sudah sangat cepat bergabung dengan mimpinya dan sambil memeluk tangan Ariell, dia tidak berani memeluk badan Ariell.
Ariell tidak henti-hentinya menciumi wajah Ricky, saat dia memandangi wajah Ricky kemudian dia mengingat pembicaraan nya dengan ibunya.
" apakah benar dia anakku??" batin Ariell
Rickhard datang menghampiri Ariell, dan tiba-tiba memegang tangan Ariell.
" Ariell maafkan aku" kata Rickhard menangis
" kenapa kamu meminta maaf?" kata Ariell tersenyum dan membiarkan Rickhard memegang tangannya.
"selama ini aku sudah menyakiti mu, sungguh aku menyesal Ariell" kata Rickhard
" sudahlah.... aku tidak pernah menyalahkan mu atas itu" kata Ariell
" sudah berapa lama Ricky sembuh" kata Ariell lagi
" Ricky sembuh masih baru hari ini, " kata Rickhard
__ADS_1
" dengan tiba-tiba??" tanya Ariell