Terpaksa Harus Menikahi Ku

Terpaksa Harus Menikahi Ku
EPISODE 7


__ADS_3

kini mereka sudah sampai di dalam mobil.


Irwan masih terdiam disamping Ariell, dan Ariell masih menangis, tidak ada kata apapun yang di ucapkan Irwan pada Ariell, dia hanya menunggu keadaan Ariell membaik.


setelah beberapa jam keadaan Ariell sudah lumayan baik.


" terimakasih sudah membantuku" kata Ariell kepada Irwan


" tidak apa,, apa yang membuatmu menangis?" kata Irwan


" tidak ada apa-apa, hanya masalah keluarga saja" kata Ariell


" lalu kenapa ujung bibir mu membiru?" kata Irwan


" ini hanya tidak sengaja kejedot" kata Ariell berbohong


" itu membiru akibat pukulan, dan tangan mu juga terluka, siapa yang melakukan ini kepada mu?" kata Irwan


" tidak ada aku hanya terjatuh semalam di kamar mandi, hanya itu saja" kata Ariell


" kalau kamu memendam masalah mu seperti itu terus, masalah mu tidak akan terselesaikan." kata Irwan


" memendam lebih baik padaku, daripada aku melibatkan orang." kata Ariell


" baiklah jika kamu tidak mau cerita" kata Irwan


" bisakah kita lebih cepat lagi ke sekolah aku takut kita terlambat" kata Ariell


akhirnya Irwan melajukan mobilnya menuju sekolah mereka, tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di sekolah.

__ADS_1


pada saat itu, dia melihat ayahnya mengantarkan Putri ke sekolah. Ariell langsung melewati ayahnya dan Putri begitu saja.


Hans dan Erwin ada di sana,


" Ariell..... tunggu" kata Erwin


Ariell menoleh ke belakang ternyata Erwin yang memanggilnya, dia berhenti menunggu Erwin.


" kenapa Ayah mu bersama putri lalu kenapa kamu bersama Irwan" kata Erwin


" dia bukan ayahku,,,, dia hanya orang lain bagiku" kata Ariell


" kamu kenapa Ariell, lalu tibir kamu kenapa mamberi itu!" kata Hans


" iya tangan kamu juga terluka" kata Erwin


" kecoa apa maksudmu?" kata Erwin


" kecoa-kecoa itu ingin mencuri di rumah ku, tapi aku tidak bisa mengalahkan kecoanya, akhirnya aku yang kalah" kata Ariell


" kenapa kamu ikut bersama Irwan" kata Hans


" aku tidak sengaja bertemu dengannya di halte bus tadi" kata Ariell


" kenapa kamu tadi naik mobil" kata Irwan


" mobilku lagi dicuri" kata Ariell


" diculik sama siapa?" kata Erwin dan juga Hans

__ADS_1


" yah... dicuri kecoa-kecoa brengsek itu lah" kata Ariell


" lalu kamu kenapa tadi tidak bersama ayahmu, sementara Putri bersama dengan ayahmu" kata Erwin


" sudah kubilang berulang kali padamu dia bukan ayahku, dan jangan pernah mencoba menyebutnya lagi " kata Ariell


Erwin dan Hans akhirnya diam, mereka tahu sahabatnya lagi marah dan lagi ada masalah.


bel berbunyi pertanda para murid dan para guru beristirahat untuk sejenak.


" Rill kantin yuk" kata Hans mengajak Ariell


" gue lagi males ngantin Hans kalian berdua aja dulu" kata Ariell


" yah... nggak seru... masa kita berdua mulu sih...." kata Erwin


" benaran deh gue lagi males....." kata Ariell


" lagi males apa lagi kere...." kata Putri


" diam lho,,, sembarangan aja tuh mulut kalau ngomong" kata Erwin


dan pada saat itu Irwan pergi ke toilet, kini dia kembali ke kelas, pada saat dia sampai di pintu kelas dia mendengar Erwin berdebat dengan Putri.


" lho..... ngk percaya? dia udah lebih miskin dari seorang pembantu" kata Putri


Ariel menangis ..ingin rasa nya dia memberikan pelajaran bagi putri, namun dia tidak berdaya. dia takut orang tuanya mengusirnya, karena kalau dia pergi dari rumah dia tidak punya apa-apa untuk bertahan hidup, akhirnya dia memilih diam.


" tutup ngk mulut lho nenek lampir??" kata Erwin

__ADS_1


__ADS_2