
"Baiklah besok, saya kenalkan pada Ayah!" Balasnya sembari beranjak dari tempat ia berdiri dan menuju ke kamarnya.
**
Azka kini terlihat menghela nafasnya dalam-dalam dan menjatuhkan tubuhnya dengan kasar di atas tempat tidur.
Saat Azka sedang merebahkan tubuhnya di tempat tidur, terdengar seperti pintu kamarnya terbuka dan terlihat wanita paruh baya yang berusia 55 tahun, yang tak lain adalah ibunya. Ibunya bernama Sarah Yuliani. Berpenampilan Elegan dan sangat anggun, memiliki sifat keras kepala, namun sebenarnya ia orang yang baik hati pada orang yang sudah ia kenal. Ibunya terus mendekat ke arah anaknya itu.
"Nak, mengapa kau tak pergi ke Kantor?" Tanyanya dengan lemah lembut.
"Tidak Bu, hanya sedang lelah saja, urusan Kantor biar Rama yang menghendelnya!" Jelasnya sambil beranjak dari tidurnya.
"Aiya.. apakah kau telah menemukan Calon istrimu?bagaimana dia?apakah dia cantik?dari keluarga mana dia?" Tanyanya.
"Sudah, Dia terlihat baik, cantik, namun dari keluarga biasa-biasa saja." Balasnya.
"Apa?dia berasal dari rakyat biasa?Nak cobalah cari yang sederajat dengan kita!" Balasnya sambil membesarkan pupilnya karena terkejut.
"Tidak bisa!ini telah menjadi keputusanku." Balasnya sambil merebahkan tubuhnya lagi.
__ADS_1
"Tak ada yang di tanyakan lagi?Aku ingin istirahat Bu." Balasnya lagi.
"Baiklah ibu akan keluar!" Balasnya sembari keluar dari kamar anaknya itu.
Setelah keluar dari kamar ia sangat kesal karena anaknya tak mau mendengarkan.
'Ckk... Siapa gadis itu!' Batinnya sembari menggertakkan gigi.
Setelah Bu sarah keluar dari kamar anaknya, ia langsung menuju ke halaman untuk menemui suaminya dan membicarakan tentang calon istri anaknya itu.
"Suamiku apa kau telah mengetahui tentang siapa calon istri anak kita?" Tanyanya dengan penuh lemah lembut.
"Apa kau tau, dia dari keluarga biasa saja." Balasnya sambil berusaha menjelekkan pilihan anaknya itu.
"Tidak, tapi tak apa jika gadis itu baik maka aku akan merestui mereka!" Tegasnya.
"Tapi... Suamiku.." Balasnya.
Belum selesai istrinya berbicara, ia langsung menyelahnya.
__ADS_1
"Sudahlah, tak apa Istriku!mari kita ke dalam, hari mulai panas." Ucapnya sambil beranjak dari tempat duduknya itu dan menggandeng istrinya itu.
***
Sore harinya
Di Rumah Sakit....
Terlihat Amel dan adiknya tengah duduk di sofa pasien, Mereka hanya duduk diam untuk menjaga ibunya itu. Tak lama perut adiknya terdengar keroncongan, Sehingga Amel merasa kasihan pada adiknya dan dia harus beralasan pada adiknya untuk keluar dan bekerja agar ia mendapat uang dan memberi adiknya itu makanan.
"Dek, kakak mau keluar dulu sebentar ada urusan!kamu jaga Ibu dulu ya." Ujarnya sambil membungkukkan tubuhnya dan mengelus rambut adiknya.
"Baiklah kak, hati-hati di jalan!" Balasnya sembari senyum.
Amel pun berjalan keluar Rumah Sakit. Sambil ia berjalan, Ia terus memikirkan bagaimana ia bisa mendapat uang di sore hari ini ia sempat berfikir akan kembali pada Caffe Cloris yang tak lain adalah tempatnya mencari uang untuk biaya kuliah, namun ia ragu karena sudah beberapa hari tak datang, ia terus berjalan dan terlihat ada satu warteg.
Nb Author:Yuk like sama vote buat dukung novel ini☺dan jangan lupa komen sebanyak-banyaknya.jangan lupa mampir juga di novel saya yang lainnya:Kau Cinta Pertamaku!
salam sayang author:
__ADS_1
Jsl Uciha