
Azka melihat tiap detail wajah Amel yang sangat mungil. Tanpa sadar Azka telah ******* lembut bibir Amel, ia terus meronta namun kalah oleh Azka yang memiliki tenaga kuat. Azka terus membungkamnya dengan bibirnya, hingga mereka berhenti ketika mereka kehilangan oksigen.
********
setelah Azka menghentikan aksinya dan menatap wajah Amel yang terlihat merona karena malu. Amel tak akan mempermasalahkan tentang ciuman dadakan tadi karena kini Azka adalah suaminya.
' manis sekali bibirnya, bikin ketagihan.' Ujar Azka dalam hati sembari senyum menyeringai.
Amel yang melihat senyuman Azka spontan merasa merinding, ia takut akan di terkam oleh seorang harimau yang lepas dari kandangnya.
" Ka-kau... menjauhlah!" Ujar Amel dengan terbata-bata.
"Ma-Maaf aku tak sengaja..." Ujar Azka canggung
Sementara Amel hanya menundukkan kepalanya, ia menatap lantai dengan pipi yang merah merona, untuk beberapa menit suasana menjadi hening.
" Sudahlah, mari packing lagi." Ujar Azka untuk memecah keheningan.
Amel tak merespon kata-kata Azka, ia hanya berjalan ke arah lemari untuk mengepack pakaiannya.
*********
Satu jam kemudian
Kini Azka dan Amel telah selesai mengepack pakaian mereka, Azka kini tengah memasukan tas yang berisi pakaian pada bagasi mobilnya. Sedangkan Amel pamit pada Tuan Reyhan dan Nyonya Sarah.
" Yah, Mam, Aku sama Mas Azka pamit dulu ya" Pamit Amel pada Mertuanya itu.
" Baiklah, jaga diri dan harus terus rukun ya Mel." Balas Nyonya Sarah sembari menepuk bahu Amel.
" Benar, kalian harus rukun!" Timpal Tuan Reyhan.
Tak lama Azka pun menghampiri mereka.
" Sudah selesai, ayo." Ajak Azka pada Amel.
__ADS_1
" Azka jaga istrimu dengan baik lho, jangan lupa juga Mami mau cucu." Ujar Nyonya Sarah sembari cekikan.
" Mami ini, ya sudah Azka sama Amel pamit ya." Pamit Azka, ia mencium kedua lengan orang tuanya begitu juga Amel. Tak lupa Nyonya sarah mencium kening wanita yang kini telah menjadi menantunya.
Kemudian mereka berdua masuk ke dalam mobil, di dalam mobil sudah ada supir pribadi yang akan mengantarnya sampai Mansion.
Mobil pun melaju pak supir melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Selama di perjalanan Azka mengecek ponselnya, karena sewaktu tadi Rama—Asistennya memberikan email mengenai sebuah tender besar. Sedangkan Amel, wanita itu hanya diam membisu. Pandangannya ia arahkan ke samping jendela mobil, dimana dirinya bisa menatap pemandangan yang ia temui. Pikirannya ia tujukan pada mama mertuanya yang berkata ingin segera memiliki cucu.
' aku inikan menikah dengannya hanya terpaksa, bagaimana aku akan melahirkan anak untuknya?ti-tidak aku belum siap!' Ujar Amel dalam hati sembari menggeleng-gelengkan kepalanya
' Belum lagi kuliah ku, Ah sial!aku sudah beberapa minggu tak masuk kuliah' Ujar Amel dalam hati lagi.
Azka yang melihat Amel gusar pun berinisiatif untuk bertanya.
" Kau kenapa?" Tanya Azka sembari mengeryitkan keningnya karena melihat Amel yang gusar.
" Ti-tidak, hanya saja terpikir kata-kata Mami tadi." Balas Amel sembari mengalihkan pandangannya ke bawah.
" Perkataan Mami yang mana?" Tanya Azka lagi.
" Yang beliau ingin segera memiliki cucu, sudahlah!" Balas Amel dengan cepat.
" Heh, tenang saja nanti malam kita akan membuat cucu untuk Mami." Goda Azka sembari senyum menyeringai.
Amel yang mendengarnya tertegun sekejap.
' Ah sial, bagaimana ini?apa malam ini ia akan menjebol gerbang surgaku?ti-tidak mau..' Ujar Amel dalam hati sembari melihat ke arah bawah.
" Ka-kau.. jangan macam-macam!" Ujar Amel gusar.
Azka yang melihat Amel gusar pun tertawa karena godaannya berhasil. Sementara itu Amel heran mengapa Azka tertawa.
" Hey Tuan mengapa kau tertawa?apa kau menjebakku lagi?" Tanya Amel.
" Kau ini memang mudah di perdayain,, Haha." Balas Azka cepat sembari tertawa.
__ADS_1
Sementara itu Amel menghiraukan Azka dan hanya terdiam melihat ke arah kaca mobil. perjalanan menuju mansion baru banyak memakan waktu, Amel yang terus duduk pun mesara bosan dan lelah. Berkali-kali ia menguap hingga mengeluarkan hidrogen oksida di kelopak matanya.
" Apa masih lama?" Tanya Amel sembari melirik ke arah Azka.
" Tunggu dulu, sepertinya aku pernah melewati jalan ini." Ujar Amel lagi.
" Tidak, kenapa?" Ujar Azka sembari meletakkan kembali ponselnya di saku ponselnya dan melirik Amel yang terlihat lelah.
" Ya, kita pernah melewati jalan ini karena kita akan pindah ke mansion yang waktu itu kau di rias." Balas Azka.
" Kau lelah?" Tanya Azka lagi.
" Aku Bosan." Ujar Amel.
" Mungkin perjalanan kesana memang cukup lama, kau istrirahatlah terlebih dahulu, jika sudah sampai akan ku bangunkan." Perintah Azka. Tak ada sahutan dari Amel, saat pria itu menoleh Amel telah terlelap terlebih dahulu. ia benar-benar lelah apa lagi AC yang menyejukkan membuat wanita itu cepat mengantuk.
Dua Jam kemudian
Mobil yang mereka kendarai pun terhenti tepat di depan mansion yang megah Nan mewah, karena mobil tak melaju membuat wanita itu pun terbangun.
" Sudah sampai?" Tanya Amel sembari mengerjapkan matanya dengan suara khas bangun tidur.
" Iya, cepat turun." Balas Azka.
" Tunggu dulu barang-barangnya belum di turunkan." Teriak Amel.
" Untuk apa aku mempekerjakan seorang supir jika kerjanya hanya mengendara saja." Balas Azka cepat
Mereka berdua pun turun dan langsung mendekati bangunan megah itu, Azka mulai memasukan kuncinya pada handle pintu. Setelah pintu terbuka mereka mulai memasuki mansion mewahnya.
---------------------------------------
Hai Readers mohon maaf Author baru Up Karena Kemarin Authornya sedang tidak enak badan.
Yuk like sama vote buat dukung novel ini☺dan jangan lupa komen sebanyak-banyaknya.jangan lupa mampir juga di novel saya yang lainnya:Kau Cinta Pertamaku!
__ADS_1
salam sayang author:
Jsl Uciha