Terpaksa Menikahi Gunung Es

Terpaksa Menikahi Gunung Es
Rencana Pindah


__ADS_3

Amel yang melihatnya hanya tertegun sejenak karena hari ini Azka tampan meski hanya menggunakan kaos santai di sertai dengan jeans pendek


*******


" Azka, Amel udah dari tadi lho, Kok kamu baru keluar?" Tanya Nyonya Sarah.


" Itu Mam, biasa kecapean." Balas Azka dengan cepat sembari duduk di samping Amel.


Saat Nyonya Sarah mendengarnya, Ia langsung berpikir yang lain, padahal Azka kelelahan karena acara resepsi kemarin.


" Iya, Mami ngerti kok, kaliankan pengantin baru." Ujar Nyonya Sarah sembari cekikikan.


" Mami ini, nggak perlu di bahas mari kita sarapan." Balas Tuan Reyhan.


Amel terheran-heran sampai-sampai ia berbisik pada Azka.


" Tuan apa yang dimaksud oleh Mami,dan Ayahmu?" Bisik Amel.


" Itu, mereka menyangka kita kecapean gara-gara sudah melakukan itu." Bisik Azka dengan cepat sembari Senyum.


" Melakukan apa?" Balas Amel sembari mengeryitkan keningnya


" Kau ini benar polos apa memang Bodoh, 'itu' saja tidak tahu!" Balas Azka.


Amel terdiam, ia mencoba mencerna kata-kata Azka yang menurutnya tak ia mengerti, saat ia sudah mengerti ia baru teringat bahwa bagaimana malam ini bisa menghindari Azka. Ia melihat Azka sejekap dan terbayang Azka akan memakannya sampai habis. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Istriku, kenapa kau aneh?" Tanya Azka sembari mengeryitkan dahinya karena melihat Amel yang gusar.


" Ti-Tidak...!" Elak Amel dengan terbata-bata.


" Sudah-sudah mari sarapan." Ujar Tuan Reyhan.


Mereka pun sarapan bersama, kini tak ada yang bicara hanya ada suara sendok dan garpu yang saling bertabrakan layaknya suara peperangan.

__ADS_1


Setelah selesai kini para pelayan membereskan semua piring yang berada di atas meja. sementara itu Azka meminta Agar Mami dan Ayahnya tetap duduk karena ada yang ingin ia bicarakan.


" Yah, Mam, Azka telah membuat keputusan untuk pindah ke mansion yang berada di pinggiran kota itu. Bagaimana menurut kalian?" Jelas Azka.


" Ayah setuju saja, karena sekarang kau sudah memiliki keluarga." Balas Tuan Reyhan cepat.


" Tapi nanti mami kesepian." Ujar Nyonya Sarah dengan sedikit sedih.


" Mami tak perlu sedih, Mami bisa kapan saja datang ke mansion kami." Bujuk Azka.


' Humph!orang ini ingin pindah tapi tak membahasnya dulu denganku.' Gerutu Amel dalam hati.


" Jadi kapan kalian akan pindah?" Tanya Tuan Reyhan sembari melipat kedua lengannya di dada.


" Kami akan pindah siang ini." Balas Azka dengan cepat sembari sesekali melihat jam yang melingkar di lengannya itu.


" Baik, nanti para pelayan akan membantu kalian membereskan barang-barang." Ujar Tuan Reyhan.


Setelah perbincangan tersebut selesai, semua meninggalkan Meja makan. Tuan Reyhan pergi ke ruangan fitnes, Nyonya besar Sarah pergi membantu Amel untuk berkemas, sedangkan Azka pergi ke suatu sudut ruangan yang tak lain ruang kerjanya. Azka mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Assisten Rama bahwa hari ini dirinya akan pindah mansion.


Assisten Rama sedang berada di ruangan kantornya, ia terlihat sedang menandatangani berkas-berkas. Saat ia istirahat sejenak, terdengar suara ponsel yang berdering ponsel itu tak lain adalah miliknya. Ia segera mengambil ponselnya dan melihat nama si pemanggil, setelah ia tahu bahwa si pemanggil itu adalah Azka yang merupakan Bosnya ia segera mengangkatnya.


" Halo Bos, Ada apa?" Tanya Assisten Rama sembari duduk di sofa dengan santai.


" Hari ini saya pindah mansion, jika ingin membahas pekerjaan datanglah ke mansion di sisi kota itu." Ujar Azka tanpa ekspresi.


Belum sempat Assisten Rama membalas, Azka langsung memutuskan panggilannya.


'Bos ini, selalu seperti ini!' Ujar Assisten Rama dalam hati.


Tak lama kemudian Assisten Rama menghubungi Sekretarisnya Lina untuk di buatkan secangkir Kopi.


" Halo Sekretaris Lina, tolong buatkan saya secangkir Kopi." Perintah Assisten Rama dengan santai.

__ADS_1


" Baik Pak." Balas Sekretaris Lina dengan cepat.


Assisten Rama pun menutup telponnya, tak lama seorang wanita mengetuk pintu ruangan assisten Rama untuk memberikan kopi tersebut.


" Ini Kopinya Pak." Ujar Sekretaris Lina.


" Baik, terimakasih kau boleh pergi." Balas Assisten Rama cepat.


Sementara itu Amel dan Nyonya Sarah terus mengemas barang-barang yang akan di bawa pindah, tak lama Azka pun datang untuk melihat.


" Mam, Sudahlah biar Azka yang lanjutkan dengan Amel." Ujar Azka sembari mengelus Bahu Nyoya Sarah.


" Iya Mam, biar aku sama Mas Azka aja." Timpal Amel.


" Yasudah, Mami pergi dulu ya!" Ujar Nyonya Sarah sembari meninggalkan mereka berdua.


Setelah Nyonya Sarah pergi, Azka kini mulai menggoda Amel namun Amel tak memberi respon apapun karena ia kesal dengan tingkah Azka yang tak memberitahunya bahwa akan pindah.


" Istriku, mengapa kau menekuk wajahmu terus?" Goda Azka sembari sesekali menyentuh dagu Amel.


Amel sama sekali tak merespon.


" Mengapa kau diam?apa karena kau tak setuju kita pindah?" Tanya Azka lagi sembari mengeryitkan keningnya.


" Bukannya tak setuju, hanya saja jika kau memutuskan apapun seharusnya bicarakan dulu denganku!Aku ini sekarang istrimu!" Balas Amel ketus.


Azka yang melihat tingkah Amel pun tersenyum tipis ia terus mendekatkan dirinya pada Amel, Sedangkan Amel terus berjalan mundur hingga saatnya Amel tertahan oleh dinding dan Azka semakin mendekat. Azka mendekatkan wajahnya pada wajah Amel, ia melihat tiap detail wajah Amel yang sangat mungil. Tanpa sadar Azka telah ******* lembut bibir Amel, Amel terus meronta namun ia kalah oleh kekuatan Azka.


Author Up malam minggu nih😊


Yuk like sama vote buat dukung novel ini☺dan jangan lupa komen sebanyak-banyaknya.jangan lupa mampir juga di novel saya yang lainnya:Kau Cinta Pertamaku!


salam sayang author:

__ADS_1


Jsl Uciha


__ADS_2