Terpaksa Menikahi Gunung Es

Terpaksa Menikahi Gunung Es
Desiran Aneh


__ADS_3

Kini Amel melangkah mendekat pada suaminya itu dan langsung membangunkannya. alhasil sebuah mata indah menawan mulai terbuka dan langsung memandang ke arah wanita itu yang kala tadi hanya memakai kimono handuk. Sesaat pria itu tersenyum simpul dan ia bisa menghirup aroma wangi tubuh istrinya tersebut.


"Ada apa?" tanya Pria itu


"Tidak ada! cepatlah bangun aku sudah membereskan semuanya!" balas Amel seraya berjalan menuju sebuah peti besar yang menampung beberapa pakaiannya.


Wanita itu kini mulai memilih pakaiannya, sedangkan Azka pria itu kini tengah menyikap selimut yang sedari tadi masih melekat di tubuhnya.


Beberapa menit kemudian Amel terlihat mengenakan sebuah dress selutut yang di sertai dengan motif aneka flora yang sangat indah bila melekat di tubuh mungilnya. Sedangkan Azka kini terlihat telah selesai dengan berbagai ritual membersihkan tubuhnyanya itu lalu ia segera memakai pakaian yang sedari tadi telah istrinya siapkan. Pria itu terlihat tampan meski hanya memakai sebuah kemeja polos berwarna navy dan sebuah jeans panjang, tak lupa ia mengenakan sebuah jam arloji di pergelangan tangan kekarnya itu.


Sementara itu di dapur terlihat wanita cantik yang tengah menyiapkan sarapan pagi, lalu berjalan menuju suaminya agar bisa sarapan pagi bersama.


"Tuan mari kita sarapan dulu!" ujar Amel, Azka pun mengiyakan.


Setelah mendapat jawaban dari suaminya, wanita itu kini kembali melangkah menuju meja makan dan mendaratkan tubuhnya di sebuah kursi kayu dan mengambil beberapa lembar roti tawar yang di olesi oleh selai kacang yang begitu lezat. Tak lama kemudian Azka pun terlihat datang dan lansung mendaratkan tubuhnya di kursi kayu tersebut, dengan sigap Amel segera mengambil beberapa lembar roti lalu mengolesnya dengan selai untuk ia berikan pada suaminya tersebut.


"Ah iya Tuan tadi Assisten Rama menghubungimu bahwa 2 jam lagi akan ada meeting," jelas Amel, ya kini waktu tersisa dua jam dan mereka harus sampai di kota S secepatnya. Sesaat pria itu menoleh pada jam arlojinya lalu melanjutkan untuk menghabiskan sarapan paginya itu.


"Cepatlah!" ujar Azka seraya meneguk secangkir kopi yang telah di buat oleh istrinya tersebut. Mendengar kalimat itu Amel pun mempercepat kiat makannya itu, Hingga lagi-lagi membuatnya tersedak dan terbatu-batuk. Dengan cepat Azka mengambil sebuah gelas dan menuangkan air mineral lalu memberikannya pada istrinya tersebut, saat Amel akan menautnya tak sengaja wanita itu malah memegang lengan si pemberi yang tak lain adalah lengan Azka. Sesaat mereka berdua merasakan desiran aneh yang mengalir pada tubuhnya masing-masing. Entahlah tapi mereka memilih untuk tidak ambil pusing


....


Setelah sarapan pagi tadi, Azka terlihat tengah memasukan barang-barangnya ke bagasi mobil miliknya itu, sedangkan Amel wanita itu tengah memandang pedesaan ASRI itu seolah hatinya tak ingin pergi dari desa itu.


"Hey!kau ingin ku tinggal!" ujar Azka yang membuat lamunan Amel pun membuyar seketika. Dengan cepat wanita itu pun menaiki mobil itu lalu duduk bersanding dengan suami menyebalkannya itu.


Di perjalanan keduanya memilih untuk diam tak bersuara, suasana disana menjadi hening. Amel yang terus saja melihat ke arah kaca mobil sedangkan Azka pria itu hanya fokus mengendarai mobilnya menenbus jalan yang begitu banyak di tumbuhi oleh rerimbunan pohon.


Tiga puluh menit lamanya mereka telah diam dalam keheningan, membuat seorang wanita cantik menghembuskan nafasnya dengan berat lalu perlahan menutup mata indahnya itu karena bosan, sedangkan Azka hanya melihatnya sekilas dan hanya tersenyum simpul. Tak lama terdengar dering ponsel yang sangat nyaring, namun itu tak membuat sepasang mata indah itu terbuka.


"Ada apa?" tanya Azka kala ia mengetahui bahwa ponselnyalah yang sedari tadi berdering lalu ia pun mengangkatnya.

__ADS_1


"Bos sudah sampai?" tanya balik seorang pria di seberang sana.


"30 menit lagi sampai, Ah iya bagaimana keadaan kantor Ram?" balas Azka, ya pria yang kini menghubunginya adalah yang tidak lain dan tidak bukan Assisten Rama.


"Baik-baik saja Bos, baiklah hati-hati di jalan." balas Assisten Rama, dengan cepat Azka pun mematikan ponselnya dengan sebelah lengannya itu lalu kembali menaruhnya di saku celana miliknya.


Puluhan menit kemudian, akhirnya mobil yang di kendarai mereka telah sampai di sebuah halaman mansion yang begitu megah, tiap sisinya di tumbuhi beberapa bunga dan tumbuhan lainnya. Amel yang kala itu tertidur pun mulai membuka matanya saat dirasa mobilnya telah terhenti. Wanita itu mulai mengerjapkan matanya pelan. Lalu menapakan kedua kakinya keluar. Sedangkan Azka pria itu kini bergegas menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya tersebut. Saat sampai tepat di depan pintu seorang wanita setengah paruh baya menyambut kedatangan majikannya itu. di ikuti dengan pelayan lainnya. Pria itu menyuruh agar membereskan barangnya lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar tidurnya tersebut.


Sedangkan Amel wanita itu berjalan dengan santainya karena masih dalam keadaan setengah sadar dari tidurnya, tak lupa semua pelayan pun ikut menyambut nona mudanya lalu bergerak membereskan semua barang milik tuan dan nyonyanya tersebut. Wanita itu kini mendaratkan tubuhnya di sebuah sofa mewah nan empuk yang letaknya berada di ruang tamu. Ia kini mulai mengambil sebuah remote lalu menyalakan televisi untuk melihat beberapa berita atau film yang tengah ramai di perbincangkan.


Tak lama kemudian terdengar sura dentuman sepatu pantofel yang beradu dengan lantai hingga terdengar sangat nyaring di telinga siapa saja yang berada di dekatnya. Kini terlihat seorang pria yang berjalan mendekati Amel yang kala itu tengah melihat sebuah iklan buah.


"Jika kau lelah istrihat saja, aku akan ke kantor!" ujar pria itu dengan cepat Amel pun menoleh lalu mengiyakannya.


"Ah iya Tuan apa aku boleh pergi ke mini market untuk membeli beberapa buah?" tanya Amel dengan polosnya, Azka pun mengiyakan lalu memberi beberapa lembar uang kertas pada istrinya itu dan bergegas menuju keluar untuk segera berangkat.


Setelah dirasa Azka telah meninggalkan mansion, kini Amel mulai meminta supir untuk mengantarnya ke mini market, Pak supir pun mengiyakan lalu mulai menghidupkan mesin mobilnya dengan cepat Amel pun masuk kedalam mobil berwarna hitam itu. Saat mobil itu keluar dari halamannya terlihat sebuah mobil ferrari berwarna kuning yang mengikuti mobil tersebut.


Flashback On


Flashback Off


Saat di perjalanan Amel maupun supirnya tak sadar bahwa mereka kini tengah di ikuti, karena memang wanita itu memerintah supirnya berhati-hati dan untuk tidak dekat-dekat dengan mobil sedan itu.


Tak lama sang supir pun memberhentikan mensin mobilnya di depan sebuah mini market yang kala itu sangat ramai. Dengan cepat Amel pun membenarkan pakaiannya lalu berjalan keluar.


"Nona biar saya ikut." ujar Pak supir pada Amel, sponta wanita itu pun mengurungkan niatnya untuk terus berjalan.


"Sudahlah Pak, kau disini saja." balas Amel dengan cepat.


"Tapi Nona..." belum sempat pak supir menyelesaikan perkataanya Amel kini telah memotong perktaan itu.

__ADS_1


"Sudahlah Pak." Ujar Amel seraya melanjutkan langkahnya.


Sementara itu tak jauh dari sana terlihat seorang wanita cantik yang tengah memandang Amel dengan tatapan benci seraya mengambil ponselnya.


"Hallo aku butuh seseorang untuk membantuku!" ujar wanita itu kala panggilannya telah terhubung.


"Baiklah Nona asalkan dananya mencukupi." balas seorang pria dari seberang sana.


"Tenang saja, kau kemarilah ke mini market di jalan kamboja secepatnya!" perintah wanita itu. Dengan cepat para pria itu pun mengiyakannya.


Heh kita lihat apa yang akan terjadi pada dirimu Amel wanita murahan! umpat wanita itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Aku kembaliiii, akhirnya bisa up lagi setelah ujian selesai, Oke jangan lupa Like Coment And Votenya Ya.


__ADS_2