
Shitt! ternyata benar wanita siallan itu! umpat Azka seraya terus mengepal kedua lengannya dengan kuat-kuat.
Mereka bertiga terus memperhatikan lokasi terakhir Lisa berada.
"Tempat ini ..." ujar Assisten Rama seraya mengeryitkan keningnya.
"Aku Tahu tempat ini!" ujar Assisten Rama kembali. Dengan cepat Azka pun menarik lengan rekannya itu dan memasuki mobil yang sedari tadi telah terparkir rapih di halaman.
Azka melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sedangkan Assisten Rama kini menjadi penunjuk arah bagi bosnya itu.
...
Tiga puluh menit kemudian,
Akhirnya mereka telah sampai di tempat tujuan. Azka memarkirkan mobilnya tepat di depan sebuah bangunan kosong tersebut, Pria itu bergegas menuruni mobilnya di ikuti dengan Assisten Rama.
Azka terus menelusuri tempat itu seraya menyapu pandangan ke setiap ruangan yang berada di bangunan tersebut. Beberapa ruangan telah ia periksa, namun hasilnya nihil. pria itu tak menemukan siapapun. Sampai pada suatu ruangan mereka berdua menemukan sebuah kursi dan seutas kali tebal yang tergeletak begitu saja di lantai. Azka mulai mendekati benda itu lalu ia menemukan setetes cairan berwarna merah. Ya cairan itu adalah darah. Azka semakin kesal, pria itu kini membanting kursi ke sembarang arah. Sedangkan Assisten Rama hanya bisa berdiam karena dirinya tahu bosnya kini sedang ingin meluapkan emosinya sedari pagi tadi.
"Bos pasti mereka telah memindahkan Amel!" ujar Assisten Rama setelah menganalisa barang-barang itu. Pria itu mengatakannya saat dirasa Azka telah meluapkan amarahnya.
"Kau benar, mari kita cari." Azka kini melangkahkan kaki lengganya menuju pintu keluar. Saat dirinya akan memasuki mobil langkah itu terhenti tatkala dirinya melihat jejak kaki yang mengarah ke arah hutan yan amat gelap.
Azka kini melangkahkan kakinya seraya terus mengikuti jejak tersebut. Ia yakin jejak itu adalah milik Amel—istrinya. Mereka berdua pun kini mulai memasuki hutan itu.
Sementara itu,
Amel masih terduduk santai di sebuah pohon besar nan kokoh, tak lama kemudian dua orang pria bringas itu datang. Spontan wanita itu pun menahan nafasnya berharap kedua pria itu tak melihat dan tak mendengarnya. Kedua pria itu terlihat sangat bingung karena kehilangan jejak wanita yang ia cari, lalu mereka berdua memutuskan untuk berjalan lurus hingga kesempatan itu Amel ambil untuk turun dan kembali melarikan diri. Namun saat dirinya turun tiba-tiba ia terpeleset sehingga mengeluarkan ringisan dan ringisan itu terdengar oleh kedua pria tersebut. Dengan cepat kedua pria itu menghampiri sumber suara dan mereka kembali menemukan wanita yang sedari tadi menghilang
Amel mulai membangkitkan kembali tubuhnya, wanita itu berusaha menhan rasa sakit yang terus terasa di sekujur tubuhnya lalu berlari dengan sekuat tenaganya agar tak tertangkap oleh kedua pria bringas itu.
"Tolongg!" teriak Amel seraya terus berlari dengan kencangnya. Suara Wanita itu kini menggema di hutan tersebut hingga terdengar oleh kedua pria tampan yang baru saja memasuki hutan itu.
"Suara itu adalah suara Amel!" ujar Azka, pria itu sedikit menaikan sudut bibirnya karena merasa bahagia dan setidaknya ia kini menemukan titik terang dimana istrinya itu berada.
__ADS_1
"Cepatlah suaranya dari arah kanan!" ujar Azka kembali, pria itu kini berlari dengan kencangnya seraya terus menyapu pandangannya.
"Tolongg!" teriakan itu lagi-lagi terdengar dengan jelas di telinga Azka. Pria itu semakin mempercepat kecepatan larinya hingga dirinya kini melihat seorang wanita yang telah ia cari tengah di kejar oleh kedua pria bringas. Dengan cepat Azka mendekati pria itu dan menendang bagian kepala dari salah satu pria tersebut hingga tubuh gempal itu tersungkur ke tanah dengan kerasnya. Sedangkan salah seorangnya lagi kini mencoba melawan Azka. Namun saat akan melawan, Azka terlebih dahulu menghadiahi pria itu dengan pukulan yang bertubi-tubi. Amel yang menyaksikan itu hanya bisa menutup matanya seraya terus berjalan mundur. Wanita itu tak menyadari bahwa kini di belakangnya terdapat sebuah jurang yang amat curam.
Degh!
Degh!
"Azkaaa tolong aku!" teriak Amel saat dirinya kini terpesot ke jurang curam. Namun kini wanita itu memegang erat akar pohon agar dirinya tak jatuh terlalu dalam.
Azka yang mendengar teriakan itu pun bergegas menyudahi perkelahian itu lalu menolong istrinya dengan mengulurkan lengan kekarnya itu agar dapat di raih oleh istrinya.
Amel terus menggapai lengan kekar itu, namun lengan mungilnya tak kunjung sampai dan lengan satunya sudah tak kuat menahan genggaman di akar itu hingga tiba-tiba tubuh mungil itu terjatuh lebih dalam ke jurang curam itu.
Degh!
"Amel!" teriak Azka, Seketika hati Azka terhenyak, kakinya mulai terkulai lemas saat menyaksikan istrinya terjatuh ke jurang tersebut. Tanpa sadar sebuah cairan bening lolos begitu saja dari pelupuk mata pria gagah itu.
Tak lama kemudia Assisten Rama pun datang, pria itu di buat terkejut karena ini baru pertama kalinya ia melihat Azka yang begitu rapuh. Assisten Rama berusaha menenangkan bosnya itu dan mencoba mencari solusi agar menemukan Amel lebih cepat.
"Bos berhentilah!jangan kotori lenganmu hanya karena mereka berdua," ujar Assisten Rama, seketika Azka pun menghentikan perkelahian tersebut.
Assisten Rama kini berjalan mendekat ke arah kedua pria itu lalu mengikat tubuh gempal mereka oleh seutas tali yang ia temukan saat berada di bangunan kosong tadi. Setelah mengikat kedua pria itu, Assisten Rama kini kembali menghampiri bosnya yang tengah terlihat sangat frustasi. Dirinya tak tega melihat bos sekaligus sahabatnya seperti itu, Assiaten Rama pun terus memikirkan cara agar menemukan Amel lebih cepat.
"Bos pasti jurang ini pun memiliki jalan pintaskan?" tanya Assisten Rama seraya terus mengamati jurang curam itu.
"Kau benar, mari kita cari!" balas Azka. Kedua pria itu kini berjalan menelusuri sisi jurang itu hingga keduanya kini menemukan jalan pintas tersebut.
"Itu dia!tapi jalannya sangat terjal dan curam berhati-hatilah Rama!" perintah Azka. Keduanya kini berusaha menuruni jurang itu dengan hati-hati.
Karena kondisi tanah yang tak stabil, keduanya harus ekstrak berhati-hati. Jika salah menggerakan makan mereka berdua pun akan sama halnya terjatuh
Beberapa menit kemudian,
__ADS_1
Mereka berdua berhasil melewati jalan terjang itu. Azka kini mulai menyapu pandangannya untuk mencari wanita yang ia cari sedari tadi.
"Camelia!" teriak Azka seraya terus mencari keberadaan istrinya tersebut.
Saat Azka baru melangkahkan kakinya sebanyak 3 langkah dirinya di buat terkejut karena melihat sesosok wanita yang tak asing lagi baginya, wanita itu kini tergeletak di sisi sungai dan banyak mengeluarkan darah segar dari pelipisnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku Up lagi nih, padahal ini udah 1000 kata lebih lho, oh Ya udah hari senin nih! jangan lupa bagi Vote sebanyak-banyaknya Ya.. wkk jangan lupa Like sama Komentnya juga
jangan jadi pembaca gelap ya😊
luvluv buat klean semua😚
__ADS_1
#AuthorBanyakMaunya**