Terpaksa Menikahi Gunung Es

Terpaksa Menikahi Gunung Es
Hari pertunangan part 1


__ADS_3

Amel pergi menemui dokter, dokter memperbolehkan bu Rahma keluar namun Ia harus menggunakan kursih Roda.


Lalu Amel menghubungi Azka untuk memberitahu bahwa nanti ibunya dan adiknya pun akan ikut bersamanya ke pesta.


Sementara itu di kediaman Putra


Azka yang tengah berkaca sambil memakai dasinya sontak terkejut karena mendengar suara ponsel yang berbunyi, yang tak lain adalah ponsel miliknya. Ia melihat nama si pemanggil yaitu calon istri. Ia segera mengangkatnya.


" Halo Tuan, aku ingin memberitahu bahwa ibuku dan adikku akan ikut bersamaku." Jelas Amel.


" Ah.. Baiklah datanglah nanti 3 jam lagi supirku akan datang menjemput kalian." Balas Azka.


" Oke terimakasih Tuan." Balas Amel dengan cepat.


Belum Azka membalas kini Amel segera memutus panggilannya karena Ia pun tak mau kalah dari Azka.


" Sial!!" Gerutu Azka.


********


2 jam kemudian..


Di Rumah Sakit..


Amel, Vira, dan ibunya kini telah siap. Pak Supir pun sudah menunggu. Mereka memasuki mobil bersama.


Di jalan mereka terjebak macet yang sangat panjang.


1 Jam kemudian

__ADS_1


Akhirnya mereka sampai pada satu Mansion yang sangat mewah Nan Megah. Amel terkejut sekali karena mansion ini sangat mewah di banding dengan mansion yang kemarin.


Mereka berjalan masuk terlihat seorang laki-laki gagah yang sedang menunggu kedatangan Keluarga Amel, lelaki itu tak lain adalah Azka.


" Tuan, megah sekali mansionnya." Ujar Amel kagum.


" Sudahlah, mari masuk semuanya." Balas Azka cepat.


Bu Rahma yang tak tahu siapa Azka berinisiatif bertanya pada anaknya.


" Nak, siapa laki-laki tampan itu?" Bisik ibu Rahma.


" Dia Azka calon suamiku." Balas Amel.


Mereka memasuki mansion tersebut Amel, Vira dan Ibunya terus melihat setiap detail mansion tersebut sekaligus kagum.


" Kamu Amel kan?bisa bicara sebentar?" Ujar Bu Sarah.


" Ah.. baik Nyonya." Balas Amel dengan cepat.


" Bu sebentar Amel ada urusan." Ujar Amel pada ibunya sambil berjalan mengikuti Bu Sarah.


Akhirnya mereka berdua sampai di satu ruangan yang sangat indah yang tak lain adalah kamar milik bu sarah.


" Ma.. af Nyonya ada perlu apa ya?" Tanya Amel terbata-bata.


" Panggil saya Tante saja, atau Mami." Balas Bu sarah Ramah.


" Saya hanya ingin menanyakan beberapa pertanyaan." Balas bu sarah lagi.

__ADS_1


" Baik Tante." Balas Amel dengan cepat.


" Kamu kenapa ingin menikah dengan anak saya?" Tanya bu sarah sambil duduk.


" Karena dia baik." Balas Amel dengan cepat.


" Maaf kalau saya bilang seperti ini, bukan karena dia kaya?" Tanya bu sarah.


Amel terdiam sekejap.


" Bukan Tan, tapi karena dia baik dan menjaga saya." Balas Amel dengan sesekali tersenyum.


' Cih ngomong apa aku ini.' Gerutu amel dalam hati.


" Bagus, kamu saya terima jadi calon menantu." Balas bu sarah sambil memeluk hangat Amel.


Setelah selesai berbincang kini Amel menuju ke ibunya kembali.


" Kamu habis apa?" Tanya ibunya.


" Nggak bu, cuman ngobrol aja." Balas Amel cepat, Amel tak mau ibunya tahu tentang pembicaraan tadi.


Tak lama Azka pun menuju ke arah Amel.


Nb Author:Yuk like sama vote buat dukung novel ini☺dan jangan lupa komen sebanyak-banyaknya.jangan lupa mampir juga di novel saya yang lainnya:Kau Cinta Pertamaku!


salam sayang author:


Jsl Uciha

__ADS_1


__ADS_2