
Setelah selesai berbincang kini Amel menuju ke ibunya kembali.
" Kamu habis apa?" Tanya ibunya.
" Nggak bu, cuman ngobrol aja." Balas Amel cepat, Amel tak mau ibunya tahu tentang pembicaraan tadi.
Tak lama Azka pun menuju ke arah Amel.
" Mel, Bu, Dek selamat siang. Saya Azka calon suaminya Amel." Ujarnya sembari senyum.
Cih saat itu ia tak pernah senyum.bati Amel.
" Jadi yang ini, tampan sekali kau Nak." Balas bu Rahma sambil sesekali senyum.
" Terimakasih bu." Balas Azka
" Mel kau bisa ikut aku sebentar?" Tanya Azka.
" Baik Tuan." Balas Amel dengan cepat.
" Bu sebentar ya." Ujar Azka dan Amel.
Amel dan Azka jalan beriringan mereka berjalan menuju satu ruangan yang tak lain adalah kamar Azka.
__ADS_1
Azka menjelaskan bahwa nanti akan ada konferensi pers.
" Nanti akan ada konferensi pers, kau tak perlu menjawabnya biar aku saja." Jelas Azka sambil memegang pelipisnya.
" Baik Tuan." Balas Amel dengan cepat.
" Sudahlah kau harus siap-siap penata riasnya sudah datang." Balas Azka sambil meninggalkan Amel.
Amel keluar dari kamar tersebut, tiba-tiba seorang wanita cantik menuju ke arahnya, dan memintanya untuk ikut bersamanya wanita itu tak lain adalah penata rias.
Akhirnya mereka sampai di satu ruangan yang indah dan elegant ruangan itu ternyata kamar untuk tamu.
Amel meminta agar make up flawes karena ia tak begitu suka make up yang sangat menor.
1 jam kemudian
Akhirnya Amel telah selesai,ia begitu dangat cantik denga make up flawes, bibirnya yang mungil dan bulu mata yang begitu lentik membuatnya terliat sangat cantik di tambah dengan gaun yang warna hitam yang sangat elegant.
Kini para tamu pun telah hadir, waktunya pesta pertunangan untuk di mulai.
" Hadirin semuanya saya Bu sarah, ibu dari Azka Putra. Hari ini adalah hari pertunangan anak saya,yang sangat saya tunggu-tunggu. Dan kalian pasti ingin melihat siapa calon menantu saya?Nah ini dia Camelia Anindita." Ujar Bu Sarah.
Amel yang mendengarnya langsung menuruni tangga dengan anggunnya, semua mata tertuju padanya. Bahkan Azka sampai tak berkedip.
__ADS_1
" Nah ini dia Camelia Anindita Calon menantu saya." Jelas bu sarah.
Di saat bersamaan sekelompok wartawan yang menunggu di luar untuk konferensi pers.
Akhirnya tiba saatnya untuk Azka menyematkan cincin di jari manis Amel, begitu pun Amel.
Kedua nya merasa sangat gugup dan jantung mereka yang berdegup kencang.
Kini Azka telah menyematkan cincin lalu mencium kening Amel dengan lembut,semua tamu bertepuk tangan dengan riuhnya. Begitu pun Amel menyematkan cincin pada jari Azka dan mencium punggung lengan Azka.
Semua Tamu bertepuk tangan dengan riuh dan sangat menikmati moment tersebut, ada juga yang iri karena Amel hanya wanita biasa bagaimna bisa masuk ke keluarga Putra dengan mudah.
Setelah prosesi menyematkan cincin mereka kembali turun. Dan tak lama ada seorang lelaki yang menuju ke arah Azka yaitu Asisten Rama.
" Maaf Bos, wartawan di luar sudah tidak sabar lagi." Bisik asisten Rama.
" Baik, perbolehkan mereka masuk." Balas Azka.
Rama segera mematuhi kata-kata Bosnya.
Nb Author:Yuk like sama vote buat dukung novel ini☺dan jangan lupa komen sebanyak-banyaknya.jangan lupa mampir juga di novel saya yang lainnya:Kau Cinta Pertamaku!
salam sayang author:
__ADS_1
Jsl Uciha