
“Baiklah tak apa, namun lain kali jangan mengulanginya!” balas Azka seraya sibuk berkutat dengan laptopnya.
“Baiklah bos, ah iya soal wanita itu, dia telah melarikan diri.”Assisten Rama mulai menjelaskan apa yang di sampaikan para penculik tadi.
“Saya tidak mau tahu! Kau urus semuanya, jangan sampai wanita jalang itu kembali bertemu istriku dan kembali menyakitinya.” tandas Azka, mengingat kejadian yang telah menimpa Amel membuat pria itu menjadi marah. Sesekali Azka mengumpat dalam hatinya.
“Baik bos, saya sudah memerintahkan mereka semua untuk mencari wanita itu. Jika tidak ada tugas lain saya akan kembali ke ruangan kerja saya.”Assisten Rama sedikit membungkukkan tubuhnya tanda dia undur diri. Namun langkah itu terhenti tatkala Bosnya kembali memanggil dirinya.
“Rama apa kau pernah memberikan hadiah pada seorang wanita?”pertanyaan itu keluar dengan spontan dari bibir sexy Azka. Sebenarnya pria itu sedikit canggung bila harus membahas wanita dengan Assisten Rama. Selain tidak berpengalaman Azka juga takut Assisten Rama akan mengejeknya.
“Tidak bos, saya hanya memberikan hadiah pada ibu saya saja.”balas Assisten Rama.
“Memangnya siapa yang berulang tahun bos? Sepertinya bukan nyonya Sarah kan? Saya ingat kapan nyonya Sarah berulang tahun.”pertanyaan itu berhasil membuat mulut Azka seakan kelu.
“I-itu Amel besok berulang tahun, menurutmu bagaimana?”Azka akhirnya membalas pertanyaan itu dengan sedikit ragu. Dia tidak punya pilihan lain selain bercerita pada Assisten sekaligus sahabat kampusnya itu.
“Saya juga tidak berpengalaman soal itu, bagaimana jika kita lihat-lihat dari internet saja bos.” Saran Assisten Rama. Azka terdiam sesaat lalu mengiyakan saran dari Assistenya itu.
Assisten Rama mulai membuka ponselnya dan mulai membuka internet untuk membantu bosnya yang tengah kebingungan. Didetik selanjutnya beberapa saran pun muncul di layar ponsel milik Assisten Rama.
“Bos disini dikatakan kita harus menentukan tempat dan juga dekorasinya, lalu kita juga membutuhkan birthday organizer” ujar Assisten Rama seraya terus membaca satu persatu saran yang di berikan oleh internet.
“Baiklah, tolong cari birthday organizer terbaik secepatnya!”cetus Azka dan di balas anggukan oleh Assisten Rama. Assisten Rama masih setia berkutat dengan ponselnya, pria itu kini tengah sibuk mencari birthday organizer terbaik. Hingga beberapa menit kemudian Assisten Rama pun menemukannya dan langsung menghubungi pihak organizer tersebut.
“Bos mereka bilang jika berkenan jam makan siang ini bertemu di Alea's resto untuk membicarakan dekorasi dan lain-lain.”ujar Assisten Rama tatkala dirinya berhasil menghubungi pihak birthday organizer.
“Disini juga mengatakan jika ingin membuat kejutan maka berpura-puralah marah atau pun bersikap dingin lalu seolah-olah menjauhi orang yang ingin kita beri kejutan, dan....”belum sempat Assisten Rama menyelesaikan bacaannya, Azka tiba-tiba menyela kata-kata Assisten Rama.
“Dan apa?”Azka masih setia untuk mendengar kelanjutan dari kalimat tersebut.
“Dan jika kau mencintainya. Namun, belum mengutarakan perasaan mu maka utarakan saat dirimu memberi kejutan tersebut.”kalimat itu sukses membuat Azka terdiam. Benar juga dirinya belum mengatakan jika ia kini telah jatuh hati pada Amel—istrinya.
Azka mulai mempertimbangkan saran yang di dapat Assisten Rama memalui internet. Di menit selanjutnya pria itu sudah bertekad akan mengatakan perasaanya pada Amel besok malam. Namun, pria itu bingung harus berbicara apa nantinya.
“Baiklah, Kau boleh kembali ke ruanganmu sekarang. Siang nanti temani saya untuk bertemu dengan mereka”Ujar Azka dan Assisten Rama pun berlalu dari ruangan bosnya itu.
__ADS_1
Sementara itu di mansion Azka....
Saat ini wanita cantik tengah melihat drama romance di televisi yang mengisahkan tentang cinta segitiga. Iya wanita itu tak lain adalah Amel. Sepeninggalan Azka, Amel memilih bersantai di ruang tamu seraya mengemil beberapa camilan yang di sediakan oleh para pelayan. Beberapa saat kemudian drama itu telah usai, Amel memutuskan untuk pergi ke kamarnya untuk mengambil ponsel miliknya. Rupanya wanita itu berniat menghubungi Diana—sahabatnya.
Amel mulai membuka ponselnya lalu mencari kontak sahabatnya itu, saat menemukannya Amel dengan segera mengklik nama kontaknya dan betapa terkejutnya ia saat tahu bahwa Diana mengiriminya pesan singkat dua jam yang lalu.
Diana mengirim pesan? Tapi kenapa pesannya sudah terbaca? gumam Amel. Padahal sedari tadi dia tak memainkan ponselnya, lalu mengapa pesan dari Diana sudah di buka. Dibacanya pesan tersebut dan tak lupa Amel pun membalas pesan tersebut. Hingga di menit selanjutnya wanita itu memilih merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan terlelap dengan sangat cepat.
....
Pukul dua belas siang
Di Mansion Azka....
Saat ini sepasang mata indah mengerjap pelan, menetralkan cahaya yang ada di sekitarnya. Wanita itu terduduk lalu menyingkap selimut yang melekat pada setengah tubuhnya. Dia baru ingat tiga jam lalu di tertidur dengan cepat. Iya wanita itu adalah Camelia.
Amel melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, dirinya berniat membasuh wajahnya agar sisa-sisa rasa kantuk itu menghilang. Setelah membasuh wajahnya wanita itu mendaratkan tubuhnya di tepian ranjang. Kini rasa lapar melanda wanita itu. Sejenak Amel terdiam, wanita itu ingin membeli makanan siap saji saja. Hingga saat dirinya membuka ponsel terdapat satu informasi tentang restoran yang sedang hits baru-baru ini.
Alea's Resto, sepertinya bagus! Gumam Amel. Iya wanita itu tertarik untuk mencoba beberapa menu di restoran tersebut.
Assisten Rama berjalan menuju room CEO. Dirinya harus mengingatkan bosnya itu untuk bertemu birthday organizer.
“Bos saatnya pergi.”ujar Assisten Rama dan di balas anggukan oleh Azka.
Mereka berdua mulai meninggalkan ruangan tersebut dan mulai menaiki lift khusus CEO. Sesampainya di lobi semua karyawan dan para staf menyapa Azka dan Assisten Rama. Keduanya kini telah sampai di halaman parkir lalu memasuki mobil milik Azka. Seperti yang kita tahu pagi ini Azka memilih untuk mengemudi sendiri tanpa bantuan pak supir.
Assisten Rama mulai menancap gas mobil tersebut lalu mobil itu bergerak menembus jalan yang setiap sisinya di tumbuhi rerimbunan pohon.
Lima belas menit kemudian....
Azka dan Assisten Rama telah sampai di restoran tersebut. Keduanya kini mulai memasuki restauran itu dan mencoba mencari seseorang yang akan mereka temui.
Seorang wanita cantik dengan balutan kemeja putih dan rok span hitam itu mulai melambai ke arah Azka dan Assisten Rama. Pun keduanya mulai berjalan ke arah wanita itu.
“Selamat siang Tuan Azka, Tuan Rama.”Sapa wanita itu seraya menjulurkan salah satu lengannya untuk berjabat tangan seraya menyuguhkan senyum manisnya.
__ADS_1
“Baik langsung ke intinya saja, dekorasi mana yang terbaik dari tim anda.” Azka tiba-tiba berbicara. Pria itu tak suka dengan hal berbau basa-basi. Apalagi wanita yang berada di hadapannya ini terus memandangnya tanpa berkedip, itu membuat Azka sedikit risih.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Author up lagi nih:) jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah ya. wkwkwkwkwk. eitsss otor ini gak maksa ya, seikhlasnya aja. oke semangat berpuasa untuk kalian yang menjalankan:)
Yo jangan jadi pembaca gelap aja. wkwkwkw
pay²**
__ADS_1