Terpaksa Menikahi Gunung Es

Terpaksa Menikahi Gunung Es
Memberitahu Ibu


__ADS_3

" Ibu ingin membicarakan apa?" Tanya Azka heran.


" Tenang saja ibu tak akan membuatnya kabur dari pernikahan." Balas ibunya.


Azka mengangguk tanda ia mengiyakan perintah ibunya itu.


Setelah makan malam semuanya masuk ke bilik kamar masing-masing. Sedangkan Azka berniat menghubungi Amel.


Sementara itu di Rumah Sakit


Amel terus saja menjaga ibunya, sampai ia tak mau makan karena tetap ingin menjaga ibunya. Tapi adiknya memohon hingga Amel pun makan.


Saat Amel makan terdengar suara ponsel yang berbunyi yang tak lain adalah ponsel miliknya. Ia mengira bahwa yang menghubunginya pasti Azka, dan benar ternyata itu CEO Azka.


" Halo... Ada apa Tuan?" Tanya Amel sambil terus memakan makanannya.


" Kau sedang makan?" Tanya Azka penuh selidik.


" Yap, kau mengganggu saja!" Balas Amel dengan cepat.


" Ini penting besok adalah pesta pertunangan kita, dan kau harus datang ke rumahku besok." Jelasnya.


kini Amel tak terkejut karena memang lusa hari pernikahan, dan sebelum pernikahan adalah pesta pertunangan.


" Baiklah, tapi aku tak memiliki gaun." Balas Amel.


" Tenanglah, semuanya aku yang urus!" Balas Azka dengan cepat.


" Baik nanti supirku akan menjemputmu pukul 10 siang, dan pestanya akan berlangsung pukul 4 sore." Balas Azka.

__ADS_1


Belum Amel membalasnya Azka langsung memutus panggilannya.


Cih kebiasaan sekali!Gerutu Amel.


Amel pun menyelesaikan makannya.


Setelah selesai makan Ia kembali duduk di samping ibunya hingga ia tidur terlelap, sementara itu adiknya tertidur di sofa.


***********


Hari Berikutnya


Malam telah berganti menjadi pagi yang begitu cerah. Tapi Amel dan adiknya masih saja terlelap tidur, Sedangkan Bu Rahma telah membuka matanya dan mengelus Rambut Amel dengan lembut. Amel yang merasakannya pun terbangun dari tidurnya.


" Ahh.. Ibu." Ujarnya dengan suara serak khas bangun tidur.


" Nak, kau dan adikmu baik-baik sajakan?" Lirih Bu Rahma.


" Dimana adikmu?" Tanya Bu sarah sambil sesekali melihat sekeliling.


" Dia masih tertidur di sofa bu." Balas Amel.


" Maafkan ibu karena telah merepotkan kalian." Lirih Bu Rahma lagi.


" Tidak bu, ini sudah menjadi kewajiban kami untuk merawat ibu!" Balas Amel sambil memegang tangan ibunya.


" Bu aku ada ingin yang di bicarakan, tapi berjanjilah ibu tak boleh kaget." Ujarnya bingung.


" Ada apa Nak?" Tanya ibunya heran.

__ADS_1


" Besok adalah hari pernikahanku dan sekarang adalah pesta pertunangan." Jelasnya.


Bu Sarah terkejut mendengar perkataan Amel, Ia tak percaya bahwa anaknya besok akan menjadi pengantin.


" Apa?mengapa kamu menikah secepat ini?" Tanya Bu Rahma.


" Ini sebagai balas budi karena calon suamiku yang telah membayar semua biaya rumah sakit." Jelasnya karena tak ada yang mau Amel tutupi pada ibunya.


Bu Rahma yang mendengarnya langsung menitikkan air matannya.


"Ini Semua salah ibu,maafkan ibu nak."ujar Bu Rahma


" Tidak, tidak bu, ini bukan salah siapa-siapa, ibu juga tak perlu khawatir karena dia baik. Dan dia yang merawat kami sewaktu ibu koma." Jelas Amel agar ibunya tak khawatir.


" Baiklah bu, aku harus bersiap." Ujar Amel.


" Nak ibu ingin ikut." Pinta bu Rahma.


" Ibu baru saja sembuh." Balas Amel.


" Ibu sudah baik-baik saja, ibu ingin melihat pesta pertunanganmu." Balas bu Rahma dengan cepat.


" Bailah, Aku tanyakan dulu pada dokter apa ibu boleh keluar." Balas Amel sambil meninggalkan ruangan untuk mencari dokter.


Amel pun pergi menemui dokter, dokter memperbolehkan bu Rahma keluar namun Ia harus menggunakan kursih Roda.


Nb Author:Yuk like sama vote buat dukung novel ini☺dan jangan lupa komen sebanyak-banyaknya.jangan lupa mampir juga di novel saya yang lainnya:Kau Cinta Pertamaku!


salam sayang author:

__ADS_1


Jsl Uciha


__ADS_2