
" Ya, memangnya kenapa?" Tanyanya sambil mengereyitkan dahinya.
" Aku fans dia loh, aku itu hobinya merancang busana!" Jelasnya.
" Jika kau ingin belajar darinya, maka belajarlah." Balas Azka.
" Benarkah?apa boleh?" Tanya Amel sambil memegang pelipisnya.
" Boleh, dia ini temanku sewaktu Smp!" Jelasnya dengan santai.
" Kau memang yang terbaik tuan!" Balasnya penuh bahagia sampai tak sadar telah memeluk Azka.
Azka yang mendapat pelukan dadakan membuat jantungnya terus berdebar dengan cepat, hingga terdengar oleh Amel.
" Tuan apa kau mempunyai penyakit jantung?jantungmu sampai berbunyi kencang sekali." Tanyanya heran.
" Sudahlah mari masuk." Ajak Azka karena ingin mengganti topik pembicaraan.
Saat mereka memasuki butik, semua karyawan butik langsung menyapa dan menghormat pada Azka dan wanita di sisinya yang tak lain Amel.
Azka langsung menanyakan dimana Raffi temannya itu kepada salah satu karyawan di sana. Karyawan itu berkata bahwa Raffi masih ada di rumahnya ada urusan lain. Hingga mereka berdua menunggu di ruang desainer saja.
Ruang desainer Raffi sangat rapih dan elegant, mereka berdua duduk di sebuah sofa.
__ADS_1
Terlihat Mengepalkan tangannya tanda ia sedang khawatir, Azka tahu Amel sedang mengkhawatirkan ibunya. Sehingga dia memeluk Amel dengan hangat, kali ini Amel tak berontak, saat Azka melepas pelukannya dan kini wajah mereka saling dekat, terlihat bola mata Azka yang sendu seakan meneduhi Amel hingga ia tak sadar bahwa Bibir Azka telah menempel pada bibirnya, Ia ingin menolak tapi Azka telah memengang kepalanya. Perlahan Amel menerimanya tanpa ia sadari.
Tak lama kemudian
Terdengar suara langkah kaki dari luar ruangan sehingga membuat mereka berhenti, Amel yang malu sontak menjauh dari Azka.
Suara langkah kaki itu adalah dari desainer terkenal yaitu Raffi.
Raffi yang melihat mereka saling duduk berjauhan merasa heran.
" Mengapa kalian duduk berjauhan sekali?" Tanya Raffi heran.
" Sudahlah, tunjukan kepada kami desain pakaian pernikahan yang telah kau janjikan itu." Balasnya dengan cepat.
Flashback
" Ini." Ujarnya sambil memberikan beberapa desain.
" Hey Kau kesini mari pilih mana yang cocok untukmu!" Perintahnya.
' Cih apa dia tak memiliki urat malu setelah dia menciumku.' Gerutunya dalam hati.
Mereka pun terus memilih dan sampai saatnya mereka memilih pakaian pernikahan bak cinderella dan pangerannya, sebuah gaun bewarna putih yang yang panjang namun terlihat sangat elegant, dan Jas yang sangat keren.
__ADS_1
" Oke, Raffi kita sepakat untuk memilih yang ini." Ujarnya sambil menunjukan gambarnya itu.
" Kau kerjakan dalam waktu 2 hari, dan untuk ayah dan ibuku pergilah saja ke rumah untuk menunjukan desain dan ukurannya." Jelas Azka.
" Baiklah-baiklah nanti Aku ke rumahmu." Balasnya dengan cepat.
" Ah, iya kalian bisa pulang." Balasnya lagi.
" Apa kita tak perlu di ukur Tuan Raffi?" Tanya Amel heran.
Raffi hanya tersenyum saja, Sedangkan Azka yang menjawabnya.
" Kau ini katanya fans Raffi tapi tak tahu ya kemampuan di yang lain?Dia itu bisa mengukur pakaian hanya dengan melihat orangnya saja. Tapi masih hebat saya!" Balasnya sambil menyombongkan diri.
" Cih sombong!" Balas Amel dengan cepat dan ketus.
Azka menghiraukan gerutu Amel.
" Raf, Kami pulang dulu." Balasnya sambil berjabat tangan.
" Baik, Hati-hati Tuan CEO!" Balasnya sambil tertawa.
Nb Author:Yuk like sama vote buat dukung novel ini☺dan jangan lupa komen sebanyak-banyaknya.jangan lupa mampir juga di novel saya yang lainnya:Kau Cinta Pertamaku!
__ADS_1
salam sayang author:
Jsl Uciha