
" Mulai besok buatkan aku kopi setiap pagi hari!" Perintahnya, Amel hanya menganggukan kepala tanda ia setuju.
****
Setelah mengantarkan kopi, kini Amel melangkahkan kaki lenggangnya ke arah dapur untuk membuat sarapan pagi. Ia menuruni setiap anak tangga dengan hati-hati.
Saat Amel memasuki dapur ia melihat seorang pria paruh baya yang sedang mengawasi koki yang akan memulai memasak sarapan pagi, ia pun berinisiatif menyapanya, " Pagi Paman Tio!" Ujar Amel sembari memberi senyuman.
" Pagi Nona, ada yang bisa saya bantu?" Balas Paman Tio dengan cepat dan penuh rasa hormat.
" Emm ... Paman aku akan masak sarapan untuk Tuan mu, dia suka apa ya?" Tanya Amel.
" Jika sarapan Tuan tidak memilih-milih." Balas Paman Tio.
Setelah mendengar balasan dari Paman Tio, Amel kini mulai memikirkan apa yang akan ia buat. Ia meletakan lengannya di pelipis seketika ia menjentikan lengannya tanda ia sudah menemukan ide. Ia segera mengambil beberapa roti dan memanggang-nya, lalu ia mengambil beberapa telur untuk ia goreng menjadi telur mata sapi. ia kini terlihat begitu lihai.
Sementara itu kini Azka terlihat sedang berjalan menuruni anak tangga untuk mencari wanita yang kini telah menjadi istrinya itu, entah kenapa ia ingin mencarinya hanya dia dan tuhan yang tahu. Saat ia melangkahkan kakinya ke dapur, ia melihat sosok wanita yang tengah membuat sarapan pagi dengan lihainya. dari postur tubuhnya ia sudah dapat menebak, ya siapa lagi jika bukan Amel istrinya. Azka kini terlihat semakin kagum pada wanita yang kini sedang ia pandangi itu.
Beberapa menit kemudian
Akhirnya Amel kini selesai membuatkan suaminya sarapan kini ia membuat sebuah roti panggang dengan telur mata sapi yang masih terlihat setengah matang. Saat ia berbalik ia menemukan seorang pria yang tengah berdiri tidak jauh darinya dan sedang tersenyum ke arahnya.
' Dia senyum padaku?apa dia salah makan?' Ujar Amel dalam hati.
Ya wanita itu kini heran, pasalnya Azka jarang sekali senyum namun entah mengapa kini ia memberikannya pada Amel.
" Tuan mengapa kau senyum?" Tanya Amel terheran-heran.
Azka menghiraukan kata-kata wanita itu dan terus tersenyum ke arahnya.
' Apa ini?apa dia tertekan jadi tidak waras?' Ujar Amel dalam hati.
Amel melangkahkan kakinya untuk mendekati Azka, namun kini saat ia mendekat tiba-tiba lengan kekar menarik tubuhnya ke dekapan yang sangat hangat.
" T-tuan lepaskan, disini masih banyak pelayan!" Ujar Amel karena malu.
__ADS_1
" Jadi kau ingin pindah tempat heh?" Goda Azka sembari senyum menyeringai.
" T-tidak, Tuan lepaskan aku sudah membuatkanmu sarapan mari kita makan." Ajak Amel agar pria itu ingin melepaskan pelukan-nya.
Azka pun kini melepaskan pelukannya dan membiarkan wanita yang kini berada di depannya untuk menyiapkan sarapan layaknya keluarga yang harmonis.
Kini mereka pun menyantap sarapan pagi dengan lahapnya, di saat yang bersamaan kini terdengar sayup suara ponsel yang berdering, ya ponsel itu adalah milik Azka. ia segera merogoh saku untuk mengambil ponselnya dan melihat siapa yang kini menghubunginya, rupanya si pemanggil ia sekretarisnya di kantor. ia segera menggeser tombol hijau yang terdapat di layar ponselnya itu.
" Halo, ada apa kau menelpon?" Ujar Azka dengan perasaan datar.
" Maaf mengganggu Tuan, ada seseorang yang ingin menemui anda Tuan, ia telah menunggu di ruangan." Ujar Sekretaris Itu.
" Siapa dia?" Tanya Azka dengan cepat.
" Dia tidak memberitahu namanya, ia bersih keras ingin menemui Anda Tuan." Balas Sekretaris itu.
" Baiklah saya akan kesana." Ujar Azka, ia mau karena kini ia sangat penasaran siapa yang ingin bertemu dengannya pagi-pagi sekali.
' Cih merepotkan!' Umpat Azka dalam hati.
" Siapa?mengapa kau terlihat kesal?" Tanya Amel.
" Sekretaris, tidak ada apa-apa, sudahlah aku ingin ke kantor karena ada pekerjaan penting." Ujar Azka sembari beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan wanita nya itu.
" Tuan sebentar biar nanti ku ambilkan pakaianmu!" Ujar Amel setwngah berteriak sembari berusaha menyusul suaminya itu.
Mereka pun berjalan menuju kamar pribadi milik Azka, kini Amel memilihkan pakaian yang akan di pakai suaminya, setelah itu ia berjalan keluar karena kini Azka akan mengganti pakaiannya.
Selam beberapa menit kini Azka sudah mengenakan kemeja berwarna navy dengan berbalutkan jas berwarna yang senada dengan celananya tak lupa ia memakai sebuah dasi berwarna merah yang kini telah melingkar di lehernya.
Setelah itu Azka berjalan keluar dan membukan handle pintunya, ia menemukan wanita yang sedang berdiri sedari tadi, Ya siapa lagi jika bukan Amel.
Wanita itu menatap Azka, kini Azka terlihat sangat tampan dan maskulin. ia melihatnya dari atas sampai bawah, sampai saat ia menemukan sebuah barang yang belum terpakai oleh suaminya itu.
" Ada yang kurang!Tuan sebentar." Ujar Amel sembari memasuki kamar milik Azka.
__ADS_1
" Ini kau belum memakai jam tanganmu!" Ujar Amel lagi sembari memasangkan sebuah jam tangan mewah pada lengan kekar suaminya itu.
" Kau perhatian sekali padaku, apa kau mulai menyukaiku." Goda Azka sembari menyunggingkan senyuman seribu arti.
" Pede sekali!" Tukas Amel.
" Sudahlah, aku harus ke kantor sekarang." Ujar Azka sembari mencium kening Amel dan berjalan meninggalkan wanita yang kini menjadi istrinya itu. Sedangkan Amel hanya mematung, ia di buat terkejut karena mendapat ciuman selamat tinggal pertama dari Azka.
Sementara itu Azka kini melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia masih terus memikirkan siapa yang bersih keras ingin menemuinya.
45 menit kemudian
Azka kini telah sampai di salah satu gedung pencakar langit, gedung itu bernama Fire Group. Ya perusahaan itu tak lain adalah miliknya, ia kini memarkirkannya mobilnya. Ia terus berjalan masuk dan melangkahkan kakinya menuju ke ruangan kebanggaannya itu. apalagi jika bukan ruang CEO. Ia kini memasuki lift khusus presiden direktur.
Azka terus melangkahkan kakinya, dan sampailah ia di suatu ruangan yang amat beda dari ruangan lain. Ia kini membuka handle pintu dan menemukan sosok wanita yang tengah duduk memunggunginya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Holla Author up lagi nih, ada yg masih nunggu story ini nggk?🤔
__ADS_1
jangan lupa like sama komennya sebanyak-banyaknya!😊🌺