Terpaksa Menikahi Gunung Es

Terpaksa Menikahi Gunung Es
Pergi Honeymoon


__ADS_3

Selam beberapa menit, Amel pun selesai membersihkan tubuhnya ia di buat kaget karena seorang pria tengah tertidur pulas di atas tempat tidur miliknya. Saat ia mendekati pria itu, ia hanya tersenyum dan melangkah menuju lemari pakaian. Sejenak ia memilih lalu ia menjatuhkan pilihannya ke piyama berwarna navy.


Setelah memakai pakaiannya, Amel kini bergegas menuju dapur untuk memasak makan malam. Terlihat semua pelayan tengah sibuk dengan tugasnya masing-masing, sedangkan Paman Tio kini terlihat berdiri tepat di dekat meja makan untuk mengawasi para pelayan lainnya. Wanita itu kini mulai mengikat rambut panjangnya hingga membentuk cepol. Ia kini terlihat sangat lihai dengan masakannya tersebut, para pelayan hanya membantu untuk mengambil keperluan masaknya.


Hari semakin gelap, kini makanan yang telah di buat Amel pun telah siap di sajikan. Satu persatu dibawanya ke arah meja makan, lalu ia melangkah lebar menuju kamar tidurnya untuk membangunkan suaminya itu. Saat ia telah sampai tepat di depan pintu tersebut, ia mendapati pintu itu tak tertup dengan rapat dan terlihat seorang pria yang tengah bercermin dan sesekali membenarkan pakaiannya, dengan sekejap Amel pun terpesona oleh paras pria itu. Siapa pria itu jika bukan Azka.


Azka yang merasa tengah di awasi pun mengalihkan pandangannya tepat ke arah pintu, lalu ia menemukan seorang wanita yang tak asing lagi baginya, wanita itu terus menatap ke arahnya hingga membuat pria itu mengeryitkan keningnya seraya berkata, "Mengapa kau terus memandangku seperti itu?" tanya Azka, ucapan itu berhasil membuyarkan lamunannya.


"Ti-tidak!makan malam sudah siap, segeralah turun!" ujar Amel dengan cepat seraya berjalan menjauh dari tempatnya berdiri.


Amel yang sedari tadi duduk di meja makan pun kembali terpesona oleh wajah tampan milik suaminya, namun dengan cepat ia merubah ekspresinya agar pria itu tak semakin besar kepala. Azka pun segera menarik kursi kayu tersebut dan mendudukkinya.


Kini suasana pun menjadi hening, hanya ada suara sendok dan garpu yang saling bertabrakan layaknya sebuah peperangan. Tak lama kemudian Amel pun teringat akan kata-kata ibu mertuanya agar segera berbulan madu.


"Tuan Mami ingin kita honeymoon minggu depan." Ujar Amel seraya meneguk air minum yang berada tepat di depannya hingga tandas.


"Baiklah kita honeymoon minggu depan!" balas Azka, perkataan itu berhasil membuat wajah wanita itu memanas dan pipinya pun memerah bak sebuah tomat yang segar. Mereka pun mulai melanjutkan makan malam tersebut dengan tenang.


Beberapa menit kemudian, terlihat Azka lebih dulu menghabiskan makanannya. ia segera melangkah lebar menuju kamar tidur nya bukan kamar tidur pribadinya, melainkan ia malah memasuki kamar tidur milik istrinya itu. Sedangkan Amel wanita itu kini mulai membantu para pelayan untuk membenahi piring-piring kotor tersebut. Setelah itu ia melangkahkan kaki lenggangnya menuju kamar tidur miliknya. lagi-lagi ia terkejut karena seorang pria tengah berbaring di atas tempat tidurnya.


"Tuan mengapa kau malah tidur di kamarku lagi?" tanya Amel penuh selidik


"Mulai sekarang kita tidur bersama!" perintah Azka dengan menekan intonasinya.


Dengan sekejap Amel pun membelalakan kedua bola matanya dan termenung.


"Kemarilah tidur!" Ujar Azka, perkataan itu membuat wanita itu terkesiap, dan dengan secepat kilat merebahkan tubuhnya di samping tubuh suaminya tersebut. Kini lengan Azka mulai merengkuh tubuh mungil milik istrinya itu hingga terlelap, sedangkan Amel kini tanpa sadar menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik suaminya tersebut

__ADS_1


....


Sang surya mulai menyinari ibu pertiwi, semburat jingga nampak di ufuk timur, cahayanya kini mulai merasuk ke celah-celah jendela yang berada di bangunan mewah tersebut. Terlihat sepasang pasutri yang tengah tertidur dengan lelapnya hingga saat cahaya itu mengenai wajah mereka berdua.


Amel kini mulai mengerjapkan kedua bola matanya dan sekejap ia memandang wajah suaminya yang masih tertidur. wanita itu kini berniat untuk membersihkan tubuhnya tetapi sepasang lengan kekar masih melingkar di tubuhnya. Dengan perlahan ia memindahkan lengan itu dengan hati-hati agar tak membuat suaminya terbangun. Namun niat itu di urungkan tatkala si pemilik lengan itu malah mengeratkan pelukkannya tersebut.


"Mau kemana?" tanya Azka namun ia sama sekali tak membuka kedua bola matanya.


"Aku ingin membersihkan tubuhku, lalu pergi kuliah!" balas Amel.


"Apa kau masih ingin kuliah, sebaiknya kau berhenti saja." Ujar Azka masih dengan mata terkatup.


Memang benar, kini dirinya sudah tak terlalu ingin kuliah dan mengingat dirinya sudah menikah dia harus fokus mengurus suaminya tersebut, begitulah pemikiran Amel sekarang.


"Baiklah aku tak akan kuliah, tapi tolong lepaskan aku ingin pergi ke toilet" balas Amel, Azka pun melepaskan pelukkkanya tersebut.


Sore harinya


Semburat sang surya mulai tenggelam di ufuk barat, hingga membuat seorang wanita bergegas membersihkan tubuhnya lalu menuju dapur untuk memasak makan malam untuk suaminya tersebut. Selam beberapa menit terdengar dentuman sepatu pantofel yang saling bertabrakan dengan lantai. Kala itu Amel tengah menyajikan makan malam di meja makan itu.


"Mari makan malam!" Ajak Amel seraya menyunggingkan senyuman manisnya hingga terlihat lesung pipi miliknya.


"Aku akan membersihkan tubuh terlebih dahulu." Balas Azka seraya menaiki anak tangga.


Beberapa menit kemudian, Azka kini terlihat menuruni anak tangga dengan pelan. lagi-lagi ia terlihat sangat tampan walau hanya mengenakan kaos santai disertai dengan celana jeans pendek. Sesampainya di meja makan pria itu langsung menyantap makanannya dengan cepat hingga tandas, Amel pun demikian. Setelah itu kini mereka berdua pun menaiki anak tangga dan memasuki kamar tidur.


Satu minggu kemudian..

__ADS_1


Sudah satu minggu ini hubungan Azka dan Amel semakin mendekat, kini saat mereka berdua mengemasi barang-barang untuk mereka bawa saat honeymoon. Keduanya sama-sama terlihat sibuk, Amel telah memberitahukan rencana honeymoonnya pada ibu dan ibu mertuanya. Hingga keduanya merasa senang dan semakin tak sabar untuk memiliki cucu. Setelah dirasa semua barang telah di bawa mereka berdua pun bersiap lalu menyantap sarapan pagi dengan lahapnya.


Setelah itu Azka mulai menaruh beberapa barang tersebut di bagasi mobilnya, sedangkan Amel wanita itu terlihat tengah mengambil hand bag yang tertinggal di kamarnya, setelah itu ia pun bergegas keluar dan mendapati suaminya yang tengah duduk menanti kedatangannya. Azka kini melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Mereka berniat berpamit pada ibu dan ibu mertua mereka.


Azka dan Amel pun kini telah selesai berpamitan pada kedua belah keluarga, pria itu kini melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. terlihat di sepanjang jalan yang di tumbuhi dengan pepohonan yang besar nan rindang, sontak itu membuat Amel heran bukankah kita akan honeymoon keluar kota, tapi mengapa tak ke bandara?itulah kira-kira pemikiran Amel sekarang.


Satu jam lamanya telah mereka tempuh, namun mereka tak kunjung sampai. Hingga rasa kantuk melanda wanita yang tengah duduk dan memandang ke arah kaca mobil dengan sekejap wanita itu pun tertidur dengan lelapnya.


.


.


.


.


.


.


.


**Author up lagi nih ada yang masih nunggu story ini gak🤔


jangan lupa like, coment and Jangan lupa VOTE ya Readers😊☺


Nb:Untuk beberapa hari kedepan kayaknya Author tdk akan up selama beberapa hari karena kalian tahukan sebentar lagi hari raya jadi authornya akan di sibukan dengan beberapa hal, jika memang sempat author akan up tapi jika tidak mohon maklum ya authornya nnti up lgi selepas hari raya🤗

__ADS_1


__ADS_2