
Setelah mendengar penjelasan dari Nyonya mudanya, kini paman Tio membolehkan Amel untuk memasak makan malam. Namun tetap jantungnya berdebar seakan sedang berlari marathon ia takut Azka akan marah bila tahu jika Amel yang memasak makanannya dan memecat semua pelayan di mansion tersebut.
Kini Amel terlihat sangat lihai sekali dalam hal memasak, menu yang ia pilih adalah tenderloin steak dan beberapa sayuran kukus, mengingat mereka juga harus makan sayur agar terus sehat dan bugar.
*****
Satu jam kemudian
Amel yang sedari tadi memasak menu makan malam pun akhirnya selesai, kini ia menyusun semua hasil masakannya di meja makan dan bergegas memanggil Azka, Suaminya.
Kini Amel berjalan menyusuri tiap anak tangga dan akhirnya ia sampai di sebuah pintu bewarna putih yang sama seperti pintu ruang tidurnya itu.
Tok.. tok .. tok... (ketukan pintu)
" Tuan, kemarilah turun, makan malam sudah siap." Teriak Amel, Namun sayang Azka tak merespon perkataan Amel.
Hingga beberapa kali ia setengah berteriak, hingga beberapa menit ia kesal dan langsung membuka pintu kamar Azka suaminya, ia mencoba mencarinya namun Nihil. ia melangkahkan kakinya selangkah demi selangkah, saat ia melihat sebuah pintu tertutup terlintas di pikiran wanita itu untuk membukanya, ya ruangan itu adalah kamar mandi, ia membukanya hanya untuk memastikan apa Azka ada atau tidak. Ia pun memegang handle pintu tersebut dan mendorongnya, di waktu yang bersamaan Azka yang tengah membersihkan dirinya di buat kaget akan kehadiran istrinya itu.
" Kyaaaaa ... " Teriak Amel karena terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini dan spontan ia menutup kedua kelopak matanya dengan kedua tangannya.
Suasana disana sekejap menjadi kikuk, Amel yang masih menutup kedua bola matanya dan Azka yang bergegas mengaitkan sebuah handuk pada tubuhnya.
" Ma-maafkan aku Tuan, aku tak sengaja." Ujar Amel dengan cepat dan terbata-bata.
Azka hanya terdiam, dan melangkahkan kedua kaki lenggangnya pada Amel istrinya itu. Kini ia mendekatkan wajahnya di telinga wanita itu dan berkata, "Apa ini cara menggodaku?" Ujar Azka, spontan perkataan itu membuat pipi wanita itu merah merona bak sebuah tomat. Setelah ia membisikkan sesuatu pada wanita itu, kini ia berjalan meninggalkan seorang wanita yang berstatus istrinya di sebuah kamar mandi.
' Mati aku, mengapa rasanya jantungku berdebar dengan cepat?seolah aku tengah marathon saja.' Ujar Amel gusar.
__ADS_1
Amel hanya mematung, sedangkan Azka terus memilah-milah pakaian yang akan ia buat. Setelah beberapa menit akhirnya Amel memberanikan diri untuk keluar, saat ia melihat sekeliling ia menemukan Azka yang masih memilih pakaian dengan secepat kilat ia berlari menuju pintu keluar kamar dan berhasil, Azka yang melihatnya hanya menghiraukan tingkah aneh wanita yang kini telah menjadi istrinya itu.
Setelah selesai keluar dari kamar seorang gunung es, kini ia melangkahkan kaki lenggangnya ke arah meja makan untuk menunggu pria yang kini menjadi suaminya.
Selang beberapa menit, kini terlihat seorang pria tampan nan gagah yang tengah menuruni anak tangga bak seorang pangeran, meskipun ia hanya mengenakan celana boxer di sertai kaos putih santai tak mengurangi aura tampan pria itu, pria itu tak lain adalah Azka. ia terus berjalan mendekati meja makan dan menarik sebuah kursi utama untuk ia duduki. Amel dengan sigap membantu suaminya untuk mengambil makanannya. Setelah ia melayani Azka, ia kini ia mengambil lagi makanan tersebut. bukan untu Azka namun kini untuk dirinya sendiri.
Azka mulai menyantap makan malamnya terlihat senyum sumringah di wajahnya setelah mencicipi tenderloin steak tersebut.
" Tidak buruk, tidak sia-sia aku membayar mereka mahal." Ujar Azka dengan spontan, Amel yang mendengarnya merasa senang karena Azka menyukai masakkannya.
" Maaf ya Tuan, semua masakan ini aku yang buat!." Ujar Amel menyombongkan diri.
" Makanan ini sebagai bentuk terimaksihku padamu yang telah menyediakan semua ini." Ujar Amel lagi.
Deg!
" Tak perlu sungkan, mulai besok kau saja yang memasak makanan untukku!" Perintah Azka.
" Baiklah!" Balas Amel dengan cepat.
****
Kini makan malam pun telah usai, Paman Tio dan semua pelayan bergegas membereskan piring-piring kotor yang berada di meja makan, Amel yang melihatnya berinisiatif membantu namun paman Tio tidak memperbolehkannya karena takut akan kemarahan Tuannya, namun Amel memohon Paman Tio pun menoleh ke arah Azka seolah mengirim kode Azka pun membalasnya dengan cepat. Setelah mendapat balasan kode dari Tuannya kini Paman Tio membolehkan Amel membantu mereka, sedangkan Azka berjalan meninggalkan mereka semua untuk menuju kamarnya.
Sementara itu Amel dengan cerianya terus membersihkan kotoran yang berada pada piring tersebut, sekali lagi Azka melihatnya dari kejauhan. Ya ia berpikir Amel berbeda dari gadis lainnya, gadis yang pernah mendekatinya mana mau membersihkan semua itu sebagian besar dari mereka hany menginginkan harta kekayaan keluarga putra saja.
' Sungguh berbeda dari gadis lain!' Ujar Azka dalam hati sembari menyunggingkan senyuman manisnya.
__ADS_1
Kini Azka pun melanjutkan langkahnya untyk memasuki kamar pribadinya itu, ia berjalan setengah melingkari ranjang berukuran sedan dan menghempaskan diri pada kasur kesangannya itu. Kini ia melipat kedua tangan di di kepalanya, ia menatap atap kamarnya dan spontan terlihat bayangan Amel yang sedang tersenyum manis sekitika itu Azka mengelus kasar wajahnya.
' Apa ini?mengapa bisa ada bayangan wanita itu, Come on Azka dia hanya istri pura-puramu!' Ujar Azka dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Holla Author up lagi nih😀
Yuk like and komen untuk membuat Author lebih semangat buat up!😊
__ADS_1
Ada yang masih nunggu Story ini?🤔