
"Apa kau yang menghubungi keluargaku?" tanya Azka sa7at Assisten Rama baru saja mendaratkan tubuhnya di kursi ruang tunggu itu. Assisten Rama pun mengiyakannya.
....
Lima hari kemudian,
Pagi ini tepat di hari sabtu Azka terlihat tengah mengurus administrasi istrinya tersebut. Iya, karena Amel wanita itu terus merengek ingin pulang kepada dokter dan juga keluarganya. Sebelumnya Azka tak setuju dengan keputusan istrinya itu, karena ia khawatir akan kesehatan istrinya yang masih dalam masa pemulihan. Lima hari kebelakang Azka terus merawat istrinya dengan baik hingga wanita itu merasa heran. Nyonya Sarah, Tuan Reyhan dan Ibu Rahma pun ambil andil dalam mengurus putrinya. Iya, malam itu setelah Nyonya Sarah dan Tuan Reyhan datang, Ibu Rahma pun datang bersama anak bungsunya yang tak lain adalah Vira.
Setelah selesai mengurus berbagai prosedur rumah sakit, Azka pun kembali melenggang menuju ruangan bourgenvile 1. Iya itu adalah ruangan yang di diami istrinya.
Ceklek
Azka menyapu pandangan di ruangan itu dan dilihat orangtuanya dan juga mertua beserta adik iparnya yang tengah menyiapkan barang untuk kepulangan istrinya. Pria itu kini bergegas membantu Amel untuk bangun dari tempatnya berbaring. Wanita itu pun memilih untuk berjalan seraya di papah oleh suaminya tersebut.
Setibanya di tempat parkir, Azka kembali membantu istrinya untuk duduk dengan sempurna di dalam mobil tersebut. Lagi-lagi Amel di buat heran karena perilaku suaminya yang begitu baik. Sehingga terlintas dipikirkannya bahwa pria itu jatuh hati padanya. Namun dengan cepat wanita itu kembali menyangkal pikiran yang ia rasa aneh dan tak mungkin.
Setelah dirinya membantu Amel kini Azka pun memasuki mobil itu di ikuti dengan ibu Rahma beserta anak bungsunya, tanpa tunggu lama pria itu pun menancap gasnya lalu melajukan mobil tersebut dengan kecepatan sedang. Sedangkan Tuan Reyhan dan Nyonya Sarah mengendarai mobil yang berbeda.
Sebuah mobil sport yang di dominasi warna kuning itu melaju menembus jalanan yang di tumbuhi oleh rerimbunan pohon. Sesekali pria itu mencuri pandang pada istrinya yang tengah memandang jalanan dari kaca mobil tersebut.
"Kakak apa kakak sudah sembuh?" tanya seorang gadis kecil seraya beranjak dari duduknya.
"Vira! Duduklah Nak, nanti kau terjatuh!" ujar seorang wanita paruh baya.
"Kakak sudah baik-baik saja sayang!" balas wanita itu seraya memutar tubuhnya ke belakang lalu memberi sentuhan lembut di pucuk kepala adiknya. Iya mobil sport itu merupakan mobil yang di tumpangi oleh Azka dan juga keluarga istrinya.
Sementara itu di sudut jalan lain,
Seorang pria tengah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dirinya selalu di desak oleh seorang wanita yang duduk berdampingan dengannya. Wanita itu terus mengomel sehingga membuat telinga pria itu sedikit panas.
__ADS_1
"Cepatlah! Aku telat karena kau menjeputku lama!" ujar wanita itu seraya mengerucutkan bibir mungilnya.
Menggemaskan sekali! Guman pria itu dalam hati seraya mengangkat salah satu sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman.
"Kenapa kau malah tersenyum! Cepatlah dan fokus!" Lagi-lagi wanita itu mengomel. Namun walau begitu wanita itu terlihat menggemaskan saat marah.
....
Sebuah mobil sport kini terparkir dengan sempurna di halaman mansion mewah. Seorang pria bertubuh tegap dan tampan pun segera menuruni kendaraanya di ikuti dengan seorang wanita paruh baya dan seorang gadis kecil. Pria itu berlari kecil lalu membukakan pintu mobil yang letaknya disisi lain lalu dengan sigap membantu istrinya berjalan hingga mereka berhenti tepat di sebuah pintu besar yang bercorak khas di dan di dominasi berwarna putih tulang.
Seorang pria paruh baya pun membuka pintu tersebut, terlihat beberapa pelayan lainnya yang menyambut kedatangan Tuan dan Nyonya mudanya. Pria itu terus membantu istrinya berjalan hingga dirinya tiba-tiba harus menggendong wanita itu ala bridal style karena ia tak tega jika harus membiarkan wanitanya terus berjalan menaiki anak tangga.
"Mengapa kau baik sekali?" tanya wanita itu seraya mengerutkan keningnga karena heran.
"Karena kau istriku!" balas pria itu dengan tegas. Iya, pria itu adalah Azka dan wanita yang di gendongannya merupakan Amel istrinya.
Setibanya di kamar Azka langsung meletakkan istrinya di atas tempat tidur dengan sangat hati-hati. Pria itu kini melenggang menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Karena memang sejak pagi tadi dirinya belum sempat membersihkan diri karena di sibukan untuk mengurus istrinya.
Amel mengubah posisi berbarinya, kini wanita itu memilih duduk berselonjor di atas tempat tidur tersebut. Dirinya terus memikirkan akan sikap suaminya yang berubah beberapa persen.
Tak lama kemudian sebuah pintu yang mulanya tertutup itu kini terbuka lebar, seorang wanita paruh baya bersama seorang gadis kecil melangkah masuk ke dalam kamar tersebut. Amel pun spontan mengarahkan pandangannya pada pintu tersebut. Dilihatnya Ibu dan adik kandungnya.
Ibu Rahma pun mendudukan dirinya tepat di samping sang puteri. Sedangkan Vira gadis kecil itu mencoba merangkak naik ke atas tempat tidur itu lalu memeluk erat tubuh kakak tersayangnya.
"Kakak malam itu aku menghawatirkanmu sehingga aku menangis!" ujar Vira dengan polosnya seraya memasang wajah memelas. Memang benar saat gadis kecil itu mendengar kakaknya terluka spontan ia pun menangis histeris hingga mengharuskan Bu Rahma untuk menenangkannya.
"Benarkah?" tanya Amel seraya mengelus lembut pucuk kepala adiknya.
"Iya. Kakak jangan pernah terluka lagi ya!" balas Vira. Gadis kecil itu kini mengeratkan pelukan pada kakaknya itu dan tanpa di sadari sudut mata Amel pun membasah karena mendengar ucapan adiknya itu
__ADS_1
....
Sang surya mulai nampak jauh dari tempat peraduannya. Makin dan makin menjauh hingga cahaya jingga menyinari ibu pertiwi. Semburat jingga kini merasuk melalui cela-cela jendela yang berada di bangunan mewah tersebut. Terlihat seorang wanita yang tengah tertidur dengan lelap karena telah meminum beberapa obat. Iya, wanita itu adalah Amel. Setelah pagi tadi berbicara dengan ibu dan adiknya, Amel pun meminum obat yang di berikan dokter saat keluarganya memilih pamit pula. Dan saat itu juga seorang pria tampan ke luar dari kamar mandi dengan hanya memakai sebuah handuk yang ia lilitkan di bagian perutnya. Hingga dapat telihat jelas dada bidang milik pria itu. Surainya yang masih bercucuran air pun menambah kesan sexy pada pria itu. Iya, pria itu adalah Azka putra.
Sedangkan Azka pria itu tengah berada di dapur untuk mengambil segelas air lalu ia habiskan hingga tandas tak tersisa. Hingga tiba-tiba sebuah ketukan pintu terdengar oleh pria itu dan para pelayan mansion. Azka pun melangkahkan kakinya menuju ke pintu tersebut bermaksud untuk membukanya. Sama hal nya seperti Azka, seorang pelayan wanita yang usianya lebih tua 10 tahun pun berniat membuka. Namun langkah itu terhenti tatkala Azka menyuruhnya kembali bekerja.
Ceklek
Pintu mansion itu pun terbuka, Azka menangkap dua orang yang tak asing lagi baginya.
"Kalian ..."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Aku Up lagi!!! Mohon maaf ya jika Ayem jadi jarang Up karena seperti yang telah di beritahukan di bab sebelumnya. Ayem berterimakasih kepada kalian yang selalu setia nunggu story iniππ
Oke jangan lupa Vote, Like and koment sebanyak-banyaknya readers