
Diana kini terlihat tengah terduduk diam di ruang tamu. Gadis itu berdecak kesal saat mengingat kejadian di mobil tadi.
Flashback On
"Azka benar, kau harus pulang!mari ku antar." Assisten Rama kini menarik salah satu sudut bibirnya hingga membentuk senyuman tipis.
Apa?aku pulang dengannya?Tidak-tidak nanti dia berbuat aneh lagi! Batin Diana seraya terus menggeleng-gelengkan kepalanya karena gusar.
"Kau kenapa Nona?" tanya Assisten Rama. Pertanyaan itu berhasil membuat lamunan Diana membuyar seketika.
"Tidak!" Diana kini memutar bola matanya jengah.
"Mari ku antar pulang!" ajak Assisten Rama di selingi dengan senyuman tipis.
"Tidak mau!" balas Diana dengan cepat seraya meletakkan kedua tangannya di atas perut.
"Ini sudah malam Nona, jadi lebih baik kau ku antar!" ujar Assisten Rama lagi. Namun Diana lagi-lagi menolaknya. Hingga seketika Azka pun merasa kesal mendengar perdebatan diantara mereka.
"Diam!" ujar Azka setengah berteriak. Assisten Rama pun terperanjat kaget hingga ia menggeser sedikit posisi duduknya dan jangan lupakan Diana yang sama halnya terperanjat hingga tubuh gadis itu sedikit terjingkit.
"Diana sebaiknya kau pulanglah dengan Rama!" ujar Azka lagi dengan penuh penekanan. Gadis itu pun seketika mengiyakan perkataan Azka, sedangkan Assisten Rama begitu senang seraya tersenyum tipis.
Dengan cepat Assisten Rama pun mempersilahkan Diana untuk terlebih dahulu berjalan. Di setiap langkah pria itu selalu tersunging senyuman tipis, hingga kedua kini sampai di parkiran kendaraan. Assisten Rama pun berlari kecil lalu membukakan pintu mobil itu, Diana hanya diam gadis itu sungguh kesal. Setelah dirasa siap Assisten Rama pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Di perjalanan,
Mobil yang di kendarai Assisten Rama terus melaju menembus jalanan kota S yang kini terlihat ramai lancar. Suasana kala itu sangatlah hening. Assisten Rama yang terus mengemudikan mobil dengan fokusnya, sedangkan Diana gadis itu hanya diam membisu. Pandangannya ia arahkan ke samping jendela mobil, dimana dirinya bisa menatap pemandangan yang ia temui.
Beberapa menit kemudian,
Sebuah mobil kini mulai memasuki halaman rumah megah itu lalu berhenti dan terparkir dengan sempurna di depan bangunan megah tersebut. Ya mobil itu adalah mobil yang ditunggangi oleh Diana dan juga Assisten Rama. Saat itu Diana ingin membuka sealt bealt yang ia kenakan, namun entah mengapa sealt bealt itu mendadak susah untuk ia buka. Sesekali Assisten Rama pun mencuri pandang pada gadis yang berada tepat di sampinya itu tengah kesusahan membuka sealt bealt.
Assisten Rama pun sedikit menggeserkan posisi duduknya lalu mulai membantu Diana untuk membuka sealt bealt itu dan Diana di buat terperanjat saat wajahnya dan wajah assisten Rama kini hanya berjarak lima senti meter saja dan seketika itu pun jantung gadis itu berdetak dengan kencangnya seolah tengah berlari marathon. Diana kini kembali mengatur nafasnya kala Assisten Rama telah membukakan sealt bealt tersebut.
"Ada apa Nona?" tanya Assisten Rama kala ia melihat tingkah Diana yang sangat aneh menurutnya. Sebenarnya pria itu mengerti
__ADS_1
hanya saja ia ingin memecah keheningan diantara mereka.
"Tidak! Sudahlah, aku ingin masuk!" balas Diana seraya membuka pintu mobil itu lalu berjalan dengan cepat memasuki bangunan mewah tersebut. Sedangkan Assisten Rama hanya tersenyum simpul seraya terus melihat punggung Diana yang perlahan menghilang itu.
Flashback Off
Assisten Rama seketika teringat perkataan sahabatnya untuk mengurus pelaku yang telah mencelakakan Amel. Pria itu kini merogoh saku celananya itu lalu menghubungi para anak buahnya untuk menangkap pelaku tersebut, pria itu kembali menaruh ponselnya di dashboard mobil lalu melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi agar dirinya sampai di tempat yang telah ia setujui bersama anak buahnya. Kurang lebih sepuluh menit Assisten Rama sampai di tempat yang telah di janjikan. Dilihatnya beberapa anak buah yang telah bersiap lalu mereka pun melajukan kendaraannya masing-masing menuju kediaman Lisa.
Sementara itu di kediaman Lisa,
Seorang wanita tengah duduk dengan santainya di ruang tamu. Namun hatinya tengah di rundung kebingungan pada anak buahnya yang tak kunjung memberitahu keberadaan mereka. Wanita itu terus menenggak wine yang sebelumnya telah tuangkan ke gelas kaca tersebut.
Tok .. Tok .. Tok ...
Wanita itu di buat terkejut saat seseorang tiba-tiba mengetuk pintu mansionnya dengan sangat kencang.
"Bukalah Lisa!" teriak seorang pria dari balik pintu tersebut seraya terus mengetuk pintu mansion itu.
Siapa yang bertamu semalam ini?siallan mengganggu saja! umpat Lisa dalam hati.
Saat pintu itu terbuka betapa terkejutnya Lisa saat melihat Assisten Rama bersama beberapa pria bertampang beringas itu. Dengan cepat Lisa berusaha menutup pintu itu kembali, namun Assisten Rama telah lebih dulu menahan pintu itu hingga Lisa pun tak bisa lagi kabur maupun menghindar.
Pria beringas itu mulai menangkap Lisa lalu memasukan wanita itu kedalam mobilnya. Tak lupa Assisten Rama pun meminta para anak buahnya untuk mengurus para pria yang tengah terikat di tengah hutan itu.
Setelah memenuhi perintah Bosnya, Assisten Rama kini kembali melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit kota untuk menemani bos sekaligus sahabatnya itu.
Sementara itu Di Rumah sakit kota,
Azka terlihat memasuki ruangan itu kembali setelah sang perawat kembali memperbolehkannya masuk. Pria itu menarik kursi yang letaknya tepat disisi brankar yang di tempati istrinya tersebut. Kini untuk pertama kalinya sudut mata pria itu terlihat membasah.
Azka kembali menggenggam lengan mungil milik istrinya tersebut hingga cukup lama. Pria itu mulai menyandarkan kepalanya disisi brankar itu dan dengan hitungan detik ia kini telah tertidur dengan lelapnya. Tanpa sadar sedari tadi seorang pria tengah berdiri tepat di ambang pintu itu dan terus menatap tak percaya pada Azka. Pria itu adalah Assisten Rama yang telah sampai sesaat Azka memasuki ruangan tersebut.
Kali ini sepertinya bos benar-benar mencintai istrinya. batin Assisten Rama seraya kembali menutup pintu ruangan tersebut lalu mendaratkan tubuhnya di kursi besi yang berada di ruangan tunggu tersebut.
...
__ADS_1
Sang surya mulai menyinari ibu pertiwi, semburat jingga nampak di ufuk timur, hingga sinarnya kini merasuk melalui cela-cela jendela yang berada di ruangan tersebut. Cahaya itu kini mengenai wajah tampan milik Azka hingga sepasang bola mata indah pun terbuka dan mengerjap pelan karena merasakan hangat di wajahnya.
Aku tertidur disini rupanya! batin Azka seraya membenarkan posisi duduknya lalu meregangkan otot-otot tubuhnya yang dirasa kaku akibat posisi tidurnya semalam. Dilihatnya sang istri yang tak kunjung membuka matanya.
Camelia, sadarlah, kumohon!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Oke jangan lupa bagi vote nya ya, jangan lupa juga Like and komen sebanyak-banyaknya.
Jangan jadi pembaca gelap ya wkkk😂
__ADS_1
Lope-Lope buat klean Dah😍😚