Terpaksa Menikahi Gunung Es

Terpaksa Menikahi Gunung Es
Melarikan diri


__ADS_3

Sementara itu Amel kini masih mengatupkan kedua bola matanya, namun tiba-tiba dua orang pria datang lalu berdiri tepat di depan wanita cantik itu.


Kini sepasang bola mata indah terlihat tengah mengerjap pelan, wanita itu memutar bola matanya dan berusaha mengingat apa yang telah terjadi. Setelah mengingatnya wanita itu meminta agar kedua pria yang berada di sisinya itu untuk membawakan air.


"Tolong bawakan aku air," pinta Amel, kedua pria itu sama sekali tak menggubris perkataan Amel.


"Kumohon aku sangat haus," pinta Amel lagi, kedua pria itu pun melangkahkan kakinya menuju mobil yang tepat berada di


belakang bangunan itu untuk mengambil sebotol air mineral.


Sementara itu


Azka kini tengah melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, entahlah kemana ia akan pergi. Namun tak lama kemudian mereka berdua telah sampai di halaman mansion yang megah yang sisinya di tumbuhi berbagai jenis bunga.


Azka dan Assisten Rama kini bergegas menuruni kendaraannya dan langsung berdiri tepat di depan pintu mansion tersebut.


Tok .. Tok .. Tok ...


Azka terus mengetuk pintu itu dengan kerasnya sehingga sepilik mansion pun seolah sedikit kesal.


"Tunggulah sebentara!" teriak seorang wanita dari dalam mansion tersebut.


Tak lama kemudian seorang wanita cantik nan sexy membukakan pintu mansion itu, wanita itu terlihat senyum sumringah. Namun Azka sama sekali tak memberikan ekspresi apa pun.


"Masuklah." Wanita itu mempersilahkan Azka dan Assisten Rama untuk masuk lalu duduk di sebuah sofa mewah yang begitu empuk dan nyaman.


"Ada apa kalian kemari?" tanya Lisa dengan wajahnya yang seakan-akan tidak tahu apa yang terjadi.


"Jangan pura-pura!kau kan yang membawa istriku pergi?sekarang dimana dia?!" ujar Azka setengah berteriak. Spontan wajah Lisa berubah menjadi pucat pasi, ia bingung dari mana Azka mengetahuinya?tapi ia harus tetap pura-pura, mungkin saja Azka belum tahu yang sebenarnya. Dengan cepat wanita itu menarik nafasnya dalam-dalam dan berusaha tenang agar Azka tak mencurigainya lagi.


"Aku tidak mengetahuinya, sedari tadi aku hanya berdiam diri di mansion," jelas Lisa. Rahang Azka kini semakin mengeras, sorotan matanya begitu tajam dan aura itu seakan-akan ingin membunuh siapapun yang dekat dengannya. Lisa semakin takut, namun wanita itu berusaha menyembunyikannya.


"Bisakah kau tak memandangku seperti itu!" ujar Lisa, Namun Azka tak menggubrisnya dan malah pergi melangkahkan kaki lenggangnya ke arah pintu keluar di ikuti dengan Assisten Rama.


Azka kini kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sedangkan Assisten Rama hanya terdiam dan tak menyangka bahwa bosnya akan begitu khawatir, padahal sebelumnya ia tak pernah sekhawatir ini pada wanita kecuali ibunya.


Setelah dirasa Azka telah pergi, Lisa kini mengambil ponselnya yang ia letakan di sebuah nakas di dekat televisi. Wanita itu terlihat menekan beberapa nomor dan huruf lalu mengirim pesan singkat kepada seseorang.


Pindahkan dia dari sana.


~Lisa.


....

__ADS_1


Saat kedua pria itu tengah mengambil botol minum, tiba-tiba sebuah pesan masuk ke salah satu ponsel tersebut. Dengan cepat salah satu pri itu membuka ponselnya dan menemukan satu pesan yang di kirim oleh bosnya itu


Pindahkan dia dari sana.


~Lisa.


Baik Bos.


~pria itu.


"Apa isinya?" tanya pria itu.


"Kita harus memindahkan wanita itu!" jelasnya.


"Baiklah cepat!" balas pria itu, mereka berdua kini berjalan dengan cepatnya. Sesampainya disana mereka berdua tak menemukan siapa pun.


"Cepat cari wanita itu!" perintah pria itu, dengan cepat mereka berdua berusaha menemukan Amel. Namun nihil hingga tiba-tiba


Dugh!


Suara benda jatuh, dengan cepat kedua pria itu pun menghampiri sumber suara. Namun mereka berdua tak menemukan siapa pun hanya ada sebuah kursi usang yang ambruk.


Flashback On


Flashback Off


Amel kini berusaha mengatur nafasnya, wanita itu masih bersembunyi di balik sebuah papan besar yang terletak tepat di samping para pria bringas itu.


Sementara itu Azka terus melajukan kendaraannya menuju sebuah alamat, Ya mereka berdua kini menuju ke mansion milik keluarga Tiwi.


Sesampainya disana mereka bergegas menuruni kendaraannya lalu mengetuk pintu mansion itu dengan kerasnya. Kemudia seorqng gadis cantik pun membuka pintu tersebut.


"Silakan Masuk." ajak gadis itu kemudian meminta kedua pria itu untuk duduk di sofa.


"Ada apa ya?" tanya Tiwi, mereka berdua masih terdiam.


"Dimana kau pagi ini?" tanya Azka dengan sorot mata yang tajam. Spontan itu membuat Tiwi sedikit takut.


"Tidak ada, aku hanya berdiam diri saja," balas Tiwi, Azka memerhatikan wajah Tiwi untuk memastikan apa ia berkata jujur.


"Memangnya mengapa?" tanya Tiwi, walau pun gadis itu pernah mengganggu Amel namun Tiwi kini tak berani lagi karena ia tahu bahwa Azka adalah suaminya.


"Tidak ada, terimakasih!" ujar Azka dengan ekspresi datarnya seraya berjalan menuju pintu keluar mansion itu di ikuti dengan Assisten Rama.

__ADS_1


Dengan cepat Azka memasuki mobilnya dan berkali-kali memukul kemudi mobilnya lalu mengusap kasar wajahnya itu, pria itu terlihat frustasi karena belum sama sekali menemukan titik terang dimana istrinya itu berada. Sedangkan Assisten Rama terlihat tengah memikirkan sesuatu.


"Bos ku rasa Lisa lah yang ada di balik ini semua, saat kau menanyakannya tadi wajahnya langsung berubah pucat pasi," jelas Assisten Rama setelah membedakan ekspresi Lisa dan Tiwi.


Azka terdiam sejenak pria itu masih menimbang kata-kata Assistennya itu.


"Kau benar, tapi bagaimana membuatnya untuk berkata jujur?" tanya Azka


"Sebaiknya kita mengunjungi ahli IT dan melacak posisinya pada saat Amel menghilang," jelas Assisten Rama. Dengan cepat Azka pun melajukan kendaraannya dengan cepat.


...


Amel masih saja bersembunyi saat dirasa pria bringas itu tengah lengah, wanita itu berlari dengan kencangnya menuju ke arah pintu keluar. Namun kedua pria itu mendengar langkah kaki dan melihat wanita yang tengah berlari.


Amel terus berlari saat ia tahu kini dirinya tengah di kejar oleh kedua pria bringas itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Aku kembaliii Maaf baru up karena Hp author tiba-tiba error dan mati. Oke jangan lupa Like Coment and Votenya agar author lebih semangat up nya lagi


Jangan jadi pembaca gelap ya wkkk


luvluv buat klean😚😍😊😍

__ADS_1


__ADS_2