
Pelayan itu kini mulai mengetuk pintu kamar majikannya tersebut seraya berkata, "Maaf nyonya ada seseorang yang menelepon dan ingin bicara dengan nyonya." ujar pelayan tersebut dengan penuh hormat.
"Siapa?" tanya Nyonya Sarah dari balik kamar tidur tersebut.
"Maaf Nyonya saya belum sempat menanyakan namanya." balas pelayan tersebut
"Baiklah tunggu sebentar!" ujar Nyonya Sarah dari sebalik pintu tersebut. Lalu pelayan itu pun mengiyakan.
Tak lama kemudian Nyonya Sarah pun menuruni setiap anak tangga itu lalu dengan cepat mengambil sebuah telepon rumah yang tengah tergeletak di atas meja.
"Hallo ini siapa ya?" tanya Nyonya Sarah seraya mengeryitkan keningnya.
"Hallo Tante, ini aku Lisa!" balas Lisa antusias.
"Ah.. Nak Lisa ada apa menelepon?" tanya Nyonya Sarah
"Itu Tan, aku hanya ingin menanyakan alamat mansion Azka soalnya aku melupakannya, aku ingin bermain sebentar." ujar Lisa dari seberang sana seraya tersenyum menyeringai.
Bermain sebentar dalam artian ingin merebut pria itu dari tangan istrinya tersebut.
"Ah itu, mansionnya ada di jalan kamboja nomor 137 tepatnya di pinggiran kota!" balas Nyonya Sarah, beliau tidak sadar dengan niat yang dimiliki Lisa. Bagaimana tidak?Lisa adalah model sekaligusi aktris yang handal dalam ilmu berakting.
"Baiklah Tan, terimakasih aku akan bermain ke mansionnya!" ujar Lisa seraya menarik salah satu garis bibirnya.
"Tunggu dulu, mereka sedang tidak ada di mansion!" ujar Nyonya sarah saat Lisa akan menetup telepon tersebut.
__ADS_1
"Memang mereka kemana tan?" tanya Lisa seraya mengeryitkan keningnya.
"Mereka tengah berbulan madu!" balas Nyonya Sarah seraya cekikikan, perkataan tersebut berhasil membuat amarah Lisa menaik hingga ke ubun-ubun.
"Dimana mereka berbulan madu Tan?" tanya Lisa dari seberang sana seraya meremas kuat pakaiannya itu.
"Tante kurang tahu, karena tante lupa menanyakannya!" balas Nyonya Sarah. Kini wanita itu bergegas menutup telepon tersebut lalu mulai membanting beberapa barang mewah miliknya, sungguh dia tidak waras bukan?pasalnya ia sangat terobsesi padapria itu padahal pria itu terus saja bersikap dingin terhadapnya.
....
Sementara itu di sebuah pedesaan yang masih sangat ASRI, di dalam sebuah rumah yang amat sederhana terlihat sepasang suami dan istri yang telah menyelesaikan sarapan paginya, dengan cepat wanita itu membersihkan semua alat makan yang kotor dan bergegas mencuci pakaiannya dan pakaian milik suaminya itu lalu beristirahat. Sedangkan Azka, pria itu kini tengah duduk berselonjor di atas tempat tidur seraya sesekali membaca sebuah koran yang tak lama telah dikirim oleh seorang paperboy. Memang pedesaan itu masih sangat ASRI namun untuk perihal berita desa itu tak terlalu tinggal jauh.
Setelah menyelesaikan tugas mencuci pakaiannya, Amel kini berjalan menuju kamar tidurnya dengan langkah yang pelan karena lelah, pasalnya pagi tadi ia telah berjalan cukup jauh dan belum lagi dirinya harus memasak makanan untuk suaminya tersebut. Wanita itu kini memilih untuk beristrihat, saat pintu itu terbuka sepasang mata indah pun menyambutnya seraya berkata, "Apa kau lelah?" tanya pria itu seraya meletekkan sebuah koran di atas tempat tidur itu.
"Hanya sedikit." lirih Amel, namun masih terdengar jelas di telinga pria itu. Dengan cepat pria itu kini menarik lengan mungil Amel lalu mendudukkannya di tepian tempat tidur tersebut. Pria itu kini mulai membungkukkan sedikit tubuhnya dan mulai menyentuh sepasang kaki mulus lalu dengan lembut memijitnya. Amel yang merasa tak enak pun membelalakan kedua bola matanya seraya berkata, "Tu-tuan sudahlah ini hanya sedikit!" ujar Amel. Ya siapa lagi jika bukan Azka suaminya itu
Beberapa menit kemudian, Amel terlihat telah terlelap, sedangkan Azka pria itu mengentikan pijitan lembutnya lalu dengan hati-hati pria itu memebenarkan posisi tidur istrinya tersebut. Tak lupa ia pun membaringkan tubuhnya di samping istrinya tersebut, sesaat ia tersenyum melihat istrinya yang tengah tidur memunggunginya seraya berkata, "Aku menyayangimu!kini kau milikku!" lirih Azka, entah mengapa kata-kata itu lolos dengan mudahnya dari bibir sexy miliknya itu dan tanpa sadar pria itu kini telah terlelap.
Sore harinya
Mentari kini mulai tenggelam di ufuk barat, semburat jingga mulai merasuk melalui celah-celah jendela tersebut. Terlihat seorang wanita yang tengah mengerjapkan kedua bola matanya itu lalu sesekali melihat pria yang tepat berada di sampingnya, wanita itu terus memandangnya lekat dengan sepasang mata indah dan di sertai dengan senyuman manisnya. Bagaimana tidak?pria itu kini terlihat sangat tampan. meski ia tengah tertidur. Saat lengan mungil itu ingin mengelus rahang milik suaminya, niat itu ia urungkan tatkala sepasang bola mata yang indah kini mulai mengerjap dan perlahan terbuka dengan lebarnya.
"Ada apa kau memandangku seperti itu?" Goda Azka, pasalnya pria itu sebenarnya telah terbangun saat istrinya bangun. Ia hanya ingin melihat apa yang akan dilakukan istrinya tersebut, sungguh ia tak menyangka bahwa istrinya akan tersenyum dengan manisnya saat memandang wajahnya tersebut.
"Aku tidak memandangmu!" bantah Amel seraya mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
__ADS_1
"Jelas-jelas aku melihatnya tadi!aku tau aku ini tampan tapi kau jangan terus memandangku seperti itu!" ujar Azka dengan santainya, spontan perkataan itu membuat kedua bola mata Amel pun membulat dengan sempurna dan wajahnya terlihat begitu memerah.
Cih pria ini mulai kambuh sombongnya!batin Amel seraya mengerucutkan bibir mungilnya tersebut.
Azka yang melihat tingkah menggemaskan istrinya itu langsung menarik tubuhnya agar mereka kembali berhadapan dengan cepat pria itu membungkam bibir mungil itu dengan bibirnya. Tak cukup sampai disitu pria itu kini mulai mengubah posisinya hingga ia kini berada di atas istrinya tersebut. Dengan cepat pria itu mengunci pangkal paha milik istrinya itu dan mulai menjelajahi setiap jengkal tubuh milik istrinya tersebut. Lama mereka melakukannya, hingga kini mereka terlihat telah bercucuran keringat akibat pergulatan panas tersebut. Setelah itu Azka kini membaringkan tubuhnya kembali, lalu memeluk tubuh mungil milik istrinya tersebut. Tak lama kemudian pria itu kembali terlelap, sedangkan Amel wanita itu kini mulai memindahkan sepasang lengan kekar itu dari tubuhnya dengan sangat hati-hati lalu ia bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yqng telah dirasa sangat lengket.
.
.
.
.
.
.
.
Oh iya di bawah ini karya temen saya, kalian bisa baca saat novelku blm Up😊
Crazy Love\=Nafa Na24
Author up lagi nih, ada yang masih nunggu story Azka sama Amel nggak?pasti nggak!sudah aku duga😶 mohon maaf jika story ini msih kurang feelnya karena author sendiri masih dlm proses belajar membuat story ini. Author kasih adegan manis2 dulu ya nnti setelahnya gk tau juga.. wkk😂
__ADS_1
Oh Iya jangan lupa bagi Like Coment And Votenya dong!😃 Agar Author lebih semangat Up Nya, Wkkk😂